Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Pakai-Masker-Tidak-Bikin-Bau-Mulut
Link Enlarge

Pakai Masker Bikin Bau Mulut? Ini Cara Mengatasinya

Bali Royal Hospital August 4, 2020 Artikel 0

Pandemi corona telah mengubah gaya hidup secara total. Salah satunya adalah menjadikan penggunaan masker sebagai kebiasaan. Di balik manfaatnya, penggunaan masker membuat napas cenderung jadi bau. Benarkah demikian?

Menurut Dr Mark S. Wolff, dokter gigi dan juga dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Pennsylvania di AS mengatakan bukan penggunaan masker yang bikin bau mulut. Melainkan napas memang sudah bermasalah sebelum menggunakan masker.

Justru penggunaan masker dapat menyadarkan pemakainya bahwa napasnya memang bau. Sebagian besar bakteri yang tersisa dari makanan yang dikonsumsi, bersembunyi di antara gigi, di bawah gusi, dan di belakang lidah, serta sinus.

Menggunakan masker membuat udara di mulut terperangkap di masker sehingga aroma dari bakteri dan mungkin masalah gigi yang dialami jadi tercium. Di dalam mulut juga terdapat bakteri alami yang hidup setiap saat. Selain itu, ketika bernapas, udara lembap menyentuh masker dan ketika udara ini menguap, ia meninggalkan bau yang menyengat dan masuk ke indra penciuman.

Baca Juga : 6 Tips Panduan Menjalani Adaptasi Kebiasaaan Baru Saat Pandemi Corona

Mengatasi bau mulut yang dipicu oleh penggunaan masker dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan mulut. Sikatlah gigi setiap kali habis makan, sikat lidah, dan area samping mulut, dan jangan lupa berkumur dengan obat kumur.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, napas bau bisa menjadi tanda kalau kamu memang punya masalah dengan kesehatan gigi dan mulut. Bisa jadi kamu mengalami penyakit gusi. Penyakit gusi dapat terjadi ketika bakteri sisa dari makanan bersarang jauh di dalam kantung yang mengelilingi gusi.

Bakteri ini memakan gusi, menyebabkan gigi kendur, dan akhirnya rontok. Penyakit gusi melepaskan zat kimia belerang yang disebut metil merkaptan, yang berbau seperti telur busuk. Jadi, ketika gas berbahaya ini menguap bisa memicu bau napas yang tidak enak.

Bau mulut tidak hanya menjadi tanda kalau kamu memiliki gangguan kesehatan mulut dan gigi. Beberapa kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi penyebab bau mulut. Ini termasuk penyakit jantung, masalah paru-paru, merokok, dan amandel.

Makanan Bisa Memicu Bau Mulut saat Pakai Masker

Kopi, bawang putih, ikan, telur, bawang merah, dan makanan pedas bisa memicu bau mulut. Beberapa makanan tersebut melepas sulfida sehingga memicu bau mulut. Permen atau permen karet bisa menutupi bau ini, tetapi bau dari konsumsi makanan ini bisa bertahan dalam tubuh jauh lebih lama.

Allyl methyl sulfide dalam kopi, bawang, dan bawang putih dapat tetap berada dalam aliran darah dan dikeluarkan melalui napas hingga 72 jam setelah dikonsumsi. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengonsumsi makanan lain seperti lemon, peterseli, serta buah-buahan dan sayuran segar, seperti apel atau wortel yang merangsang produksi air liur, sehingga membersihkan kotoran dari mulut.

Tonton Juga : Tips Penggunaan Masker yang tepat dan Mencuci Masker Kain yang benar

Sama seperti makanan manis dan bergula, konsumsi jenis makanan ini dapat memicu bau mulut jika selepasnya kamu tidak membersihkan gigi dengan baik dan benar. Mengonsumsi banyak protein dan sedikit karbohidrat juga membuat tubuh mengeluarkan keton melalui urine dan napas, sehingga memicu bau mulut.

