Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Mengenal-Etilen-Oksida-pada-Makanan
Link Enlarge

Mengenal Etilen Oksida pada Makanan

Bali Royal Hospital April 22, 2024 Artikel 0

Etilen oksida adalah zat kimia yang berbentuk gas tidak berwarna, mudah terbakar, dan berbau agak manis. Salah satu penggunaan gas ini adalah dalam produksi etilen glikol, senyawa alkoholik yang sempat ditemukan pada sejumlah produk obat sirop beberapa bulan lalu.

Dalam jumlah lebih kecil, gas ini dapat digunakan sebagai pestisida. Etilen oksida juga berfungsi untuk mensterilkan peralatan bedah dan produk medis lainnya. Secara umum, orang yang bekerja di industri kimia, farmasi, dan tekstil berisiko tinggi terpapar ethylene oxide yang digunakan sebagai bahan baku produksi.

Pada masyarakat umum, paparan gas ini mungkin terjadi saat seseorang mengonsumsi produk makanan atau minuman tertentu, seperti rempah-rempah, teh, dan kopi.

Baca Juga: Tips Mengatasi Perubahan Warna Gigi Akibat Minum Kopi Yang Berlebihan

Paparan etilen oksida meningkatkan risiko kanker

Paparan ethylene oxide dari udara atau makanan dapat menyebabkan kerusakan dan mutasi genetik pada DNA sehingga meningkatkan risiko kanker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan etilen oksida sebagai bahan kimia yang paparannya berpotensi menjadi karsinogen bagi tubuh manusia.

Menurut National Cancer Institute, paparan bahan kimia berbahaya ini bisa meningkatkan risiko jenis kanker tertentu, khususnya limfoma dan leukemia.

Limfoma merupakan jenis kanker darah yang berkembang pada sel darah putih (limfosit), sedangkan leukemia merupakan kanker yang memengaruhi darah dan sumsum tulang belakang. Kanker perut dan kanker payudara pada wanita juga diketahui terkait dengan paparan gas etilen oksida.

Sumber: hellosehat.com

Share This
Adakah gula yang tidak menyebabkan diabetes
Link Enlarge

Adakah gula yang tidak menyebabkan diabetes?

Bali Royal Hospital April 16, 2024 Artikel 0

Ada beberapa pemanis pengganti gula yang bisa mengurangi risiko diabetes seperti stovia, aspartam, sukralosa, dan sakarin.

Pemanis ini biasanya dipilih karena sangat rendah kalori dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah.

Namun, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi pemanis tersebut lebih banyak, tanpa batasan. Lagi pula, gula apa pun sebenarnya tidak akan menyebabkan diabetes jika asupannya dalam batas wajar, tidak berlebihan.

Jadi, terlepas dari pemanis yang Anda gunakan, yang terpenting dalam mencegah diabetes adalah mengatur konsumsi gula harian.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi konsumsi gula.

  • Batasi konsumsi gula sebanyak 50 gram sehari atau sekitar 4 sendok makan.
  • Pilih jenis camilan yang sehat, seperti yoghurt tanpa gula atau buah-buahan.
  • Ganti sereal yang memiliki kandungan gula dengan sereal tanpa gula.
  • Hindari mengonsumsi smoothies atau jus buah. Jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya dibatasi maksimal 1 gelas kecil per hari.
  • Baca nilai informasi gizi yang tertera di label kemasan, sehingga Anda dapat mengetahui asupan gula yang terdapat di dalam kemasan.
  • Kelola stres dengan baik sehingga Anda tidak mudah tergoda untuk banyak mengonsumsi makanan manis

Selain membatasi konsumsi gula, Anda bisa menurunkan risiko diabetes dengan rutin berolahraga. Perbanyak aktivitas fisik ringan, seperti jalan santai, joging, atau bersepeda untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Kesimpulan

Gula bukanlah penyebab utama terjadinya diabetes tipe 2. Namun, pola makan tinggi gula memicu kelebihan berat badan dan obesitas yang merupakan faktor penyebab diabetes. Meskin bukan penyebab diabetes langsung, Anda tetap harus membatasi asupan gula harian.

Sumber : Hellosehat.com

Share This
Benarkah Gula Penyebab Diabetes
Link Enlarge

Benarkah Gula Penyebab Diabetes?

Bali Royal Hospital April 13, 2024 Artikel 0

Apakah gula dapat menyebabkan seseorang terkena diabetes?

Gula atau makanan manis bukanlah penyebab diabetes tipe 1 dan bukan juga penyebab langsung diabetes tipe 2. Penyakit diabetes tipe 1 memang tidak berkaitan dengan pola makan. Lain halnya dengan diabetes tipe 2, kebiasaan makan makanan manis berkaitan dengan faktor penyebab jenis diabetes ini.

Penyakit diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh kondisi autoimun yang membuat sel imun menyerang sel beta pankreas penghasil insulin, sehingga tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah.

