




Melahirkan anak kembar mungkin membuat ibu menjadi lebih gugup, apalagi bila ini pengalaman kelahiran pertama kali. Tak perlu khawatir, hal ini wajar karena calon orangtua akan menyambut kehadiran dua bayi sekaligus.
Bila ibu hamil anak kembar, diskusikan rencana melahirkan dengan dokter kandungan atau bidan secepatnya. Calon orangtua akan dianjurkan untuk melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin dengan fasilitas yang memadai, bukan melahirkan di rumah.
Ini karena melahirkan bayi kembar memiliki risiko komplikasi persalinan yang lebih tinggi daripada persalinan satu bayi. Bahkan, untuk mengurangi risiko komplikasi tersebut, pada kebanyakan kasus, dokter dan bidan mungkin sudah merencanakan dan menentukan tanggal melahirkan bayi kembar Anda lebih cepat.
Tepatnya, yaitu pada trimester ketiga atau saat usia kehamilan 34 minggu. Ini juga diperlukan karena kemungkinan kontraksi rahim yang lebih cepat seperti penjelasan di atas. Namun umumnya, induksi persalinan tidak disarankan untuk proses melahirkan bayi kembar karena tingkat risiko perdarahannya sangat tinggi.
Diskusikan lebih lanjut dengan dokter dan bidan untuk detailnya karena kondisi dan kehamilan setiap orang itu berbeda-beda.
Sebenarnya, mempersiapkan sebelum hari melahirkan anak kembar tiba sama saja seperti bersiap diri sebelum menjalani proses persalinan pada umumnya. Itu sebabnya, membekali diri dengan beragam pengetahuan mengenai tahapan melahirkan penting sebagai bentuk persiapan diri Anda.
Di samping itu, mengutip dari Kids Health, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai metode persalinan apa yang kemungkinan akan dijalani nantinya.
Misalnya, merencanakan akan melahirkan anak kembar dengan metode melahirkan normal ataupun operasi caesar. Bahkan, ibu juga bisa menentukan pilihan untuk melahirkan normal dengan posisi persalinan yang paling nyaman.
Sekali pun dokter memperbolehkan untuk merencanakan proses melahirkan anak kembar secara normal, ibu tetap harus bersiap untuk kemungkinan lain. Pasalnya, bukan tidak mungkin ibu harus menjalani operasi caesar saat melahirkan bayi normal karena satu dan lain hal.
Baca Juga: Bu! Ini Tips agar Cepat Sembuh Setelah Operasi Caesar
Hamil bayi kembar tidak menutup kemungkinan untuk menjalani proses melahirkan secara normal atau melalui vagina.
Proses melahirkan bayi kembar secara normal mungkin saja dilakukan apabila Anda memenuhi syarat-syarat berikut ini.
Selanjutnya, dokter akan membimbing Anda untuk menerapkan cara mengejan saat melahirkan dan teknik pernapasan saat melahirkan.
Pada dasarnya, proses melahirkan bayi kembar hampir mirip dengan proses melahirkan satu anak secara normal. Dokter akan memasangkan alat monitor pada perut ibu bersalin untuk memantau kondisi bayi-bayi Anda dalam kandungan. Setelah ketuban pecah, dokter mungkin memasangkan fetal scalp clip pada kepala bayi pertama untuk memantau aktivitas jantungnya.
Anda tidak perlu khawatir, karena alat ini aman digunakan bagi ibu dan bayi selama proses melahirkan bayi kembar. Kemudian, bayi akan dilahirkan satu per satu, tergantung pada metode persalinan yang Anda pilih bersama dengan tim medis. Setelah bayi pertama lahir, Anda bisa beristirahat sebentar sembari dokter memeriksa posisi bayi kedua dan melakukan pemeriksaan vagina.
Tak lama setelah kelahiran bayi pertama, leher rahim Anda akan membuka lagi untuk memberi jalan bagi bayi berikutnya. Jika ternyata bayi kedua (atau ketiga dan keempat) posisinya sungsang, dokter mungkin harus membenarkan dulu posisinya sebelum dikeluarkan. Dalam kasus yang sangat langka, bayi selanjutnya akhirnya harus dilahirkan lewat operasi caesar untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi.
Bila semua bayi Anda telah lahir, bidan dan dokter akan langsung memeriksa kondisi bayi-bayi Anda. Tim medis akan lantas menentukan apakah bayi Anda kembar identik atau tidak melalui plasentanya. Cara lain untuk memeriksa apakah bayi kembar identik atau tidak yaitu melalui tes genetik (DNA).
