Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Berapa Banyak Air yang Harus Diminum Setelah Olahraga
Link Enlarge

Berapa Banyak Air yang Harus Diminum Setelah Olahraga?

Bali Royal Hospital November 19, 2021 Artikel 0

Hal pertama yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jumlah minum air setelah olahraga adalah dengan menyeimbangkan seberapa banyak tubuh kehilangan cairan. Berkurangnya berat badan bukan berarti mengindikasikan berkurangnya lemak dalam tubuh, melainkan berkurangnya cairan dari tubuh.

Idealnya, Anda harus minum 250 ml air dalam waktu 30 menit setelah berolahraga. Dan untuk setiap 0,5 kg berat badan yang berkurang, Anda harus menggantinya dengan 450 sampai 500 ml air mineral.

Begitupun sebaliknya, coba minum air putih sebelum berolahraga untuk mencegah dehidrasi. Petunjuk umum menunjukkan, bahwa 2 atau 3 jam sebelum berolahraga Anda disarankan untuk minum sebanyak 500l sampai 600 ml air.

Anda juga harus minum air sebanyak 200 ml sampai 300 ml setiap 10-20 menit selama latihan atau olahraga. Lakukan dan coba minum air sedikit demi sedikit sampai berat badan kembali seperti sebelum olahraga.

Penjelasan di atas tersebut hanya perkiraan kasarnya saja. Namun, seberapa banyak air yang harus diminum biasanya tergantung pada usia, jenis kelamin, seberapa banyak Anda harus minum, tinggi dan berat badan, intensitas berolahraga, dan berapa lama Anda berolahraga. Umumnya, orang yang berkeringat banyak mungkin lebih memerlukan minum yang lebih banyak juga.

Baca Juga: Hal-hal apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi air mani encer?

Bolehkah minum air setelah olahraga dengan sebanyak-banyaknya?

Meski minum air setelah olahraga adalah hal yang wajib untuk dilakukan, minum air putih terlalu banyak dapat menyebabkan hiponatremia. Apa itu hiponatremia? Hiponatremia adalah kondisi yang terjadi ketika darah Anda menjadi encer karena terlalu banyak minum air sehingga kadar natrium darah Anda turun drastis. Hal ini jarang terjadi pada orang dengan aktivitas normal, tapi terkadang terjadi pada atlet seperti pelari maraton yang mengonsumsi air sangat banyak selama dan sesudah berolahraga.

Kondisi hiponatremia ini bisanya menyebabkan kebingungan, kelemahan, agitasi, dan kejang. Dalam kasus yang ekstrim, kematian bisa saja terjadi. Gejala awal hiponatremia meliputi mual, dan kram otot. Gejala ini juga bisa meniru gejala dehidrasi dengan membuat Anda minum air lebih banyak, seperti kasus para atlet.

Hiponatremia adalah keadaan darurat medis, dan memerlukan perawatan segera. Salah satu cara untuk mencegah hiponatremia adalah bisa dengan mengganti cairan tubuh yang hilang dengan minuman yang mengandung elektrolit.

Sumber: hellosehat.com

Share This
untuk mengatasi air mani encer
Link Enlarge

Hal-hal apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi air mani encer?

Bali Royal Hospital November 16, 2021 Artikel 0

Jangan khawatir jika Anda atau pasangan mendapati air mani encer saat ejakulasi. Anda masih bisa melakukan beberapa usaha untuk mencegah kerusakan sel sperma dan membuat cairan air mani menjadi lebih kental.

  • Berolahraga rutin. Olahraga baik untuk kesehatan fisik dan mental Anda. Sejumlah penelitian menyebutkan kenaikan indeks massa tubuh (IMT) bisa menurunkan jumlah dan pergerakan sperma. Aktivitas fisik juga mampu menurunkan kadar stres yang bisa memicu hormon yang bisa mengganggu produksi sperma.
  • Perbaiki asupan makan. Asupan makanan yang Anda konsumsi cukup menentukan tekstur cairan sperma Anda. Salah satu nutrisi yang Anda perlukan adalah protein, zinc, vitamin C, vitamin E, dan asam folat yang juga bisa diperoleh melalui suplemen.
  • Berhenti merokok dan batasi minum alkohol. Merokok bisa mengurangi jumlah sperma dan meningkatkan risiko gangguan seksual pada pria. Minum alkohol secara berlebihan juga bisa menurunkan kadar testosteron, memicu impotensi, dan menurunkan produksi sperma.
  • Jangan terlalu sering ejakulasi dalam satu hari. Salah satu faktor yang menentukan kekentalan semen adalah seberapa sering Anda ejakulasi. Jika sadar bahwa sperma lebih encer dari biasanya, mungkin Anda harus mengurangi frekuensi ejakulasi.
  • Berikan waktu untuk sperma dalam testis Anda berkembang dan matang. Pasalnya, terlalu sering ejakulasi juga dapat menurunkan kualitas sperma.
  • Jangan terlalu cepat saat ingin mengeluarkan sperma. Sebelum Anda memutuskan untuk mengeluarkan sperma, sebaiknya ambil waktu sedikit untuk mempersiapkannya. Hal ini dapat membantu tubuh memproduksi testosteron tambahan, serta meningkatkan kualitas sperma dan ereksi Anda. Ejakulasi terlalu cepat dapat membuat kadar hormon testosteron rendah, melemahkan libido, dan menurunkan potensi seksual Anda.
  • Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat. Pakaian terlalu ketat bisa menyebabkan suhu panas pada testis yang dapat mengganggu produksi sperma. Sebaiknya, gunakan celana dalam atau pakaian yang longgar. Hindari pula kebiasaan, seperti duduk terlalu lama, berendam air hangat, dan sauna yang juga bisa meningkatkan suhu testis.