Lantas, bagaimana kaitan konsumsi gula dengan penyakit diabetes tipe 2? Jawabannya cukup kompleks. Sebenarnya, konsumsi makanan manis tidak secara langsung menyebabkan diabetes tipe 2.

Penyakit diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh faktor kelebihan berat badan atau obesitas, resistansi insulin, serta faktor genetik. .

Nah, pola makan tinggi gula atau kebiasaan konsumsi makanan manis berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan atau obesitas yang merupakan faktor pemicu diabetes tipe 2.

Dengan demikian, mengonsumsi makanan atau minuman manis bukan pemicu utama terjadinya diabetes. Ini berkaitan dengan salah satu faktor dari banyaknya faktor penyebab diabetes tipe 2.

Hubungan konsumsi gula dan faktor risiko diabetes

Seperti yang telah dijelaskan di atas, mengonsumsi gula bukan penyebab utama diabetes. Namun, mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas yang menjadi faktor risiko diabetes tipe 2.

Kebanyakan makanan atau minuman manis memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi. Mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan, apalagi menjadi kebiasaan sehari-hari tanpa dibarengi dengan olahraga, dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

Studi dalam jurnal Cell Metabolism mengungkapkan bahwa obesitas dapat menjadi faktor risiko utama untuk prediabetes dan diabetes tipe 2.

Pasalnya, obesitas menyebabkan terjadinya peningkatkan lemak di bagian perut serta peningkatan kadar trigliserida di hati dan otot. Hal tersebut mengakibatkan resistensi insulin dan gangguan pada sel beta pankreas penghasil insulin.

Baca Juga : Adakah gula yang tidak menyebabkan diabetes?

Resistensi insulin sendiri menjadi faktor penyebab diabetes tipe 2. Ini adalah kondisi di mana sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin untuk menyerap glukosa, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, mengonsumsi gula bukan penyebab utama diabetes. Namun, mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas yang menjadi faktor risiko diabetes tipe 2.

Kebanyakan makanan atau minuman manis memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi. Mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan, apalagi menjadi kebiasaan sehari-hari tanpa dibarengi dengan olahraga, dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

Studi dalam jurnal Cell Metabolism mengungkapkan bahwa obesitas dapat menjadi faktor risiko utama untuk prediabetes dan diabetes tipe 2.

Pasalnya, obesitas menyebabkan terjadinya peningkatkan lemak di bagian perut serta peningkatan kadar trigliserida di hati dan otot. Hal tersebut mengakibatkan resistensi insulin dan gangguan pada sel beta pankreas penghasil insulin.

Resistensi insulin sendiri menjadi faktor penyebab diabetes tipe 2. Ini adalah kondisi di mana sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin untuk menyerap glukosa, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Sumber : Hellosehat.com

Share This

5 Obat Hidung Tersumbat untuk Melegakan Pernapasan

Bali Royal Hospital April 8, 2024 Artikel 0

Penggunaan obat hidung tersumbat merupakan salah satu cara untuk mengatasi rasa tidak nyaman dan keluhan susah napas saat hidung mampet. Namun, jenis obat ini sebaiknya digunakan sesuai dengan penyebabnya agar pengobatan lebih efektif dan keluhan pun bisa segera teratasi.

Hidung tersumbat umumnya terjadi ketika seseorang mengalami flu, sinusitis, batuk pilek, atau alergi. Kondisi ini juga bisa dipicu atau diperburuk oleh udara kering, kedinginan, dan paparan asap rokok atau polusi.

Saat hidung tersumbat, bernapas sering kali dilakukan melalui mulut. Cara ini tentu tidak nyaman karena membuat mulut kering dan tenggorokan sakit. Nah, salah satu cara untuk meredakan keluhan hidung tersumbat dan melegakan pernapasan adalah dengan menggunakan obat hidung tersumbat.

Berbagai Obat Hidung Tersumbat

Meski umum terjadi, hidung tersumbat cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat tidur. Ketika tidur, hidung makin sulit digunakan untuk bernapas sehingga tidur pun menjadi tidak nyenyak.

Agar hidung tersumbat segera sembuh, berikut ini adalah berbagai pilihan obat hidung tersumbat:

1. Dekongestan

Obat ini bekerja dengan cara mengurangi penyumbatan di hidung akibat pembengkakan dan memudahkan lendir untuk keluar. Beberapa contoh obat golongan dekongestan adalah pseudoephedrine, phenylephrine, dan oxymetazoline.

Dekongestan umumnya dijual bebas dan tersedia dalam bentuk obat minum atau obat semprot hidung. Namun, jangan gunakan dekongestan lebih dari 3 hari tanpa saran dokter, karena bisa memperburuk kondisi hidung tersumbat dan meningkatkan tekanan darah.