Cobalah perbanyak konsumsi air putih untuk mengeluarkan keton dari tubuh. Jika butuh rekomendasi mengenai masalah kesehatan gigi dan mulut, bisa ditanyakan langsung ke dokter di Bali Royal Hospital. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi BROS Mobile  lewat Google Play.

Sumber : halodoc.com

Share This
Panduan-Menjalani-New-Normal-Saat-Pandemi-Corona
Link Enlarge

6 Tips Panduan Menjalani New Normal Saat Pandemi Corona

Bali Royal Hospital June 22, 2020 Artikel 0

Sejak pandemi COVID-19 muncul, hampir semua orang mengalami kendala untuk menjalani kehidupan normal akibat pembatasan yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Namun, dengan usainya pembatasan tersebut, pemerintah menganjurkan kita untuk mulai melakukan kegiatan seperti biasa, tentunya sambil mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

Hal ini mendorong kita untuk lebih gencar dalam menerapkan langkah pencegahan dasar COVID-19, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menerapkan physical distancing, serta mengenakan masker dalam setiap aktivitas, terutama di tempat umum.

Berikut adalah hal-hal penting yang perlu kamu ketahui untuk menghadapi new normal:

1. Saat harus keluar rumah dan kembali lagi ke rumah

Penerapan new normal akan membuat kita lebih longgar untuk keluar rumah. Namun, mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, kita harus tetap menerapkan langkah pencegahan dasar kapan pun dan di mana pun kita berada. Selain itu, jangan memaksakan diri untuk keluar rumah saat sedang tidak fit.

Berikut tips jika sobat BROS sudah sampai dirumah.

  1. Buka alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah.
  2. Semprotkan disinfektan pada alas kaki maupun peralatan yang kamu gunakan.
  3. Cuci tangan dengan air dan sabun.
  4. Lepaskan pakaian yang dikenakan dan segera masukkan ke dalam tempat cucian yang tertutup.
  5. Mandi dan berganti pakaian bersih sebelum bersantai atau berkumpul dengan keluarga.

2. Sewaktu menggunakan transportasi umum

Bila kamu harus bepergian ke suatu tempat dan menggunakan transportasi umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain menerapkan langkah pencegahan dasar.

Untuk memudahkanmu dalam menjaga kebersihan tangan, bawalah selalu hand sanitizer. Jangan menyentuh wajah dengan tangan yang belum dibersihkan. Selain itu, pastikan kamu membawa botol minum agar tetap terhidrasi selama perjalanan.

Yang paling penting untuk diingat selama berada di dalam transportasi umum adalah mengurangi interaksi dan menjaga jarak setidaknya 1 meter dengan penumpang lain. Bila hal ini tidak memungkinkan, sebaiknya jangan menggunakan transportasi umum.

3. Selama bekerja di kantor

Dimulainya new normal akan membuat para karyawan kembali bekerja di kantor secara bertahap setelah beberapa bulan bekerja dari rumah. Nah, agar tetap aman dan terhindar dari virus Corona di tempat kerja, kamu perlu menerapkan pshysical distancing dalam setiap kegiatan di kantor.

Tonton Juga Video : Menjaga Kehamilan Pada Saat Pandemi Covid-19

4. Ketika berbelanja

Bila kamu harus berbelanja membeli bahan makanan, kemungkinan kamu akan bertemu dengan banyak orang. Ingat, selalu terapkan physical distancing, ya.

Batasi menyentuh barang-barang di toko maupun di tempat umum. Setelah menyentuh barang-barang tersebut, jangan menyentuh wajah atau barang-barang pribadi, misalnya tas dan handphone, sebelum mencuci tangan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko terkontaminasi virus Corona.

Selain itu, usahakan untuk tidak berlama-lama saat belanja. Catat barang-barang apa saja yang perlu dibeli dan langsung ke kasir ketika semua sudah Anda dapatkan.