Namun, jika Anda masih ragu dengan kondisi sperma encer yang mungkin bisa memengaruhi kesuburan pria, jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk menemukan solusi yang tepat.

Baca Juga: Bagaimana ciri-ciri sperma dan air mani yang sehat?

Share This
ciri sperma dan air mani yang sehat
Link Enlarge

Bagaimana ciri-ciri sperma dan air mani yang sehat?

Bali Royal Hospital November 12, 2021 Artikel 0

Tanda-tanda air mani dan sperma yang sehat bisa Anda lihat melalui banyak faktor, mulai dari warna, bau, volume, jumlah sel sperma, dan lainnya. Dari segi warna, air mani normal biasanya memiliki warna putih atau keabuan, tetapi kadang juga agak kekuningan. Apabila air mani Anda berwarna merah muda atau kemerahan, mungkin air mani sudah bercampur dengan darah.

Konsistensi air mani yang Anda keluarkan saat ejakulasi umumnya akan seperti gel dan agak lengket. Kemudian, air mani akan mencair dalam waktu 5 hingga 40 menit. Air mani yang keluar dan tidak mencair (tetap kental) bisa menghambat pergerakan sel sperma untuk mencari sel telur dalam rahim wanita. Hal ini mungkin bisa menyebabkan masalah kesuburan pada pria.

Apabila dilihat dari volume, rata-rata volume air mani yang keluar adalah 2 hingga 5 ml (sekitar setengah sampai satu sendok teh). Volume air mani yang lebih sedikit atau kurang dari 1,5 ml disebut dengan hypospermia. Hal ini biasanya terjadi saat Anda sering melakukan ejakulasi.

Sementara itu, volume air mani yang terlalu banyak atau lebih dari 5,5 ml disebut dengan hyperspermia. Kondisi ini biasanya terjadi setelah Anda sudah lama tidak mengeluarkan sperma.

Untuk melihat jumlah sperma, Anda perlu melakukan tes kesuburan pria. Banyak faktor yang memengaruhi hasil tes ini, seperti lamanya waktu antara ejakulasi dan analisis sampel air mani, bagaimana sampel disimpan, dan lain sebagainya.

Jumlah sperma yang normal saat ejakulasi sekitar 15 juta sel setiap mililiter air mani. Padahal, Anda hanya memerlukan satu sel sperma untuk dapat membuahi sel telur.

Share This
Link Enlarge

Sperma Encer Berarti Sulit Bikin Pasangan Hamil?

Bali Royal Hospital November 9, 2021 Artikel 0

Untuk mengetahui kualitas sperma baik atau tidak, hal yang paling mudah Anda lakukan adalah dengan melihat seberapa banyak dan kental air mani yang dikeluarkan. Anda tidak mungkin bisa menghitung berapa banyak sel sperma yang terkandung dalam air mani tanpa melalui pengujian laboratorium. Namun kekentalan air mani bisa menjadi gambaran kondisi sperma Anda.

Jika sobat BROS ingin melakukan konsultasi dan melakukan cek kondisi kesehatan sperma bisa menghubungi kami melalui pesan WhatsApp atau Booking melalui aplikasi BROS Mobile.

Share This
Link Enlarge

Makanan yang Ideal untuk Dikonsumsi Sebelum Olahraga

Bali Royal Hospital November 5, 2021 Artikel 0

Tidak dapat dipungkiri bahwa olahraga dapat memberikan efek positif pada tubuh secara keseluruhan. Apa yang kita konsumsi dapat memengaruhi hasil dari olahraga, lho! Oleh karena itu, semua makanan yang masuk ke dalam tubuh harus selalu dikontrol, baik yang dimakan sebelum, saat, ataupun setelah olahraga. Simak ulasan mengenai pemilihan makanan ideal yang baik dikonsumsi sebelum, saat dan setelah berolahraga.

