Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Batuk-Biasa-dengan-Batuk-Karena-Coronavirus,-Apa-Bedanya
Link Enlarge

Batuk Biasa dengan Batuk Karena Coronavirus, Apa Bedanya?

Bali Royal Hospital May 14, 2020 Artikel 0

Seperti yang kita ketahui, salah satu gejala dari infeksi coronavirus adalah batuk. Jika saat ini Kamu batuk, tentu ada rasa khawatir dan bertanya-tanya, jangan-jangan Kamu tertular coronavirus. Maka, penting untuk mengetahui perbedaan antara batuk sebagai gejala infeksi coronavirus dan batuk biasa. Dengan begitu, dapat ditentukan pengobatan yang tepat.

Promo : Layanan Telemedicine Bali Royal Hospital

Lalu, bagaimana dengan batuk yang merupakan gejala dari coronavirus atau Covid-19? Batuk akibat infeksi coronavirus umumnya bersifat batuk kering yang terjadi terus menerus. Dilihat dari kasus yang terkonfirmasi di Cina hingga 22 Februari 2020, ada 67,7% pasien coronavirus positif yang menunjukkan gejala batuk kering. Pengertian batuk kering adalah batuk yang tidak berdahak atau berlendir. Virus mengiritasi dan menyebabkan tenggorokan terasa gatal. Tubuh mengompensasinya dengan batuk.

Baca Juga : 7 Tips Mengatasi Sakit Kepala Saat Kerja Lembur di Kantor

Selain itu, batuk yang merupakan gejala infeksi coronavirus ini tidak terjadi sekali dua kali. Misalnya seperti kalau Kamu berdehem karena ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan. Batuk umumnya berlagsung terus menerus dan dirasakan oleh penderitanya tidak seperti batuk biasa, dan bukan seperti batuk biasa karena alergi atau flu.

Sumber : Guesehat.com

Share This
7-Tips-Mengatasi-Sakit-Kepala-Saat-Kerja-Lembur
Link Enlarge

7 Tips Mengatasi Sakit Kepala Saat Kerja Lembur di Kantor

Bali Royal Hospital May 7, 2020 Artikel 0

Tuntutan pekerjaan yang menumpuk dan harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas seringkali membuat Anda tidak sempat melakukan pengobatan untuk meringankan sakit kepala dan bahkan mungkin terkadang harus menahan rasa sakit. Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara mengatasi sakit kepala yang dapat dilakukan secara cepat dan tidak menghambat proses bekerja.

Berikut beberapa cara praktis untuk membantu meringankan sakit kepala yang dirasakan ketika bekerja.

1. Minum obat sakit kepala

Salah satu obat sakit kepala terdiri dari parasetamol, propyphenazone, dan kafein yang cepat dan efektif dalam meringankan sakit kepala.

2. Minum air putih sebagai cara cepat mengatasi sakit kepala

Dehidrasi merupakan salah satu pemicu paling umum dari sakit kepala. Ketika tubuh mulai kekurangan cairan, salah satu gejala atau tanda yang dapat Anda rasakan adalah sakit kepala. Sakit kepala terjadi karena otak berkontraksi atau menyusut akibat kekurangan cairan. Mekanisme ini menyebabkan otak menjauh dari tengkorak dan memicu rasa sakit.

Usahakan untuk selalu minum air atau bentuk cairan apa pun untuk menghindari dehidrasi saat bekerja. Jika di pagi hari Anda merasa haus lalu mulai bekerja tanpa memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari, hampir dipastikan sakit kepala akan muncul saat kerja lembur

3. Berhenti kerja sejenak untuk bergerak

Hindari duduk dalam waktu terlalu lama. Selalu sempatkan untuk bergerak agar mendapat aktivitas fisik minimal selama 25 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Anda dapat menyiasatinya seperti dengan cara berjalan-jalan keliling kantor untuk menyapa teman atau memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari kantor.

Baca Juga : Amankah mengkonsumsi Frozen Food terus menerus saat WFH?

