Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English

Keluar Rumah Jangan Lupa Pakai Masker

Bali Royal Hospital September 28, 2020 Artikel 0

keluar rumah jangan lupa pakai masker

Ingat sobat BROS dirumah, ketika keluar rumah jangan lupa untuk tetap pakai masker dan patuhi protokol kesehatan.

Share This
resep juice untuk imun tubuh
Link Enlarge

Resep Jus untuk Bantu Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Bali Royal Hospital August 24, 2020 Artikel 0

Berbagai buah-buahan dan sayur-sayuran yang digunakan pada resep ini dikenal mengandung vitamin dan antioksidan tinggi yang akan membantu dalam pencegahan penyakit. Jangan khawatir, Anda yang sudah terlanjur sakit juga bisa coba membuat jus ini untuk membantu penyembuhan. Apa saja resepnya?

Jus untuk mendorong sistem imun tubuh

1. Jus apel dan wortel

Sumber : unplash.com

Salah satu zat yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mendorong kerja sistem imun adalah beta karoten. Meningkatnya sistem kekebalan tubuh nantinya juga akan berpengaruh terhadap berkurangnya risiko peradangan pada sel-sel tubuh. Beta karoten banyak ditemukan pada sayur-sayuran, salah satunya adalah wortel.

Selain itu, penambahan air lemon pada resep jus untuk sistem imun ini juga akan bantu memenuhi kebutuhan vitamin C. Seperti yang sudah banyak diketahui, vitamin C adalah salah satu pendorong sistem kekebalan tubuh yang terbaik. Vitamin C juga terkandung pada buah apel.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 2 buah wortel ukuran besar
  • 3 buah apel
  • 1 buah lemon, peras airnya

Cara membuat:

  1. Potong kedua ujung wortel, sisihkan. Kemudian potong lagi menjadi beberapa bagian.
  2. Potong apel kotak-kotak dan sisihkan bagian bijinya.
  3. Masukkan apel, wortel, serta air buah lemon ke dalam blender. Bila terlalu padat tambahkan air secukupnya, hancurkan
  4. hingga tercampur rata.
  5. Jus siap diminum.

Baca Juga: Promo Kemerdekaan RI 75thn Paket Physiotherapy

2. Mangga dan stroberi

Sumber: pexels.com

Bagi Anda yang lebih suka dengan tekstur jus yang lembut dan creamy, resep ini cocok untuk Anda coba. Tak hanya dari buah mangga dan stroberi yang dikenal tinggi akan kandungan antioksidan, Anda juga akan mendapatkan khasiat dari susu yang mengandung probiotik.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 200 gram stroberi, potong-potong
  • 200 gram buah mangga, potong kotak-kotak
  • ½ buah jeruk, kupas kulitnya
  • Susu rendah lemak atau susu almond, sesuai selera

Cara membuat:

  1. Masukkan semua bahan yang telah dipotong ke dalam Tambahkan susu secukupnya atau sampai jus tidak terlalu padat.
  2. Tuang ke dalam gelas, jus bisa disajikan langsung atau disimpan di dalam kulkas.
Share This
Pakai-Masker-Tidak-Bikin-Bau-Mulut
Link Enlarge

Pakai Masker Bikin Bau Mulut? Ini Cara Mengatasinya

Bali Royal Hospital August 4, 2020 Artikel 0

Pandemi corona telah mengubah gaya hidup secara total. Salah satunya adalah menjadikan penggunaan masker sebagai kebiasaan. Di balik manfaatnya, penggunaan masker membuat napas cenderung jadi bau. Benarkah demikian?

Menurut Dr Mark S. Wolff, dokter gigi dan juga dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Pennsylvania di AS mengatakan bukan penggunaan masker yang bikin bau mulut. Melainkan napas memang sudah bermasalah sebelum menggunakan masker.

Justru penggunaan masker dapat menyadarkan pemakainya bahwa napasnya memang bau. Sebagian besar bakteri yang tersisa dari makanan yang dikonsumsi, bersembunyi di antara gigi, di bawah gusi, dan di belakang lidah, serta sinus.

