Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English

Kenapa Sakit Kepala Sampai ke Mata? Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

Bali Royal Hospital April 15, 2026 Artikel 0

Sakit kepala sampai mata bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari mata tegang sampai infeksi sinus. Kondisi ini umumnya bukan hal yang serius, tetapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, menghambat aktivitas, dan menurunkan kinerja sehari-hari.
Sakit kepala bisa muncul di berbagai lokasi di kepala, mulai dari pelipis, dahi, sampai ke belakang mata. Sakit kepala sampai mata menjadi salah satu yang banyak dikeluhkan orang dan dapat muncul dengan nyeri yang ringan dan tajam serta berdenyut.
Penyebab dari sakit kepala sampai mata sangat bervariasi dan perlu untuk diatasi dengan tepat supaya kondisi ini tidak terjadi berlarut-larut serta mengganggu aktivitas penderitanya.

Penyebab Sakit Kepala Sampai Mata

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sakit kepala sampai mata. Berikut ini adalah berbagai penyebab dan penjelasannya:

1. Mata tegang
Jika keluhan sakit kepala sampai mata muncul ketika Anda sedang bekerja atau bermain gadget dalam jangka waktu yang lama, kemungkinan penyebabnya adalah mata tegang. Ini dapat terjadi karena mata mencoba untuk terus fokus terhadap apa yang sedang Anda kerjakan atau mainkan.

Selain sakit kepala, mata tegang juga ditandai dengan gejala lain, seperti mata kering, penglihatan ganda atau kabur sementara, sakit mata, sampai peka terhadap cahaya.

2. Sakit kepala tegang
Penyebab sakit kepala sampai mata juga bisa karena sakit kepala tegang. Bila disebabkan oleh kondisi ini, bahu dan leher biasanya juga akan terasa sakit dan mata akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Sakit kepala tegang bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari kurang tidur, stres, depresi, sampai kurangnya asupan nutrisi.

3. Migrain
Migrain sering kali diawali dengan sakit kepala di sekitar mata dan pelipis, lalu menyebar hingga ke belakang kepala. Migrain biasanya hanya terjadi pada satu sisi kepala dengan tingkat nyeri yang sedang hingga berat.
Migrain tidak hanya menyebabkan sakit kepala sampai mata, tetapi juga mungkin memicu keluhan lain, seperti mual, pusing, peka terhadap cahaya, suara, dan bau, merasa lelah, serta hilang nafsu makan.

4. Sakit kepala cluster
Sakit kepala cluster dapat menyebabkan nyeri di salah satu sisi kepala, termasuk di belakang mata. Rasa nyeri yang ditimbulkan dari sakit kepala jenis ini biasanya cukup tajam, terasa begitu menyakitkan, menusuk, serta bisa menjalar ke area lain, seperti wajah dan leher.
Sakit kepala cluster dapat terjadi pada siapa saja, tetapi pria berusia 20–50 tahun lebih rentan mengalami kondisi ini.

5. Sinusitis
Penderita sinusitis sangat mungkin untuk mengalami sakit kepala sampai ke mata. Pasalnya, peradangan yang terjadi pada sinus bisa menyebabkan hidung menjadi tersumbat, yang akhirnya membuat keluhan sakit kepala muncul.
Untuk mengetahui apakah sakit kepala sampai mata yang Anda derita disebabkan oleh sinusitis atau bukan, cobalah lihat gejala yang menyertainya. Beberapa gejala sinusitis antara lain adalah hidung meler dengan lendir berwarna kuning atau hijau, hidung tersumbat, sakit telinga, bau mulut, batuk, sampai demam.
Selain 5 kondisi di atas, sakit kepala sampai mata juga mungkin disebabkan oleh kondisi lain, seperti skleritis, neuritis optik, penyakit Graves, dan glaukoma.