4. Pijat leher dan sekitar pelipis secara perlahan

Tidak perlu kemampuan khusus untuk memijat bagian leher dan area sekitar pelipis Anda sendiri, karena ini merupakan cara cepat meringankan sakit kepala.

Memijat kedua bagian tersebut dapat membantu meringankan tensi atau keparahan dari sakit kepala yang mungkin disebabkan karena stres. Selain itu, memijat juga akan meningkatkan aliran darah.

5. Menambah asupan kafein

Menambah-asupan-kafein
Sumber : pixabay.com

Kafein juga dapat membantu obat sakit kepala dengan jenis obat pereda nyeri seperti asetaminofen bekerja lebih baik. Terdapat juga obat sakit kepala yang mengandung kombinasi antara parasetamol, propifenason, dan kafein sehingga lebih praktis dikonsumsi serta dapat menjadi alternatif apabila Anda butuh kafein tapi tidak menyukai kopi.

6. Mengatasi sakit kepala cepat dengan cara relaksasi

Stres merupakan sumber utama dari beberapa masalah pada tubuh, termasuk sakit kepala. Sakit kepala dapat muncul akibat otot leher dan bahu yang tegang. Oleh karena itu, pelajari beberapa teknik pernapasan untuk relaksasi atau lakukan peregangan otot di meja kerja untuk membuat otot-otot terasa lebih ringan. Cara cepat ini juga bisa mengatasi sakit kepala akibat stres.

Tonton Juga Video : Tips Agar Tubuh Tidak Mudah Sakit dan Terhindar dari Penyakit

7. Perhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi

Penting juga untuk tetap makan dalam jadwal yang teratur. Usahakan untuk tidak melewatkan setiap jam makan. Saat Anda lapar atau kurang mendapat asupan makanan dan minuman, hal tersebut dapat menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala terjadi akibat gula darah yang menurun dari biasanya.

Perhatikan-makanan-dan-minuman-yang-dikonsumsi
Sumber : pixabay.com

Sakit kepala saat bekerja terkadang sulit untuk dihindari. Berbagai tekanan yang kemudian menyebabkan stres merupakan bagian dari rutinitas yang mau tidak mau harus tetap dijalani. Lakukan beberapa cara cepat mengatasi sakit kepala di atas untuk membantu meringankan sakit kepala.

Sumber : hellosehat.com

Share This
Amankah-mengkonsumsi-Frozen-Food-terus-menerus-saat-WFH-2
Link Enlarge

Amankah mengkonsumsi Frozen Food terus menerus saat WFH?

Bali Royal Hospital May 4, 2020 Artikel 0

Di tengan situasi pandemi virus corona (COVID-19), pemerintah menghimbau agar masyarakatnya tidak banyak melakukan aktivitas di luar, bekerja dari rumah, dan melakukan social distancing sebisa mungkin, untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Alhasil banyak kantor-kantor yang ditutup sementara dan memperbolehkan karyawannya untuk work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Situasi WFH ini membuat masyarakat harus menyetok setidaknya sedikit cadangan makanan di rumah agar tidak perlu sering berbelanja ke luar. Nah, salah satu jenis makanan yang banyak dipilih karena proses memasaknya yang mudah adalah makanan beku atau frozen food.

Namun apakah aman mengonsumsi frozen food secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang?

Amankah Mengonsumsi Frozen Food?

Tindakan pembekuan tidak akan membuat makanan sehat atau tidak sehat. Hal ini sangat tergantung pada kandungan nutrisi dari makanan yang menjadi beku. Buah-buahan dan sayuran beku bisa sangat sehat, tetapi pizza beku, makanan ringan, dan makanan pembuka lainnya bisa sangat tidak sehat. Keamanan dari frozen food yang disimpan dengan benar dapat bertahan hampir tanpa batas waktu. Meskipun pembekuan menjaga makanan tetap aman untuk dikonsumsi, kualitas organoleptik makanan dapat memburuk setelah pembekuan jangka panjang.