Makanan sebelum berolahraga

Untuk mengonsumsi karbohidrat sebelum melakukan olahraga, namun karbohidrat yang dikonsumsi tidak boleh dalam jumlah yang banyak. Jika Anda berencana untuk olahraga lebih dari satu jam, maka disarankan untuk mengonsumsi 1-4 gram karbohidrat per kilogram berat badan satu jam sebelum Anda memulai olahraga.

Konsumsi karbohidrat yang rendah lemak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Sydney juga mengungkapkan bahwa konsumsi karbohidrat dapat meningkatkan ketahanan dalam melakukan olahraga pada orang dewasa. Namun ingat, makanlah jenis karbohidrat yang rendah lemak dengan kandungan protein yang juga rendah. Karena dengan begitu, Anda bisa memastikan punya cukup glikogen otot sebagai bahan bakar selama berolahraga nantinya. Jangan lupa minum air yang cukup 2-4 jam sebelum berolahraga.

Baiknya sarapan sebelum atau sesudah olahraga?

Hal ini tergantung pada jenis olahraga yang dilakukan. Tidak ada keharusan sarapan terlebih dahulu sebelum olahraga. Namun Cohen menyarankan untuk tidak membiasakan diri olahraga dalam keadaan perut kosong. Pasalnya ketika perut dalam keadaan kosong dalam waktu yang lama, tubuh akan dalam fase puasa.

Normalnya tubuh menggunakan glukosa sebagai bahan bakar dan menghancurkan glikogen otot untuk mengirimkan glukosa ke tubuh saat olahraga. Kondisi ini akan membuat tubuh membakar lemak untuk memenuhi energi yang dibutuhkan. Jika dilakukan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan ketosis yang memicu kelelahan serta pusing dan mungkin membahayakan ginjal.

Makanan yang dianjurkan untuk disantap satu jam sebelum berolahraga di pagi hari adalah telur, sereal dan susu, roti bakar dengan selai kacang atau buah dan yogurt. Selain itu, konsumsi air yang cukup sebelum olahraga juga sangat penting.

Makanan dan minuman saat berolahraga

Hal yang paling penting dilakukan saat olahraga adalah hidrasi. Jika olahraga yang dilakukan kurang dari 45 menit, maka asupan air saja sudah cukup saat berolahraga. Namun ketika Anda melakukan olahraga selama 1 – 2,5 jam, Anda membutuhkan 30-60 gram karbohidrat setiap satu jam. Karbohidrat ini berfungsi sebagai ‘bahan bakar’ dalam berolahraga untuk menambah glikogen otot. Pilihan makanan atau minuman saat olahraga sangat bergantung pada jenis olahraga yang dilakukan dan kenyamanan dari masing-masing individu. Pada dasarnya, makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi saat berolahraga cukup beragam, mulai dari jus buah, minuman olahraga, granola batangan, buah, hingga makanan dan minuman lain dengan kandungan karbohidrat tinggi.

Baca Juga: Tips Aman Berolahraga Saat Musim Hujan yang Dingin dan Berangin

Makanan setelah berolahraga

Setelah melakukan olahraga dengan intensitas berat, Cohen menyarankan mengonsumsi 1-1,2 gram karbohidrat per 1 kg berat badan setiap jam, selama empat sampai enam jam. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi protein sebesar 15-25 gram dalam kurun waktu satu jam setelah berolahraga untuk mengisi kembali cadangan glikogen otot sekaligus mendukung sintesis protein otot. Sedangkan untuk olahraga ringan, makanlah makanan yang di dalamnya mengandung protein dan karbohidrat berkualitas. Makanan ini sebaiknya dikonsumsi dua atau tiga jam setelah berolahraga. Setelah olahraga, jangan lupa konsumsi banyak air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

Setelah berolahraga, jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi ialah makanan kaya protein. Contohnya adalah produk olahan susu, telur rebus, daging dan unggas. Para peneliti juga mengungkapkan pentingnya asupan cairan, karbohidrat, dan protein setelah berolahraga. Mereka menganjurkan mengonsumsi susu atau smoothie yang terbuat dari susu yogurt dan buah-buah berry setelah berolahraga.

Makanan untuk saat Anda mengalami nyeri otot setelah olahraga

Sebuah penelitian dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition pada 2010 lalu, orang yang mengalami nyeri otot setelah olahraga disarankan untuk mengonsumsi jus buah. Pasalnya, dalam penelitian tersebut diketahui konsumsi jus buah dari buah-buah tertentu, seperti semangka dan cherry, dapat menurunkan rasa nyeri otot setelah berolahraga.

Share This
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top