Cara Mengatasi Sakit Kepala sampai Mata

Sakit kepala sampai mata perlu untuk diatasi sesuai dengan penyebab yang mendasarinya supaya rasa sakit yang ditimbulkan bisa segera hilang. Namun, untuk membantu meredakan sakit kepala yang diderita, ada beberapa penanganan di rumah yang bisa diterapkan, seperti:

  • Mengistirahatkan mata secara berkala ketika sedang bekerja atau menatap layar laptop dan gadget dalam jangka waktu yang lama
  • Mengompres dahi dan mata dengan kompres dingin
  • Menghirup uap hangat jika keluhan sakit kepala yang diderita disertai dengan hidung tersumbat
  • Mengonsumsi air putih yang cukup, minimal 2 liter atau 8 gelas per hari
  • Melakukan relaksasi jika keluhan sakit kepala sampai mata diderita muncul saat Anda sedang cemas atau berada di bawah tekanan
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, sesuai petunjuk dalam kemasan

Sakit kepala sampai mata dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari mata tegang, sakit kepala tegang, migrain, hingga sinusitis. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik. Penanganan yang tepat perlu disesuaikan dengan penyebabnya, sementara langkah sederhana seperti istirahat yang cukup, menjaga hidrasi, dan mengurangi paparan layar dapat membantu meredakan gejala. Jika keluhan berlangsung lama atau semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Share This

Ambeien Bikin Khawatir? Ini Faktanya!

Bali Royal Hospital April 13, 2026 Artikel 0

Rasa nyeri dan gatal yang mengganggu membuat sebagian orang bertanya-tanya apakah ambeien berbahaya atau tidak. Apalagi, ambeien juga bisa memicu buang air besar berdarah yang membuat penderitanya khawatir.

Ambeien atau wasir adalah peradangan atau pelebaran pembuluh darah vena di area anus, sehingga membengkak dan mudah pecah. Keluhan ini umum terjadi pada orang dewasa, terutama di atas usia 50 tahun.

Penyebab ambeien bisa karena berbagai hal, misalnya sering atau terlalu lama mengejan, sembelit, batuk kronis, kehamilan, kurang asupan serat, kurang minum air putih, seks anal, obesitas, dan duduk terlalu lama.

Walaupun jarang disebabkan oleh hal yang berbahaya, ambeien yang menimbulkan perdarahan terus-menerus dan nyeri hebat tidak boleh disepelekan dan perlu mendapat pertolongan segera.

Jawaban Apakah Ambeien Berbahaya

Tingkat keparahan gejala ambeien bervariasi pada setiap orang, mulai dari ringan hingga parah. Ambeien umumnya ditandai dengan buang air besar (BAB) berdarah atau benjolan dari dalam atau di sekitar anus.

Ambeien bisa pula menimbulkan rasa sakit, gatal, dan tidak nyaman di anus sampai mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Meski begitu, ambeien sebenarnya tidak berbahaya, bahkan keluhannya bisa mereda sendiri bila kondisinya masih ringan.

Namun, bukan berarti ambeien bisa disepelekan. Ambeien juga bisa menyebabkan komplikasi, seperti anemia karena perdarahan terus-menerus, infeksi di area ambeien, bahkan kematian jaringan. Namun, berbagai komplikasi tersebut sangat jarang terjadi.

Dapat disimpulkan bahwa ambeien berbahaya apabila disertai komplikasi. Oleh karena itu, penderita ambeien perlu waspada bila mengalami BAB berdarah yang banyak, berulang, atau menetap selama 7 hari.

Selain itu, nyeri hebat di anus, demam, kulit pucat, bibir dan kuku membiru, diare, atau tidak bisa kentut atau buang air besar juga menjadi tanda bahaya dari wasir yang perlu diwaspadai.

Penanganan dan Pencegahan Ambeien yang Ampuh

Untuk mengatasi berbagai gejala ambeien, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  • Kompres dingin area anus untuk meredakan bengkak, nyeri, dan gatal.
  • Konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian.
  • Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air minimal 8 gelas setiap hari.
  • Gunakan salep ambeien yang dijual bebas.

Agar ambeien tidak kambuh kembali, pastikan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara rutin. Jika perawatan ambeien di atas sudah dijalani tetapi kondisinya makin parah atau gejalanya sering kambuh, dokter akan merekomendasikan operasi ambeien.

Bila kembali ke pertanyaan apakah ambeien berbahaya atau tidak, jawabannya sudah jelas. Ambeien umumnya tidak mengancam nyawa, apalagi bila kondisinya masih ringan. Namun, komplikasi yang ditimbulkan bisa membahayakan kesehatan.

Ambeien atau wasir umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan sering kali dapat membaik dengan perawatan sederhana, terutama jika masih dalam tahap ringan. Namun, kondisi ini tetap tidak boleh diabaikan karena dapat menimbulkan komplikasi, seperti anemia akibat perdarahan berkepanjangan atau infeksi, meskipun kasusnya jarang terjadi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala yang muncul dan segera mencari pertolongan medis jika keluhan memburuk atau berlangsung lama. Dengan penanganan yang tepat serta penerapan pola hidup sehat, risiko komplikasi akibat ambeien dapat diminimalkan.

