Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Khasiat Jahe untuk Asma dan Cara Mengonsumsinya
Link Enlarge

Khasiat Jahe untuk Asma

Bali Royal Hospital September 20, 2022 Artikel 0

Jahe termasuk obat tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya oleh pengidap asma. Namun, apakah manfaat jahe untuk asma tersebut bisa dibuktikan khasiatnya?

Kandungan jahe untuk pengidap asma

Penggunaan jahe sebagai obat herbal tidak terlepas dari senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Minyak atsiri termasuk salah satu senyawa yang kandungannya cukup tinggi dalam bahan herbal bernama latin Zingiber officinale ini.

Dilansir dari Wubmed, jahe segar sangat kaya dengan senyawa kimia berupa:

  • minyak atsiri (zingiberol, linalool, geraniol, dan kavikol),
  • oleoresin,
  • asam organik,
  • gingeron,
  • gingerin,
  • asam malat,
  • minyak damar,
  • polifenol,
  • asam oksalat,
  • mucilago, dan
  • alkaloid.

Ciri khas dari jahe segar yaitu adanya rasa terbakar yang mampu menghangatkan tubuh. Rasa terbakar ini dihasilkan oleh kandungan gingerol yang ada pada jahe.

Selain itu, minyak atsiri juga memberikan aroma yang sangat menyenangkan dan mampu menenangkan Anda. Dengan demikian, minyak atsiri bisa membuat tubuh jadi lebih rileks, khususnya untuk orang yang mengalami gejala asma.

Manfaat jahe dalam pengobatan asma

Jahe memang dipercaya bisa mengurangi gejala asma sekaligus mencegah kekambuhan pengidap asma. Hal tersebut telah dibuktikan oleh beberapa penelitian dengan mekanisme sebagai berikut.

1. Merelaksasi otot saluran pernapasan

Sebenarnya, khasiat jahe untuk asma telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Salah satunya dipertegas saat Konferensi Internasional American Thoracic Society di Philadelphia pada 2013.

Pada konferensi itu, dijelaskan bahwa jahe mengurangi asma dengan merelaksasi otot-otot saluran pernapasan. Kombinasi kandungan isoproterenol dan ekstrak jahe memberikan respons relaksasi otot lebih besar daripada isoproterenol saja.

Dalam hal ini, beberapa senyawa aktif jahe yang berperan untuk mengurangi gejala asma yakni 6-gingerol, shagaol 6, dan 8-gingerol.

2. Melindungi saluran napas dari kerusakan

Jahe juga dikenal sebagai tanaman yang banyak mengandung senyawa antioksidan, seperti shogaol, gingerol, 4-diarylheptanoid, dan gingeron. Aktivitas antioksidannya bahkan diketahui lebih besar daripada vitamin E.

Penelitian oleh Ahmad dkk. juga menjelaskan bahwa jahe mempunyai aktivitas antioksidan yang sama kuatnya dengan vitamin C. Vitamin C sendiri telah dikenal sebagai sumber antioksidan yang bagus untuk kesehatan tubuh.

Antioksidan akan membantu sel tubuh untuk melawan kerusakan sel karena peradangan (inflamasi). Selain itu, senyawa tersebut juga bisa mengurangi efek buruk yang ditimbulkan dari serangan asma.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mencegah Infeksi

3. Mengurangi peradangan

Salah satu proses yang terjadi bersamaan dengan asma ialah peradangan. Hal ini terjadi karena saat Anda mengalami serangan asma, sel-sel imun terus bekerja untuk mendukung terjadinya reaksi alergi dan peradangan pada saluran pernapasan.

Untuk itu, zat antiradang dalam jahe diperlukan guna mengurangi keparahan penyakit asma. Senyawa yang bertanggung jawab sebagai antiperadangan dalam jahe merah antara lain gingerdiols, shogaol, dan proanthosianidin.

Jahe mampu mengurangi peradangan dengan menghambat pelepasan zat kimia dalam tubuh yang disebut histamin dan serotonin. Bahan herbal ini juga membantu menghambat pembentukan leukotrien dan prostaglandin sehingga peradangan tidak terjadi.

4. Mengurangi reaksi alergi

Salah satu penyebab asma ialah reaksi alergi yang terjadi dalam tubuh. Sebagai obat herbal untuk asma, jahe bekerja dengan cara mencegah suatu proses yang disebut degranulasi sel mast.

Sel mast sendiri merupakan sel yang berperan dalam memunculkan reaksi alergi. Sel ini mengandung granul (butiran) yang kaya akan senyawa histamin dan heparin. Kedua senyawa tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh Anda.

Senyawa dalam jahe yang terlibat dalam pencegahan reaksi alergi tersebut yaitu alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tannin.

Bagaimana cara mengonsumsi jahe untuk asma?

Untuk mendapatkan manfaat jahe untuk asma, Anda hanya perlu menyeduhnya. Berikut cara membuat air jahe.