2. Antihistamin

Apabila hidung tersumbat disebabkan oleh alergi, pilihan obat hidung tersumbat yang sebaiknya Anda pilih adalah antihistamin. Obat ini dapat menghentikan zat histamin yang diproduksi dalam tubuh saat alergi muncul.

Beberapa contoh obat antihistamin meliputi cetirizine, loratadine, chlorpheniramine, atau diphenhydramine. Namun, obat ini umumnya menimbulkan kantuk sehingga pastikan Anda tidak melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan atau fokus penuh setelah mengonsumsinya.

3. Obat pereda nyeri

Meski tidak langsung menghilangkan hidung tersumbat, obat pereda nyeri bisa meredakan rasa sakit di area wajah saat hidung tersumbat. Pilihan obat yang termasuk dalam pereda nyeri adalah paracetamol dan ibuprofen.

4. Obat oles mentol

Obat oles yang mengandung mentol juga bisa menjadi pilihan obat hidung tersumbat. Cara menggunakannya pun cukup mudah, Anda hanya perlu mengoleskan sedikit obat ini di area dada atau bawah lubang hidung, lalu hirup aroma mentolnya.

Obat oles mentol akan menciptakan sensasi dingin dan melegakan hidung mampet, sehingga Anda pun bisa lebih mudah bernapas. Selain obat oles, mentol juga sering ditemukan dalam obat hirup khusus hidung tersumbat.

Beberapa jenis obat hidung tersumbat di atas umumnya sudah tercampur dalam satu kemasan obat, misalnya perpaduan dekongestan dan antihistamin dapat ditemukan dalam obat-obatan flu.

Agar lebih aman, pastikan Anda mengecek kandungan obat hidung tersumbat yang akan dikonsumsi. Bila Anda ingin minum obat tersebut dan memiliki kondisi medis tertentu, misalnya kehamilan, penyakit darah tinggi, gangguan jantung, atau masalah liver, dianjurkan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Selain itu, jika penggunaan obat hidung tersumbat tidak mampu meredakan keluhan yang muncul dalam 3 hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Apalagi jika hidung tersumbat sudah mulai mengganggu tidur atau disertai gejala lain, seperti demam, sulit bernapas, dan bibir kebiruan atau sianosis.

Share This
Seberapa-Umum-Sakit-Pinggang-Belakang
Link Enlarge

Seberapa Umum Sakit Pinggang Belakang?

Bali Royal Hospital April 3, 2024 Artikel 0

Sakit pinggang belakang adalah rasa nyeri yang muncul di area bawah punggung, tepatnya di atas tulang ekor (garis bokong) dan di bawah dekat tulang rusuk. Kondisi ini disebut juga sakit punggung bawah atau low back pain Bagian belakang tubuh (punggung) tersusun oleh tulang belakang yang didukung oleh cakram, suumsum, serabut saraf, hingga otot dan ligamen. Otot perut membantu mendukung tulang belakang.

Trauma atau benturan yang terjadi di mana pun di daerah tersebut bisa menyebabkan rasa sakit pada pinggang belakang (punggung bawah). Kondisi ini dapat bersifat nyeri akut (muncul tiba-tiba dan cepat hilang) atau pun nyeri kronis (muncul bertahap dan berlarut-larut).

Seberapa umum sakit pinggang belakang?

Low back pain termasuk keluhan umum. Hampir semua orang pernah mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup. Anda bisa mencegah risiko mengalami kondisi ini dengan mengurangi faktor pemicunya.

Tanda dan gejala sakit pinggang belakang

Gejala kondisi ini biasanya muncul ketika punggung bagian bawah Anda cedera atau mengalami trauma. Beberapa tanda khas dari low back pain meliputi:

  • sensasi terbakar atau panas di pinggang bagian belakang,
  • kesemutan, serta
  • rasa sakit ringan atau bahkan tajam yang menyebabkan Anda tidak bisa bergerak.

Tergantung pada penyebabnya, Anda mungkin mengalami rasa sakit di kaki, pinggul, atau telapak kaki. Selain itu, kaki Anda mungkin terasa lebih lemah sehingga kesulitan untuk berdiri. Gejala biasanya hilang setelah beberapa hari atau minggu pengobatan. Namun, apabila rasa sakit masih terasa lebih dari tiga bulan, sakit tulang belakang menjadi kondisi kronis dan perlu penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Penyebab Nyeri Sendi pada Anak dan Tanda Harus Segera ke Dokter

Kapan harus periksa ke dokter?

Kondisi setiap orang berbeda-beda. Jika Anda memiliki tanda dan gejala yang disebutkan di atas serta memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, konsultasikan ke dokter Anda. Apabila setelah 48 – 72 jam rasa sakit tak kunjung reda, periksakan diri Anda ke dokter. Selalu diskusikan dengan dokter untuk metode diagnosis, perawatan, dan pengobatan terbaik bagi Anda.

Sumber: hellosehat.com | Image: www.istockphoto.com/id

Share This
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top