Baca Juga : Gerakan Yoga untuk Atasi Rasa Cemas Selama Corona (Covid-19)

Mungkin ada perubahan dalam tekstur daging, lemak dapat hancur dan warna daging juga dapat berubah karena pembekuan melambat. Tetapi tidak sepenuhnya menghentikan aksi enzim tertentu yang secara alami ada pada hewan dan sayuran yang akan menyebabkan komponen makanan menurun atau teroksidasi.

Cara Memilih Frozen Food yang Sehat

Saat membeli frozen food, cari produk yang tidak mengandung banyak gula, natrium, atau saus berkalori tinggi.

Pilih sayuran biasa (banyak yang bisa dikukus dalam microwave), daripada produk yang mengandung saus. Jika Moms benar-benar menyukai sayuran dan saus, carilah saus yang dibuat dengan sedikit lemak dan natrium. Moms harus melihat label kandungan gizi dan ingat untuk mempertimbangkan ukuran sajian.

Amankah-mengkonsumsi-Frozen-Food-terus-menerus-saat-WFH
Sumber : shutterstock.com

Sama halnya untuk buah-buahan, pilih buah yang dibekukan tanpa tambahan gula atau sirup. Dan perhatikan kalori ekstra dalam campuran smoothie buah beku karena sering dibuat dengan tambahan gula yang tidak dibutuhkan.

Memilih frozen food dan camilan sehat tentu tidak mudah. Makanan ini sering mengandung lemak jenuh, natrium, gula, dan kalori, tetapi tidak semua kaya akan vitamin dan mineral.

Pizza, roti gulung, sandwich, makan malam ayam goreng, dan makanan lainnya biasanya bukan pilihan yang baik. Tetapi, jika Moms membandingkan label atau mencari di bagian makanan alami di toko, dapat menemukan makanan beku dan camilan yang lebih baik untuk dikonsumsi.

Sumber : parenting.orami.co.id

Share This
Tips-mengatasi-saat-Sakit-Gigi-di-Tengah-Pandemi-Corona
Link Enlarge

Tips mengatasi saat Sakit Gigi di Tengah Pandemi Corona

Bali Royal Hospital April 27, 2020 Artikel 0

Sakit gigi merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi. Namun, di tengah pandemi corona seperti sekarang ini, masyarakat diimbau untuk tetap di rumah saja guna mengurangi dampak penyebaran virus corona.

Langkah Mengatasi Sakit Gigi saat Pandemi

Selama periode pandemi ini, ada baiknya jika kamu menunda untuk pergi ke fasilitas kesehatan terdekat, jika urusan tidak terlalu mendesak. Jika kamu ingin pergi ke dokter gigi hanya untuk membersihkan karang gigi, sebaiknya ditunda terlebih dulu hingga pandemi ini berakhir. Selagi menunggu berakhirnya pandemi, kamu dapat melakukan beberapa langkah berikut guna mengatasi sakit gigi:

  • Berkumur Air Garam

Larutan air garam terbukti ampuh mengatasi sakit gigi. Garam bekerja dengan menyerap kelembapan mulut, serta membantu membunuh bakteri penyebab sakit gigi. Bukan hanya itu saja, air garam mampu mengatasi peradangan akibat infeksi. Dengan berkumur air garam saat sakit gigi, air garam mampu menenangkan rasa sakit yang kamu alami.

Caranya mudah, kamu hanya perlu melarutkan setengah sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat. Kemudian kumur-kumur selama beberapa menit. Pusatkan berkumur pada area yang terasa nyeri, kemudian diamkan beberapa menit. Setelah itu, berkumur dan bilas dengan air bersih.

Baca Juga: Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan

  • Berkumur Air Cuka

Jika kamu tidak menyukai rasa asin pada air garam, kamu bisa membuat larutan dengan cuka apel yang dicampur dengan cuka makanan. keduanya bersifat antibakteri dan antimikroba yang ampuh membunuh kuman penyebab sakit gigi. Jangan mencoba untuk berkumur dengan cuka murni, ya! Karena asam dari cuka dapat merusak enamel gigi saat terpapar langsung.