Baca Juga: Sukses Bayi Tabung untuk Mums dan Dads
Ketimbang melahirkan dengan metode normal, kebanyakan bayi kembar memang dilahirkan secara operasi caesar. Ibu mungkin disarankan untuk melahirkan anak kembar dengan operasi caesar kalau Anda dan bayi memiliki risiko komplikasi.
Berikut beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk melahirkan bayi kembar melalui operasi caesar.
Ibu mungkin hanya diberikan bius epidural yang akan membuat bagian pinggul ke bawah mati rasa. Dengan begitu, ibu masih akan tetap terjaga selama dokter melakukan pembedahan. Dalam kasus khusus dan gawat darurat, ibu dapat diberikan bius total sehingga tidak sadarkan diri selama persalinan berlangsung.
Bayi akan diangkat satu per satu dalam persalinan caesar. Urutan bayi kembar mana yang akan diangkat terlebih dahulu dalam metode melahirkan caesar tergantung pada posisi dan plasenta bayi di dalam kandungan.
Baca Juga: Mengenal Teknik Persalinan ERACS, Operasi Caesar yang Lebih Nyaman
Selain proses melahirkan bayi kembar dengan cara normal melalui vagina serta secara operasi caesar, ternyata keduanya juga bisa terjadi bersamaan. Ya, Anda bisa melahirkan anak kembar dengan metode persalinan normal dan caesar sekaligus.
Ada kemungkinan ibu melahirkan bayi kembar pertama dengan metode normal melalui vagina, dan bayi kedua dilahirkan melalui operasi caesar. Hanya saja, melahirkan anak kembar dengan dua metode ini terbilang cukup langka.
Biasanya, melahirkan bayi kembar dengan kombinasi dua metode melahirkan ini dilakukan dalam keadaan darurat. Ambil contohnya bayi mengalami prolaps tali pusat atau abruptio plasenta.
Sumber: hellosehat.com
Penyebab utama kanker seringkali belum diketahui secara pasti. Salah satu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah melakukan tes skrining jika terdapat gejala tertentu. Selain dapat mengetahui adanya kanker lebih cepat, ada bebera manfaat yang bisa didapat jika Anda melakukan deteksi kanker lebih dini. Apa saja manfaatnya, ya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Pengobatannya tidak sekompleks bila sudah parah
Penyakit kanker perlu diobati segera. Pasalnya, sel kanker bisa menyebar dan akan semakin sulit diobati. Bila Anda menjalani tes deteksi dini kanker, maka penyakit lebih cepat dideteksi. Jika kanker diketahui lebih awal, maka proses pengobatan yang dijalani tidak serumit pengobatan kanker ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Di tahap awal sel kanker tumbuh tanpa kendali, menumpuk, dan membentuk tumor. Nah, tumor ini perlu diangkat agar tidak berkembang dan merusak jaringan maupun organ di sekitarnya. Operasi pengangkatan tumor biasanya menjadi pengobatan lini pertama untuk kanker stadium awal. Setelah tumor diangkat, otomatis sel kanker tidak akan menyebar ke area lain.
Baca Juga: 3 Nutrisi untuk Otak Anak yang Bermanfaat Meningkatkan Kecerdasan
Dokter mungkin merekomendasikan pengobatan tambahan, seperti kemoterapi atau radioterapi jika memang diperlukan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Akan tetapi, jika kanker sudah menyebar apalagi menyerang organ maupun jaringan yang lokasinya berjauhan, operasi tidak lagi menjadi pilihan pengobatan utama.
Pengobatan akan lebih difokuskan pada terapi untuk menangani gejala kanker, mengatasi efek samping, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Ini karena prosedur operasi pada kanker yang sudah parah cukup berisiko.
2. Persentase kesembuhan lebih tinggi
Manfaat menjalani tes deteksi dini kanker selanjutnya adalah meningkatkan peluang untuk sembuh lebih besar. Kanker yang masih dalam stadium awal, pengobatannya tidak serumit jika dibanding kanker yang sudah bermetastatis. Dengan operasi dan terapi tambahan, sel kanker bisa diangkat secara menyeluruh. Itu artinya, pasien sembuh dari penyakit kanker.
Bila Anda menjalani tes skrining kanker dan dokter menemukan adanya kanker lebih awal, kesempatan Anda untuk sembuh jadi lebih besar. Pasalnya, penyakit lebih cepat diketahui dan tindakan pengobatan juga cepat dilakukan.
Studi pada Journal of Clinical Gynecology and Obstetrics melaporkan 78% wanita dengan kanker serviks yang didiagnosis pada stadium I bertahan hidup lebih lama dibandingkan dengan 9% ketika didiagnosis pada stadium IV.