Share This

Promo Royal Home Care Fresh & Glow

Bali Royal Hospital April 9, 2026 Promo 0

Share This

Lebih Baik Toilet Jongkok atau Duduk? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Bali Royal Hospital April 9, 2026 Artikel 0

Dibanding toilet jongkok, toilet duduk mungkin terasa lebih nyaman untuk digunakan. Namun, kalau dilihat dari segi kesehatan, lebih sehat toilet jongkok atau toilet duduk, ya?

Toilet jongkok dan toilet duduk adalah 2 jenis kloset yang umum digunakan. Jenis kloset yang digunakan tidak hanya memengaruhi posisi buang air besar (BAB) penggunanya, tetapi juga kesehatan serta kelancaran BAB kita, lho.

Kelebihan dan Kekurangan Toilet Duduk

Toilet duduk memiliki model dan desain yang lebih modern dan mewah. Toilet jenis ini juga dianggap lebih nyaman digunakan bagi beberapa kalangan, seperti lansia, wanita yang hamil besar, atau penderita cedera lutut.

Namun, harga toilet duduk memang cenderung lebih mahal dan penggunaanya untuk BAB dinilai tidak lebih sehat dibandingkan kloset tradisional atau toilet jongkok.

Berdasarkan penelitian, BAB menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar daripada toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengejan saat BAB dan duduk terlalu lama di toilet duduk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

Selain itu, penggunaan toilet duduk bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit diare, flu, hingga infeksi kulit. Soalnya, kulit akan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri E.coli dan Shigella atau virus hepatitis A dan norovirus.

Kelebihan dan Kekurangan Toilet Jongkok

Dibandingkan dengan toilet duduk, toilet jongkok memang memiliki sejumlah kekurangan, seperti:

  • Modelnya kuno
  • Dianggap kurang nyaman digunakan karena dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha
  • Tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendinitis

Namun, dibalik kekurangannya, BAB menggunakan toilet jongkok memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Sejumlah penelitian menyebut, posisi jongkok saat BAB lebih efektif melancarkan proses BAB. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh yang mendukung proses BAB.

Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih relaks. Dengan begitu, BAB pun menjadi lebih mudah dan tinja bisa keluar lebih maksimal.

Sedangkan, pada posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini bisa mengganggu kelancaran BAB.

Penelitian lain menyebutkan, BAB menggunakan toilet jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit, dan wasir. Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil karena dapat menjaga kekuatan otot panggul.

Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk?

Berdasarkan fakta-fakta di atas, penggunaan toilet jongkok untuk BAB lebih disarankan daripada toilet duduk. Namun, kalau kamu lebih nyaman pakai toilet duduk dan sudah memasangnya di rumah, tidak perlu dibongkar lagi.

Kamu cukup beli bangku pendek alias dingklik untuk diletakkan di bawah kaki ketika BAB. Posisi yang mirip berjongkok ini akan membuat otot-otot usus rileks, dan jalur keluar feses menjadi lebih lapang.

Melihat kelebihan dan keuntungan masing-masing jenis toilet, sekarang kamu bisa memilih sesuai dengan kondisimu. Terlepas dari penggunaan kedua jenis toilet tersebut, jika kamu mengalami susah buang air besar atau tampak ada darah di feses, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Pemilihan antara toilet jongkok dan toilet duduk tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan pencernaan. Secara umum, toilet jongkok dinilai lebih baik karena posisi tubuh membantu melancarkan buang air besar, mengurangi kebutuhan mengejan, serta menurunkan risiko sembelit dan wasir. Sementara itu, toilet duduk lebih praktis dan nyaman bagi sebagian orang, terutama dengan kondisi tertentu. Oleh karena itu, pemilihan jenis toilet sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh, serta dapat dioptimalkan dengan posisi yang mendukung agar proses BAB tetap sehat dan lancar.

 

Share This

Anus Gatal Bikin Tidak Nyaman? Ini Cara Mengatasinya!