Caranya adalah dengan melarutkan setengah sendok teh cuka ke dalam segelas air hangat. Kemudian kumur-kumur pada area yang terasa sakit, dan diamkan selama beberapa menit. Setelah itu, buang air kumur dan bilas dengan air bersih.

  • Kunyah Bawang Merah dan Putih

Kedua bawang ini memiliki sifat antiseptik dan antimikroba yang mampu mengatasi sakit gigi secara cepat, serta mengendalikan rasa nyerinya. Caranya adalah dengan mengunyah bawah di area gigi yang terasa nyeri. Saat dikunyah, bawang akan melepaskan allicin, yaitu zat yang berfungsi untuk membunuh bakteri dalam mulut. Jika tidak suka dengan rasanya, kamu dapat mengiris tipis dan letakkan pada area yang terasa nyeri.

  • Daun Jambu Mera

Tahukah kamu jika daun jambu merah memiliki sifat anti radang, antimikroba, serta sekaligus pereda nyeri yang mampu mengatasi sakit gigi? Caranya dengan mengunyah daun hingga keluar ekstrak airnya. Ekstrak air inilah yang memiliki kandungan-kandungan baik yang mampu mengatasi sakit gigi.

Kondisi yang Diperbolehkan Mengunjungi Dokter Gigi

Saat pandemi COVID-19, sakit gigi merupakan salah satu penyakit yang harus ditangani sendiri di rumah. Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengatakan bahwa pengidap masih bisa mencari layanan untuk masalah sakit gigi yang tidak tertahankan. Berikut kriteria pengidap yang boleh datang ke dokter gigi saat ini:

  1. Mengalami nyeri gigi yang tidak tertahankan.
  2. Mengalami pendarahan parah.
  3. Mengalami pembengkakan pada gusi karena infeksi.
  4. Mengalami trauma pada gigi dan tulang wajah.

Baca Juga: Mengapa Perlu Mencuci Tangan Secara Rutin?

Selain beberapa kriteria tersebut, pengidap yang ingin mengunjungi dokter gigi harus memastikan jika mereka tidak dalam keadaan demam, batuk, atau pilek. Jika sudah memenuhi kriteria yang telah disebutkan, kamu dapat langsung membuat janji dengan dokter di Bali Royal Hospital melalui aplikasi Booking WhatsApp. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi antri di rumah sakit saat pandemi.

 

Sumber : halodoc

Share This
Gerakan-Yoga-untuk-Atasi-Rasa-Cemas-Selama-Corona-(Covid-19)
Link Enlarge

Gerakan Yoga untuk Atasi Rasa Cemas Selama Corona (Covid-19)

Bali Royal Hospital April 24, 2020 Artikel

Merasa cemas akibat pemberitaan di media terkait pandemi COVID-19? Faktanya, kamu tidak sendirian. Pada akhir Maret, bahkan sebelum COVID-19 mencapai kasus yang sebanyak sekarang, Washington Post-ABC News menemukan fakta bahwa ada 77 persen wanita dan 61 persen pria di Amerika Serikat melaporkan bahwa mereka merasakan kecemasan yang cukup mengganggu.

Selain itu, 69 persen warga AS khawatir tentang diri mereka atau anggota keluarga mereka terinfeksi. Mayoritas orang juga berpikir dampak ekonomi akan memburuk akibat pandemi ini.  Ya, ini adalah waktu yang berat dan tidak pernah terpikir sebelumnya. Namun bukan berarti kamu harus larut dalam rasa cemas. Cara untuk mengurangi kecemasan tersebut, yoga menjadi salah satu cara efektif. Untungnya, olahraga ini bisa dilakukan di rumah.