5. Ketika berbelanja online atau memesan makanan online

Sejak pandemi, belanja online makin banyak diminati, karena orang bisa berbelanja dengan mudah tanpa harus keluar rumah.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, yaitu:

  1. Hindari kontak langsung dengan kurir. Bila perlu, kenakan masker saat bertransaksi.
  2. Upayakan untuk membayar barang belanjaan dengan secara nontunai untuk meminimalkan interaksi dengan kurir.
  3. Sediakan tempat khusus bagi kurir menaruh barang pesananmu, agar kamu tidak perlu bertemu langsung atau bersentuhan dengan kurir ketika menerima barang.
  4. Buka bungkus paket di luar rumah dan segera buang bungkusnya di tempat sampah atau semprot bungkus paket dengan disinfektan sebelum membawanya masuk ke dalam rumah.
  5. Untuk makanan, jangan menyemprotkan disinfektan ke bungkusnya. Cukup buka dan buang bungkusnya, lalu pindahkan makanan ke piring. Jangan makan makanan langsung dari wadahnya.
  6. Setelah membuka kemasan paket barang atau makanan, langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Baca Juga : Batuk Biasa dengan Batuk Karena Coronavirus, Apa Bedanya?

6. Ketika membutuhkan layanan kesehatan

Alih-alih berkonsultasi langsung dengan dokter di rumah sakit, lebih baik gunakan fasilitas telemedicine. Sobat BROS bisa menggunakan layanan Telemedicine Bali Royal Hospital untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Berkonsultasi secara online lewat layanan telemedicine / video call dinilai lebih aman untuk mencegah penularan virus Corona, khususnya bagi orang-orang dengan penyakit yang rentan terkena COVID-19, seperti diabetes atau penyakit jantung. Yuk booking dokter sekarang.

 

Sumber : www.alodokter.com

Share This

Apa itu Coronaviruses (CoV) dan Cara Pencegahan

Bali Royal Hospital January 27, 2020 Artikel 0

Coronaviruses (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Coronavirus novel (nCoV) adalah virus jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Virus corona adalah zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Investigasi terperinci menemukan bahwa SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia.

Tanda-tanda umum dari infeksi ini adalah termasuk gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi ini adalah salah satunya termasuk mencuci tangan secara teratur, menutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, memasak daging dan telur dengan saksama. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

 

Baca juga: Waspada Gejala Serangan Jantung Ringan Mirip Masuk Angin!

Apa-itu-Coronaviruses

 

(sumber: WHO)

Share This

6 Manfaat Buah Naga untuk Kecantikan dan Diet

Bali Royal Hospital January 25, 2020 Artikel 0

Siapa yang suka makan buah naga? Kandungan vitamin buah naga yang sangat banyak diklaim memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Bahkan, manfaat buah naga untuk kecantikan juga tidak diragukan lagi! Mau tahu apa saja? Cek informasinya di bawah ini!

Buah naga, dikenal juga sebagai pitaya, pitahaya, atau strawberry pear, merupakan buah tropikal dengan wujud kulit berwarna merah, daging yang manis, dan biji berbintik-bintik. Kandungan vitamin buah naga yang segudang dan bentuknya yang unik, membuatnya sangat populer di antara penikmat buah dan kalangan yang memiliki tingkat kepedulian tinggi terhadap kesehatan. Yup, manfaat buah naga merah untuk diet memang sudah tidak perlu diragukan lagi, Gengs!

Buah naga tumbuh dari kaktus Hylocereus yang juga dikenal dengan panggilan Ratu Honolulu. Bunganya sendiri hanya akan terbuka di malam hari. Tumbuhan ini awalnya banyak ditemukan di Meksiko bagian selatan dan Amerika Tengah. Namun, banyaknya manfaat buah naga merah untuk diet membuat buah yang satu ini juga bisa ditemukan hampir di seluruh negara, salah satunya di Indonesia.

Baca juga: Waspada Gejala Serangan Jantung Ringan Mirip Masuk Angin!

Terdapat 2 tipe buah naga yang paling umum ditemukan, yakni buah naga dengan warna kulit merah, daging berwarna putih atau merah, dan biji hitam berbintik-bintik. Sementara tipe yang lainnya disebut sebagai buah naga kuning karena memiliki kulit berwarna kuning, daging berwarna putih, dan biji hitam berbintik-bintik.