Menggunakan masker membuat udara di mulut terperangkap di masker sehingga aroma dari bakteri dan mungkin masalah gigi yang dialami jadi tercium. Di dalam mulut juga terdapat bakteri alami yang hidup setiap saat. Selain itu, ketika bernapas, udara lembap menyentuh masker dan ketika udara ini menguap, ia meninggalkan bau yang menyengat dan masuk ke indra penciuman.

Baca Juga : 6 Tips Panduan Menjalani Adaptasi Kebiasaaan Baru Saat Pandemi Corona

Mengatasi bau mulut yang dipicu oleh penggunaan masker dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan mulut. Sikatlah gigi setiap kali habis makan, sikat lidah, dan area samping mulut, dan jangan lupa berkumur dengan obat kumur.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, napas bau bisa menjadi tanda kalau kamu memang punya masalah dengan kesehatan gigi dan mulut. Bisa jadi kamu mengalami penyakit gusi. Penyakit gusi dapat terjadi ketika bakteri sisa dari makanan bersarang jauh di dalam kantung yang mengelilingi gusi.

Bakteri ini memakan gusi, menyebabkan gigi kendur, dan akhirnya rontok. Penyakit gusi melepaskan zat kimia belerang yang disebut metil merkaptan, yang berbau seperti telur busuk. Jadi, ketika gas berbahaya ini menguap bisa memicu bau napas yang tidak enak.

Bau mulut tidak hanya menjadi tanda kalau kamu memiliki gangguan kesehatan mulut dan gigi. Beberapa kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi penyebab bau mulut. Ini termasuk penyakit jantung, masalah paru-paru, merokok, dan amandel.

Makanan Bisa Memicu Bau Mulut saat Pakai Masker

Kopi, bawang putih, ikan, telur, bawang merah, dan makanan pedas bisa memicu bau mulut. Beberapa makanan tersebut melepas sulfida sehingga memicu bau mulut. Permen atau permen karet bisa menutupi bau ini, tetapi bau dari konsumsi makanan ini bisa bertahan dalam tubuh jauh lebih lama.

Allyl methyl sulfide dalam kopi, bawang, dan bawang putih dapat tetap berada dalam aliran darah dan dikeluarkan melalui napas hingga 72 jam setelah dikonsumsi. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengonsumsi makanan lain seperti lemon, peterseli, serta buah-buahan dan sayuran segar, seperti apel atau wortel yang merangsang produksi air liur, sehingga membersihkan kotoran dari mulut.

Tonton Juga : Tips Penggunaan Masker yang tepat dan Mencuci Masker Kain yang benar

Sama seperti makanan manis dan bergula, konsumsi jenis makanan ini dapat memicu bau mulut jika selepasnya kamu tidak membersihkan gigi dengan baik dan benar. Mengonsumsi banyak protein dan sedikit karbohidrat juga membuat tubuh mengeluarkan keton melalui urine dan napas, sehingga memicu bau mulut.

Cobalah perbanyak konsumsi air putih untuk mengeluarkan keton dari tubuh. Jika butuh rekomendasi mengenai masalah kesehatan gigi dan mulut, bisa ditanyakan langsung ke dokter di Bali Royal Hospital. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi BROS Mobile  lewat Google Play.

Sumber : halodoc.com

Share This
Panduan-Menjalani-New-Normal-Saat-Pandemi-Corona
Link Enlarge

6 Tips Panduan Menjalani New Normal Saat Pandemi Corona

Bali Royal Hospital June 22, 2020 Artikel 0

Sejak pandemi COVID-19 muncul, hampir semua orang mengalami kendala untuk menjalani kehidupan normal akibat pembatasan yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Namun, dengan usainya pembatasan tersebut, pemerintah menganjurkan kita untuk mulai melakukan kegiatan seperti biasa, tentunya sambil mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

Hal ini mendorong kita untuk lebih gencar dalam menerapkan langkah pencegahan dasar COVID-19, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menerapkan physical distancing, serta mengenakan masker dalam setiap aktivitas, terutama di tempat umum.