Berikut ini adalah gerakan yoga yang bisa dicoba untuk meringankan rasa cemasmu, yaitu:

Gerakan Savasana

Gerakan ini terbilang sederhana, namun savasana memberikan tubuh kesempatan untuk beristirahat sambil melepaskan ketegangan dan menenangkan pikiran. Gerakan ini mengharuskan kamu untuk berbaring dan mengatur napas, kemudian mengendurkan semua otot saat melakukannya.

Untuk melakukannya, berbaringlah telentang di atas alas yoga dengan kaki setidaknya selebar pinggul. Lengan berada pada jarak yang nyaman dari tubuh (sudut 45 derajat) dengan telapak tangan menghadap ke atas. Bagi mereka yang merasa sangat kewalahan atau stres, letakkan kedua telapak tangan di atas perut saat bergerak. Cara ini membantu kamu lebih tenang selagi mengatur napas dan merasa terkoneksi dengan pikiran.

Baca Juga: Antisipasi Bali Royal Hospital Untuk Penyebaran COVID-19

Gerakan Kaki di Atas Tembok

Gerakan sederhana ini adalah cara yang bagus untuk membuat tubuh lebih santai di penghujung hari. Biasanya kita menghabiskan sebagian besar waktu kita di atas kaki atau duduk tegak. Gerakan ini dilakukan dengan cara berbaring telentang dengan kaki di atas dinding. Alhasil, darah akan mengalir menjauh dari kaki.

Gerakan ini bisa menenangkan dengan tambahan bantal mata atau kaus yang digulung yang diletakkan di atas mata. Kamu juga dapat menempatkan selimut yang dilipat atau guling di bawah punggung bawah sebagai penopang.

Gerakan Anak-Anak

Gerakan ini adalah pose istirahat yang lembut. Gerakan ini akan membuat posisi yang menenangkan aliran napas dan ke bumi. Cara melakukannya sederhana. Lakukan gerakan seperti sedang bersujud, namun kedua tangan lurus ke depan sehingga badan terasa diregangkan. Bila perlu, letakkan selimut di bawah lutut atau bagian atas kaki. Atur napas baik-baik sehingga tubuhmu merasa lebih tenang.

Meditasi Duduk

Duduklah bersila dan lakukan meditasi. Ini adalah cara sederhana untuk menemukan keheningan dan ketenangan di tengah ketidakpastian dan kekacauan. Cobalah beberapa latihan pernapasan sederhana atau pranayama (kontrol napas) seperti tarik napas untuk empat hitungan, tahan selama empat hitungan, dan buang napas melalui mulut selama delapan hitungan.

Gerakan Jembatan

Ketika kamu merasa takut, tegang, atau cemas, kamu memiliki kecenderungan untuk secara fisik menutup dan melindungi pusat jantung dengan cara mengerutkan tubuh. Maka, kamu sulit untuk mengambil napas dalam-dalam. Gerakan yang membuka dada seperti gerakan jembatan ini akan melakukan sebaliknya. Gerakan ini membuka pusat jantung, dan secara fisik menciptakan ruang bagi paru-paru untuk mengembang, sehingga membuatnya lebih mudah untuk bernapas.

Berbaringlah telentang dengan kaki ditekuk dan diangkat. Pastikan kaki dibuka selebar pinggul. Tarik napas untuk mengangkat pinggul, topang berat tubuh dengan kaki dan tangan. Cobalah gerakan ini dengan beberapa penopang (balok, setumpuk selimut, atau bantal kokoh). Untuk variasi pemulihan, bawa tangan ke atas perut untuk merasa lebih tenang.

Namun, jika kamu merasa kecemasan kamu terhadap virus corona sudah mengganggu kesehatan mental, sebaiknya segera konsultasikan ke Bali Royal Hospital melalui layanan konsultasi online melalui aplikasi WhatsApp dengan menghubungi kami di nomor +62887-3400-688 (chat only)

Sumber : halodoc.com

Share This
  • 34
  • 35
  • 36
  • 37
  • 38
  • 39
  • 40

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top