Kandungan Vitamin Buah Naga

Meski bentuknya sangat eksotis, rasa dari buah naga mirip dengan buah-buah yang lain. Kalau dideskripsikan, rasanya agak sedikit manis, seperti perpaduan rasa buah kiwi dan pir. Soal nutrisi dan kandungan vitamin buah naga jangan diragukan lagi! Dalam penyajian 100 gr, buah naga mengandung:

  • 60 kalori.
  • 1,2 gr protein.
  • 0 gr lemak.
  • 13 gr karbohidrat.
  • 3 gr serat.
  • 3% RDI vitamin C.
  • 4% RDI zat besi.
  • 10% RDI magnesium.

Kandungan vitamin dalam buah naga yang tak kalah penting bagi tubuh adalah vitamin E. Vitamin yang satu ini merupakan antioksidan. Artinya, ini dapat menjaga jaringan tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Vitamin E juga digunakan untuk membantu menjaga kekuatan sistem imun agar mampu melawan virus dan bakteri, membantu tubuh menggunakan vitamin K, serta membantu memperlebar pembuluh darah dan menghindari pembekuan darah.

Ada pula beberapa antioksidan lain di dalam buah naga, seperti:

  • Betalains: Dapat ditemukan pada bagian daging merah buah naga. Pigmen merah ini telah terbukti mampu melindungi kolesterol LDL supaya tidak teroksidasi atau rusak.
  • Hydroxycinnamates: Dalam studi test-tube dan penelitian terhadap hewan, kelompok senyawa ini mendemonstrasikan aktivitasnya sebagai anti-kanker.
  • Flavonoid: Grup antioksidan yang besar ini dikaitkan dengan kesehatan otak yang lebih baik maupun menurunnya risiko penyakit jantung.

Setelah mengetahui segala antioksidan, nutrisi, dan kandungan vitamin buah naga, tidak heran kan kalau manfaat buah naga merah untuk diet serta manfaat buah naga untuk kecantikan sangat banyak, Gengs? Yuk, kita bahas satu per satu!

Manfaat Buah Naga untuk Kecantikan

Tidak hanya tampilannya yang menarik dan eksotis, manfaat buah naga untuk kecantikan sangat banyak. Hal ini tidak perlu diragukan, mengingat banyaknya antioksidan, nutrisi, dan kandungan vitamin buah naga. Segala masalah kulit, mulai dari tanda-tanda penuaan, jerawat, hingga sunburn, bisa diatasi dengan buah ini!

  1. Membantu meredakan sunburn

Manfaat buah naga untuk kecantikan yang pertama adalah mampu membantu meredakan kulit yang terbakar sinar matahari alias sunburn. Pasalnya, buah ini kaya akan vitamin B3, yang berguna untuk memberikan ketenangan pada kulit yang mengalami peradangan serta gatal dan kemerahan akibat tersengat matahari. Lebih jauh lagi, vitamin tersebut akan memproteksi kulit dari jahatnya sinar ultraviolet matahari.

  1. Membantu mengurangi jerawat

Ketika diaplikasikan secara topikal, manfaat buah naga untuk kecantikan berikutnya adalah mampu mengurangi jerawat yang membandel di kulit! Berterima kasihlah pada kandungan vitamin C di dalamnya. Antioksidan ini akan mencegah kulit Kamu berjerawat dan membuatnya tetap sehat dan bercahaya.

Caranya mudah, kok. Kamu tinggal menghancurkan daging buah naga menjadi pasta menggunakan garpu. Kemudian, aplikasikan ke area yang berjerawat menggunakan kapas. Pastikan untuk menggunakan kapas yang berbeda setiap mengaplikasikan ke area jerawat lain supaya jerawat tidak semakin menyebar, ya.