Berikut adalah hal-hal penting yang perlu kamu ketahui untuk menghadapi new normal:

1. Saat harus keluar rumah dan kembali lagi ke rumah

Penerapan new normal akan membuat kita lebih longgar untuk keluar rumah. Namun, mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, kita harus tetap menerapkan langkah pencegahan dasar kapan pun dan di mana pun kita berada. Selain itu, jangan memaksakan diri untuk keluar rumah saat sedang tidak fit.

Berikut tips jika sobat BROS sudah sampai dirumah.

  1. Buka alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah.
  2. Semprotkan disinfektan pada alas kaki maupun peralatan yang kamu gunakan.
  3. Cuci tangan dengan air dan sabun.
  4. Lepaskan pakaian yang dikenakan dan segera masukkan ke dalam tempat cucian yang tertutup.
  5. Mandi dan berganti pakaian bersih sebelum bersantai atau berkumpul dengan keluarga.

2. Sewaktu menggunakan transportasi umum

Bila kamu harus bepergian ke suatu tempat dan menggunakan transportasi umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain menerapkan langkah pencegahan dasar.

Untuk memudahkanmu dalam menjaga kebersihan tangan, bawalah selalu hand sanitizer. Jangan menyentuh wajah dengan tangan yang belum dibersihkan. Selain itu, pastikan kamu membawa botol minum agar tetap terhidrasi selama perjalanan.

Yang paling penting untuk diingat selama berada di dalam transportasi umum adalah mengurangi interaksi dan menjaga jarak setidaknya 1 meter dengan penumpang lain. Bila hal ini tidak memungkinkan, sebaiknya jangan menggunakan transportasi umum.

3. Selama bekerja di kantor

Dimulainya new normal akan membuat para karyawan kembali bekerja di kantor secara bertahap setelah beberapa bulan bekerja dari rumah. Nah, agar tetap aman dan terhindar dari virus Corona di tempat kerja, kamu perlu menerapkan pshysical distancing dalam setiap kegiatan di kantor.

Tonton Juga Video : Menjaga Kehamilan Pada Saat Pandemi Covid-19

4. Ketika berbelanja

Bila kamu harus berbelanja membeli bahan makanan, kemungkinan kamu akan bertemu dengan banyak orang. Ingat, selalu terapkan physical distancing, ya.

Batasi menyentuh barang-barang di toko maupun di tempat umum. Setelah menyentuh barang-barang tersebut, jangan menyentuh wajah atau barang-barang pribadi, misalnya tas dan handphone, sebelum mencuci tangan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko terkontaminasi virus Corona.

Selain itu, usahakan untuk tidak berlama-lama saat belanja. Catat barang-barang apa saja yang perlu dibeli dan langsung ke kasir ketika semua sudah Anda dapatkan.

5. Ketika berbelanja online atau memesan makanan online

Sejak pandemi, belanja online makin banyak diminati, karena orang bisa berbelanja dengan mudah tanpa harus keluar rumah.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, yaitu:

  1. Hindari kontak langsung dengan kurir. Bila perlu, kenakan masker saat bertransaksi.
  2. Upayakan untuk membayar barang belanjaan dengan secara nontunai untuk meminimalkan interaksi dengan kurir.
  3. Sediakan tempat khusus bagi kurir menaruh barang pesananmu, agar kamu tidak perlu bertemu langsung atau bersentuhan dengan kurir ketika menerima barang.
  4. Buka bungkus paket di luar rumah dan segera buang bungkusnya di tempat sampah atau semprot bungkus paket dengan disinfektan sebelum membawanya masuk ke dalam rumah.
  5. Untuk makanan, jangan menyemprotkan disinfektan ke bungkusnya. Cukup buka dan buang bungkusnya, lalu pindahkan makanan ke piring. Jangan makan makanan langsung dari wadahnya.
  6. Setelah membuka kemasan paket barang atau makanan, langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Baca Juga : Batuk Biasa dengan Batuk Karena Coronavirus, Apa Bedanya?

6. Ketika membutuhkan layanan kesehatan

Alih-alih berkonsultasi langsung dengan dokter di rumah sakit, lebih baik gunakan fasilitas telemedicine. Sobat BROS bisa menggunakan layanan Telemedicine Bali Royal Hospital untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Berkonsultasi secara online lewat layanan telemedicine / video call dinilai lebih aman untuk mencegah penularan virus Corona, khususnya bagi orang-orang dengan penyakit yang rentan terkena COVID-19, seperti diabetes atau penyakit jantung. Yuk booking dokter sekarang.