Bali Royal Hospital April 7, 2026 Artikel 0

Anus gatal adalah kondisi yang cukup sering dikeluhkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun, tidak perlu khawatir dan takut, karena ada beberapa perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi anus gatal.
Anus gatal merupakan kondisi ketika area sekitar lubang dubur terasa gatal, panas, perih, dan tampa memerah.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya rasa gatal pada anus, di antaranya:

  • Konsumsi minuman atau makanan yang pedas, asam, berbumbu, berkafein dan mengandung alkohol
  • Kurang bersih dalam membersihkan anus
  • Keringat berlebihan di sekitar anus
  • Efek samping penggunaan antibiotik
  • Iritasi pada anus karena penggunaan produk perawatan atau pembersih yang berbahan iritatif
  • Kondisi medis tertentu, seperti cacingan, wasir, inkontinensia tinja, diabetes, psoriasis, luka pada anus (fisura ani), tumor anus, dan diare

Untuk memastikan penyebabnya, anus gatal perlu diperiksakan ke dokter. Setelah penyebab anus gatal diketahui, pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Cara Mengatasi Anus Gatal dengan Perawatan Rumahan

Rasa gatal yang timbul pada anus dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman, dan mendorongnya untuk menggaruk anus. Padahal, hal tersebut berisiko menyebabkan terjadinya iritasi atau luka.
Nah, guna mencegah terjadinya luka pada anus, berikut ini adalah beberapa perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk meringankan keluhan anus gatal:

1. Bersihkan area anus dengan lembut
Bersihkan area anus dengan lembut setelah buang air besar atau setiap kali mandi. Gunakan air bersih atau air hangat dan sabun berbahan lembut yang tidak mengandung atau antibakteri. Anda juga bisa menggunakan tisu basah atau lap yang sudah dibasahi dengan air hangat. Setelah membersihkan anus, keringkan dengan lap yang lembut.

2. Kenakan pakaian yang nyaman
Guna menjaga area anus tetap kering, hindari mengenakan celana yang ketat. Kenakanlah celana berbahan katun yang mudah menyerap keringat.

3. Hindari menggaruk anus
Menggaruk anus justru akan memperparah iritasi. Jika anus terasa sangat gatal, Anda bisa mengompresnya dengan kompres air hangat untuk meredakannya. Selain itu, disarankan juga untuk menggunting kuku hingga pendek agar kulit di sekitar anus tidak terluka ketika Anda tidak sengaja menggaruknya.

4. Jauhi makanan atau minuman tertentu
Konsumsi makanan atau minuman tertentu dapat menyebabkan anus gatal. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi cokelat, buah yang asam, seperti tomat dan lemon, dan makanan pedas, saat anus sedang terasa gatal. Hindari juga minum kopi, minuman bersoda, dan minuman beralkohol.

5. Hindari penyebab iritasi
Hentikan penggunaan sabun atau pembersih yang bisa mengandung parfum, seperti sabun wangi, deodoran, tisu basah, dan tisu toilet dengan parfum. Hindari juga untuk menggunakan sabun yang mengandung antibakteri dan deterjen.

6. Gunakan pelembap
Beberapa pelembap yang mengandung zinc oxide, minyak mineral, atau petroleum jelly dapat menjaga kelembapan anus dan membantu mengurangi iritasi dan gatal pada anus.

Selain perawatan rumahan yang disebutkan di atas, ada dua jenis obat yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi keluhan anus gatal.
Obat tersebut bisa berupa krim, salep, atau gel yang mengandung hydrocortisone. Jika rasa gatal sangat kuat hingga menggangu tidur malam. Anda bisa mengonsumsi obat antihistamin untuk meredakan anus gatal. Namun, perlu diingat, penggunaan hydrocortisone atau antihistamin harus mengikuti dosis dan anjuran dokter agar tetap aman.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa pengobatan anus gatal sangat bergantung kepada penyebabnya. Jadi, Anda disarankan untuk tetap berkonsultasi ke dokter guna menentukan penyebab anus gatal dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Jika rasa gatal pada anus tidak kunjung membaik atau justru bertambah parah dan disertai gejala lain, seperti demam, terdapat benjolan pada anus, atau keluar darah dari anus, segeralah berobat ke dokter.

Anus gatal merupakan kondisi umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan yang kurang, iritasi, pola makan, hingga kondisi medis tertentu. Meskipun sering menimbulkan rasa tidak nyaman, keluhan ini umumnya dapat diatasi dengan perawatan rumahan sederhana, seperti menjaga kebersihan area anus, menghindari iritasi, serta tidak menggaruk area yang gatal. Namun, karena penyebabnya bisa beragam, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika keluhan tidak membaik atau disertai gejala lain, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Share This
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top