  1. Membuat kulit bercahaya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, vitamin C dalam buah naga dapat menghilangkan kulit kusam serta membuat kulit menjadi segar dan bersinar. Selain diaplikasikan ke kulit, buah naga dapat dibuat jus dan diminum secara rutin.

  1. Mencegah radikal bebas

Radikal bebas dapat merusak sel-sel dan menyebabkan stres oksidatif, sehingga membuat kulit tampak kusam dan dehidrasi sepanjang waktu. Sebagai tambahan, radikal bebas juga menyebabkan penuaan kulit datang lebih dini. Mengaplikasikan buah naga secara teratur ke wajah dapat mencegah radikal bebas, sehingga wajah tidak terlihat kusam.

  1. Membantu melawan penuaan dini

Gaya hidup yang buruk, kurang tidur, radikal bebas, pola diet yang tidak baik, serta terkena sinar ultraviolet matahari dapat mempercepat proses penuaan kulit dan menyebabkan timbulnya tanda-tanda penuaan dini, seperti garis-garis halus dan kerutan pada wajah.

Nah, lagi-lagi mengaplikasikan buah naga ke kulit wajah akan mengurangi masalah ini. Caranya, lepaskan setengah daging buah naga dari kulitnya, lalu hancurkan hingga menjadi pasta yang lembut. Kamu juga bisa mencampurnya dengan yoghurt. Setelah itu, aplikasikan ke bagian wajah dan leher. Tunggu hingga 20 menit, lalu cuci muka dengan air hangat.

  1. Menjadi pelembap alami

Manfaat buah naga untuk kecantikan yang terakhir adalah secara esensial mampu menjadi pelembap alami kulit! Yup, buah ini memang mengandung 80% air, vitamin-vitamin yang penting untuk kulit, maupun antioksidan.

Manfaat Buah Naga Merah untuk Diet

Kalau sudah tahu segudang manfaat buah naga merah untuk kecantikan, rasanya sangat sulit ya untuk tidak memasukkan buah yang satu ini ke dalam menu makanan setiap hari? Selain mudah untuk ditemukan, harganya pun tidaklah mahal. Lalu bagaimana dengan berat badan? Apakah ada manfaat buah naga merah untuk diet? Jawabannya iya, Gengs!

Serat yang terkandung dalam buah naga merupakan karbohidrat yang tidak tercerna, sehingga dapat berkontribusi dalam menjaga berat badan ideal. Para ahli kesehatan merekomendasikan asupan serat 25 gr per hari untuk wanita dan 38 gr per hari untuk pria. Dan sama seperti antioksidan, suplemen serat tidak memiliki manfaat kesehatan yang sama dengan serat yang Kamu dapatkan secara langsung dari makanan.

Jika Kamu mengonsumsi cukup serat, maka Kamu akan merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, Kamu pun akan mengasup lebih sedikit kalori, sehingga dapat mempercepat penurunan berat badan. Selain untuk menjaga berat badan ideal, sebuah riset juga menunjukkan serat berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan mengontrol diabetes melitus tipe 2.

Terakhir, manfaat buah naga merah untuk diet dikarenakan buah ini memiliki sedikit kalori dan tidak mengandung lemak, sehingga aman dijadikan camilan di antara waktu makan tanpa merasa bersalah! Resolusi kurus di tahun 2020 tampaknya bukan hanya angan-angan belaka nih, Gengs! (AS)

Sumber : Guesehat.com

Share This

Waspada Gejala Serangan Jantung Ringan Mirip Masuk Angin!

Bali Royal Hospital January 18, 2020 Artikel 0

Ketika seseorang mengalami gejala serangan jantung ringan dan kemudian selamat, mungkin ia dinyatakan beruntung. Padahal tidak ada untungnya sama sekali begitu Kamu sudah terkena serangan jantung, seringan apapun!

Serangan jantung ringan mungkin tidak mematikan. Namun ini adalah awal dari masalah besar yang jika tidak diwaspadai bisa menjadi bencana, berupa kerusakan jantung permanen yang berakhir dengan gagal jantung. Saat ini penyakit jantung adalah penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia.