 

Sumber : www.alodokter.com

Share This
Apa-Bedanya-Rapid-Test-dengan-Swab,-Yuk-Cari-Tahu-Disini
Link Enlarge

Apa Bedanya Rapid Test dengan Swab? Yuk Cari Tahu Disini!

Bali Royal Hospital May 18, 2020 Artikel 0

Pandemi  virus corona masih terus berlangsung, membuat semua orang harus meningkatkan kewaspadaan jangan sampai tertular. Berbagai langkah sudah diambil oleh pemerintah untuk menangani pandemik virus corona ini, dalam rangka memutuskan rantai penularan, sampai dengan menggunakan berbagai fasilitas untuk tempat perawatan pasien dengan infeksi virus Corona tersebut.

Bila dilihat dari negara lain yang juga sedang memerangi pandemik ini, mereka mengambil beberapa langkah yang diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi virus ini, antara lain adanya pemeriksaan skrining yang dilakukan secara massal agar dapat mengetahui masyarakat yang sudah terjangkit atau tidak, atau menerapkan sistem lockdown untuk wilayah yang terjangkit tersebut.

Perbedaan Rapid Test dengan Swab

Belum lama ini kita mendengar bahwa pemerintah kita telah mempersiapkan tes untuk virus corona yang disebut dengan rapid test. Hasil pemeriksaan dari rapid test ini dikatakan akan selesai dalam hitungan menit sampai dengan jam saja, sehingga hasil dapat langsung disampaikan ke pasien tersebut. Namun, bagaimanakah cara kerja rapid test tersebut? Apakah sama dengan pemeriksaan swab tenggorok yang dilakukan selama ini? Apakah pemeriksaan rapid test ini bisa dilakukan secara umum untuk orang yang tidak bergejala?

Sebelum kita menjelaskan lebih lanjut mengenai rapid test tersebut, ada baiknya kita mengerti perjalanan penyakit ketika suatu virus masuk ke dalam tubuh kita. Pada saat virus masuk ke dalam tubuh kita, virus tidak langsung menimbulkan gejala. Virus akan tinggal di tubuh kita sampai virus tersebut bisa menimbulkan gejala. Masa saat virus masuk ke tubuh sampai bisa menimbulkan gejala tersebut merupakan masa inkubasi. Setelah virus tersebut menimbulkan gejala, imunitas tubuh akan berusaha untuk melawan infeksi virus tersebut. Saat terjadi perlawanan melalui infeksi virus ini, dapat menimbulkan terjadinya antibodi di dalam tubuh. Lama terbentuknya antibodi ini butuh waktu, dalam hitungan hari. Antibodi tersebut merupakan pasukan yang akan melawan virus tersebut.

Promosi : Promo Deteksi COVID-19 di Bali Royal Hospital

Pemeriksaan dengan rapid test merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan penilaian antibodi di dalam tubuh. Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengambil darah. Terdapat dua jenis antibodi yang dinilai yang kita sebut dengan IgM dan IgG. Antibodi IgM merupakan antibodi yang muncul pertama kali dan kita artikan sebagai infeksi yang masih berlangsung, sedangkan antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelag IgM.

Pada awal perjalanan penyakit bisa saja didapatkan hasil yang negatif karena antibodi yang belum terbentuk. Biasanya IgM terbentuk pada hari ke lima atau setelahnya. Sedangkan pada pemeriksaan swab, kita bisa mendeteksi infeksi sejak awal perjalanan penyakit. Kapan dilakukannya pemeriksaan ini sebaiknya dikonsulkan dengan dokter terlebih dahulu. Pemeriksaan rapid test ini juga dilakukan kepada tenaga medis (dengan kemungkinan adanya paparan selama ini), serta adanya kontak positif dari orang-orang sekitarnya.

Sumber : Guesehat.com

Share This
  • 34
  • 35
  • 36
  • 37
  • 38
  • 39
  • 40

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top