  1. Kupaslah jahe, lalu cuci sampai bersih. Setelah itu, geprek kasar jahe.
  2. Rebus jahe dalam 150 mL air sampai air rebusan berkurang sepertiganya.
  3. Saring dan tambahkan 1 sendok makan madu. Aduk merata.
  4. Minum air rebusan jahe dengan madu pada malam hari sebelum tidur.

Selain mengonsumsi jahe, agar asma tidak kambuh lagi sebaiknya Anda menghindari hal-hal yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi seperti udara dingin, debu, dan bulu hewan. Perlu diingat bahwa jahe tidak dapat menggantikan obat asma sepenuhnya. Selagi Anda masih mengonsumsi jahe untuk asma dalam batas normal, tentu saja bahan ini aman untuk tubuh.

Namun, jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter sebelum menggunakannya.

Sumber: hellosehat.com

Share This
Link Enlarge

Bolehkah medical check up saat haid?

Bali Royal Hospital September 19, 2022 Artikel 0

Medical check up merupakan rangkaian pemeriksaan kesehatan di rumah sakit untuk memeriksa kondisi tubuh secara keseluruhan. Selain sebagai pemeriksaan rutin, medical check up juga berguna untuk mendeteksi secara dini penyakit yang muncul di tubuh. Meskipun siklus menstruasi pada setiap wanita berbeda-beda, umumnya perdarahan haid berlangsung selama 3 – 7 hari.

Kedatangan haid yang tiba-tiba dan bisa saja membuat perencanaan yang telah Anda buat sedikit berantakan, salah satunya rencana untuk medical check up. Nah, sebenarnya hal ini tidak dilarang, tapi sebaiknya ditunda sampai haid berakhir, yakni tujuh hari setelah menstruasi (bukan hari ke-7 setelah hari pertama perdarahan).

Pasalnya, salah satu prosedur wajib dalam pemeriksaan kesehatan yaitu tes urine. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit tertentu sejak dini seperti penyakit ginjal, hati, infeksi saluran kencing, dan diabetes. Untuk memeriksa kandungan urine secara akurat, tentu diperlukan urine murni tanpa tambahan apa pun di dalamnya. Sementara saat Anda haid, urine kemungkinan besar bercampur dengan darah dan cairan keputihan.

Hal ini diakibatkan vagina dan lubang kencing jaraknya berdekatan sehingga sulit untuk mendapatkan urine yang tidak tercemari oleh darah haid. Darah inilah yang nantinya bisa memengaruhi dan membuat hasil tes urine menjadi tidak akurat. Akibatnya hasil medical check up secara keseluruhan saat haid menjadi tidak valid.

Selain itu, adanya kontaminasi pada sampel urine bisa mengarah pada diagnosis positif palsu yang membuat dokter menyimpulkan adanya kerusakan pada sistem kemih Anda akibat adanya darah di urine (hematuria). Oleh karena itu, jika Anda sudah membuat jadwal dan tiba-tiba tamu bulanan Anda datang, sebaiknya segera bicarakan dengan petugas kesehatan. Namun, jika pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bersifat darurat karena Anda sedang mengalami kondisi yang sangat parah, kemungkinan dokter akan tetap menjalankan tes urine.

Hal ini dilakukan untuk membantu mendiagnosis penyebab dari masalah kesehatan yang sedang Anda alami berdasarkan gejala-gejala yang menyertainya. Anda bisa menampung urine dengan menahan sementara laju menstruasi. Caranya dengan menutup bukaan vagina menggunakan kain bersih atau handuk yang dapat menyerap darah.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko urine terkontaminasi oleh darah jika Anda terpaksa melakukan medical check up saat haid.

Selain haid, hal apa lagi perlu diperhatikan sebelum pemeriksaan kesehatan?

Selain memerhatikan jadwal haid, Anda juga perlu mempersiapkan hal lainnya untuk membantu mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat.

Biasanya, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal berikut ini.

  • Daftar obat yang sedang dikonsumsi, baik obat dokter maupun herbal.
  • Gejala dan keluhan yang selama ini dialami.
  • Riwayat kesehatan dan operasi.
  • Berpuasa sesuai dengan anjuran dokter dan petugas medis.
  • Melepas semua perhiasan untuk melancarkan proses pemeriksaan.
  • Selalu konsultasikan dengan dokter atau petugas medis sebelum Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan.

Tanyakan pula apakah Anda dibolehkan melakukan medical check up saat haid, serta hal-hal lainnya. Pastikan semua informasi sudah jelas sebelum melakukan pemeriksaan.

Share This
Link Enlarge

Kapan bayi bisa duduk? dan bagaimana cara melatihnya

Bali Royal Hospital September 16, 2022 Artikel 0

Bagi bayi, belajar duduk membutuhkan usaha yang besar dan bukan hal yang mudah. Bayi Anda mungkin akan siap untuk duduk bila ia telah memiliki kontrol kepala yang baik. Mengutip Baby Center, bayi secara bertahap akan belajar duduk sendiri antara usia sekitar 3 bulan sampai 9 bulan.