Dengan kata lain, semua jenis serangan jantung adalah masalah serius. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan serangan jantung ringan, dan apa saja  gejalanya?

Apa Arti Serangan Jantung Ringan?

“Serangan jantung ringan” adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi yang disebut infark jantung atau bahasa medis lengkapnya adalah infark miokard elevasi non-ST atau NSTEMI. Seseorang dinyatakan mengalamai NSTEMI jika hasil pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) menunjukkan ada yang masalah atau sumbatan aliran darah ke jantung.

Pada jenis serangan jantung ini, aliran darah melalui salah satu arteri koroner tersumbat sebagian, sehingga pasokan darah beroksigen ke otot jantung berkurang. Meskipun tersumbat, umumnya jantung bisa mengompensasi sumbatan ini dan masih bisa memompa darah secara normal. Otot-otot jantung juga belum sampai mengalami kerusakan.

Gejala Serangan Jantung Ringan

Kebanyakan orang dengan serangan jantung ringan tidak menyadarai bahwa gejala yang mereka rasakan sebenarnya adalah serangan jantung. Gejala umum serangan jantung ringan adalah sesak napas, rasa tidak nyaman di dada, nyeri di rahang, leher, punggung dan ulu hati, pusing, mual, dan berkeringan dingin.

Gejala-gejala tersebut mirip dengan serangan jantung namun skalanya mungkin lebih ringan dan bisa hilang dengan beristirahat. Jika gejala ini tidak dianggap serius, dapat berakibat fatal. Ada kemungkinan NSTEMI ini akan berulang dan menyebabkan kerusakan otot jantung lebih parah.

Seberapa baik penanganan dan seberapa cepat pasien mendapatkan tindakan pasca serangan jantung ringan, akan semakin memperkecil peluang kerusakan pada jantung.

Standar perawatan pasien yang datang ke UGD dengan gejala mirip serangan jantung adalah dilakukan pemeriksaan jantung menyeluruh, dengan segera. Pemeriksaan minimal berupa tes elektrokardiogram (EKG) dan tes darah. Mengapa perlu tes darah? Saat serangan jantung, darah akan mengeluarkan enzim sebagai tanda adanya kerusakan pada otot jantung. Sedangkan tes EKG untuk melihat seberapa baik jantung Kamu memompa.

Setelah beberapa jam, hasil pemeriksaan bisa diketahui. Bisa jadi hasil pemeriksaan menunjukkan gejala yang Kamu alami itu bukan serangan jantung. Ada beberapa penyakit memang yang gejalanya mirip serangan jantung. Bahkan penyakit maag dan “masuk angin” pun kadang mirip dengan serangan jantung ringan. Namun ingat ya Gengs, tidak ada pemeriksaan yang sia-sia. Lebih baik waspada daripada terlambat.

Lebih baik Kamu menghabiskan beberapa jam di UGD daripada membiarkan kerusakan jantung telah terjadi, dan sudah tidak dapat diperbaiki. Jika dokter curiga Kamu mengalami serangan jantung bisa jadi dokter akan menentukan Kamu memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Mengapa serangan jantung ringan sekalipun harus ditanggapi dengan serius?

Jantung adalah organ yang unik. Bahkan meskipun jantung Kamu tidak cedera, serangan jantung harus dilihat sebagai alarm peringatan. Kamu berisiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung atau stroke jika pernah mengalami NSTEMI.

Dokter akan memberikan rencana cara mencegah serangan jantung datang lagi. Rencana ini sebaiknya Kamu ikuti. Salah satu pencegahan paling penting adalah mengelola faktor-faktor risiko serangan jantung.

Jika Kamu merokok, sebaiknya segera berhenti. Lakukan penurunan berat badan dengan diet seimbang dan berolahraga. Jika Kamu memiliki hipertensi atau diabetes, maka kelola penyakit tersebut agar terkendali.

Sumber : Guesehat.com

Share This
  • 31
  • 32
  • 33
  • 34
  • 35
  • 36
  • 37

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top