Otot-otot yang bayi Anda gunakan akan berkembang secara bertahap hingga akhirnya menjadi cukup kuat untuk bisa duduk saat usianya menginjak 6 bulan dan 7 bulan. Saat usianya menginjak 3 bulan, otot leher dan kepala bayi Anda menguat dengan cepat.

Mulai saat ini dan seterusnya, bayi Anda akan belajar mengangkat kepalanya terutama ketika tengkurap. Selanjutnya, memasuki umur 5 bulan hingga 6 bulan, bayi akan mencari cara untuk menopang dirinya menggunakan lengannya dan menahan dadanya dari lantai atau seperti posisi push-up. Pada usia 7 bulan hingga 8 bulan, bayi Anda mungkin dapat duduk tanpa penyangga atau bantuan dengan posisi yang tegak.

Bahkan, ia mungkin bisa duduk dengan baik dari posisi sebelumnya yakni berbaring atau tengkurap. Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa hampir semua bayi dapat duduk sendiri pada saat mereka berusia 9 bulan.

Bagaimana cara membantu bayi agar bisa duduk?

Anda bisa menerapkan beberapa cara di bawah ini untuk membantu bayi Anda agar bisa duduk.

1. Sering melakukan tengkurap

Sebelum bisa duduk, dorong bayi Anda untuk melakukan tengkurap atau tummy time terlebih dahulu. Pastikan si Kecil melakukan aktivitas tersebut sesering mungkin. Hal itu berguna untuk memperkuat otot kepala, bahu, leher, dan punggunggnya hingga dapat memberi kontrol pada kepalanya untuk duduk.

2. Tummy time sambil melihat ke atas

Doronglah bayi Anda untuk melihat ke atas selama tummy time. Caranya dengan mengalihkan perhatian si Kecil menggunakan mainan bayi yang berisik, berwarna cerah, berwarna-warni, atau mengeluarkan suara. Selain dapat melatih otot kepala yang diperlukan untuk duduk, cara ini juga berguna untuk memastikan bahwa pendengaran dan penglihatan anak berfungsi dengan baik.

3. Latihan duduk dengan bantuan

Sebelum bayi Anda benar-benar bisa duduk sendiri, lakukan latihan duduk sambil Anda ikut menopang atau memegangi badannya. Hal itu dilakukan untuk membiasakan bayi Anda dalam posisi duduk. Selain itu, cara ini juga membantu leher dan kepalanya untuk mendapatkan kekuatan hingga nantinya dapat duduk sendiri.

4. Berlatih duduk di lantai

Saat bayi Anda baru pertama kali belajar duduk, coba lakukan bersama di lantai untuk membantu melatihnya. Pastikan untuk tetap dekat dengan bayi Anda saat ia mulai dalam posisi duduk. Tempatkan bayi Anda di permukaan yang lembut, seperti kasur, atau letakkan bantal di sekelilingnya di lantai yang empuk.

Hal ini bertujuan untuk mencegah bayi Anda terluka jika ia jatuh selama tahap awal. Pastikan untuk tidak meninggalkan bayi Anda tanpa pengawasan.

5. Selalu berikan dorongan

Tidak selalu tentang teknik, ada sejumlah cara lain untuk membantu bayi Anda agar bisa duduk. Salah satunya yakni selalu berikan bayi Anda senyuman dan dorongan secara verbal untuk terus mencoba. Sedikit dorongan dari Anda dapat sangat membantu untuk mencapai tonggak perkembangan bayi Anda.

Pada awalnya, posisi duduk bayi memang belum stabil dan masih jatuh meski ia sambil bersandar. Namun, Anda tak perlu lagi khawatir tentang kapan bayi Anda bisa duduk. Hal itu dikarenakan setiap bayi akan mengembangkan keterampilan secara berbeda-beda, mungkin bisa lebih cepat daripada yang lain.

Namun, bila bayi Anda tidak dapat duduk sendiri pada saat ia berusia 9 bulan, segera konsultasikan dengan dokter. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan sejumlah penanganan yang bisa Anda pertimbangkan.

Sumber: hellosehat.com

Share This
Link Enlarge

Webinar Series II Royal IVF Clinic

Bali Royal Hospital September 15, 2022 Event 0

Yth. Prof/Dr/dr
Kami dari Royal IVF Clinic bekerjasama dengan Abbott menyelenggarakan Webinar Medis Online pada :

📆Hari/ Tanggal : Sabtu 24 September 2022
⏰Waktu : 10.30- 12.30 wita

Topik : Evidence Based Medicine In Miscarriage Management and Sperm Integrity

Narasumber :

  • dr. Anom Suardika,SpOG Subsp.F.E.R
  • dr. Nonoatmodjo Tondohusodo, M Kes’ Sp. And, Subsp.FER(K)

Moderator :
dr. Ida Bagus Praja Putra Adnyana,M Biomed,Sp.OG

Untuk pendaftaran , klik link register berikut ini:

Untuk nformasi hubungi :
> Klinik royal IVF : 0859-1065-24609
> Ipoet Abbott : 087860836624

 

Share This
Link Enlarge

Dirgahayu Republik Indonesia ke 77

Bali Royal Hospital August 17, 2022 News 0
Share This
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top