3. Kualitas hidup jadi lebih baik

Selain peluang untuk sembuh lebih tinggi, manfaat melakukan tes deteksi dini kanker juga bisa meningkatkan kualitas hidup pengidapnya. Jika sel kanker di dalam tubuh pasien terdeteksi lebih awal, maka ia memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup. Mereka cenderung memiliki pilihan perawatan yang lebih baik dan lebih bebas stres.
Tentunya, kualitas hidupnya jadi lebih baik dibandingkan dengan mereka yang terlambat didiagnosis, yang mungkin memiliki lebih banyak komplikasi dan perawatan yang lebih rumit.
4. Biaya yang dikeluarkan lebih rendah
Manfaat mengikuti deteksi kanker lebih dini adalah biaya perawatan yang dikeluarkan jauh lebih rendah. Pengobatan kanker untuk kondisi stadium awal tidak serumit ketika kanker sudah masuk stadium 3 atau 4. Jenis, banyaknya pengobatan, maupun durasi pengobatan kanker di stadium awal akan lebih sedikit dan ringan, termasuk dalam hal biaya yang harus dikeluarkan.
Memang beberapa pengobatan kanker ditanggung oleh BPJS. Akan tetapi, jaminan kesehatan yang dikelola oleh pemerintah ini tidak menanggung semua obat kanker yang dibutuhkan pasien.
Sumber: hellosehat.com
Sesaat, alkohol mungkin dapat memberikan efek menenangkan. Namun, alkohol juga bisa membuat Anda kecanduan. Ketergantungannya bisa memberikan dampak yang serius baik untuk kesehatan fisik maupun mental Anda kedepannya. Berikut adalah bahaya yang mengintai pecandu alkohol.
1. Kerusakan jantung
Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat melemahkan otot jantung. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Alkohol bisa mengakibatkan kardiomiopati yang ditandai dengan sesak napas, detak jantung tidak teratur (aritmia), kelelahan, dan batuk yang terus menerus. Tak hanya itu, alkohol juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan hipertensi.
2. Peradangan pankreas (pankreatitis)
Terlalu banyak alkohol di dalam tubuh membuat pankreas mengalami penumpukan enzim. Penumpukan enzim berlebih di dalam pankreas ini akhirnya bisa menyebabkan peradangan atau yang disebut dengan pankreatitis.
Pankreatitis akut biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti sakit perut, mual, muntah, detak jantung meningkat, diare, dan demam. Jika dibiarkan dan kebiasaan minum alkohol tidak dihentikan maka bukan tidak mungkin nyawa Anda menjadi terancam.
3. Merusak otak
Alkohol dapat menyebabkan kerusakan otak dengan memperlambat penyaluran informasi antarsaraf. Selain itu, kandungan etanol di dalam minum minuman beralkohol juga dapat menyebabkan kerusakan spesifik pada beberapa area otak.
Akibatnya, Anda akan mengalami serangkaian gejala seperti perubahan perilaku dan suasana hati, kecemasan, hilang ingatan, hingga kejang. Bahkan, orang yang telah ketergantungan alkohol bisa mengalami berbagai komplikasi masalah otak, salah satunya halusinasi.
4. Infeksi paru-paru
Saat Anda sudah kecanduan alkohol, daya tahan tubuh perlahan dapat melemah. Akibatnya beberapa organ tubuh, termasuk paru-paru, akan kesulitan untuk melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.
Itu sebabnya pecandu alkohol (alkoholisme) lebih rentan terhadap infeksi penyakit pernapasan seperti TBC dan juga pneumonia.
5. Kerusakan hati
Hati berfungsi untuk menyaring racun dan limbah tak terpakai sehingga tidak menumpuk dalam tubuh. Namun, konsumsi minuman keras yang berlebihan dapat memperlambat kerja hati tersebut sehingga menimbulkan gangguan hati.
Sekitar satu dari tiga kasus transplantasi hati di Amerika Serikat berawal dari penyakit hati yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih. Selain itu, sirosis hati karena konsumsi alkohol berlebih menjadi penyebab kematian ke-12 terbanyak di Amerika tahun 2009.
6. Kerusakan ginjal
Efek diuretik pada alkohol dapat meningkatkan jumlah urine yang diproduksi tubuh. Akibatnya, ginjal kesulitan untuk mengatur aliran urin dan cairan tubuh termasuk distribusi ion natrium, kalium, dan klorida ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh yang menyebabkan Anda mengalami dehidrasi.
Baca Juga: 5 Efek Mengonsumsi Alkohol bagi Tubuh
7. Gangguan kecemasan
Minum minuman beralkohol mungkin dapat menjadi pelarian untuk membantu seseorang merasa lebih nyaman. Sayangnya efek ini hanya bertahan sebentar. Seperti yang telah disebutkan, efek santai yang muncul setelah minum alkohol cepat menghilang.
Akibatnya, ia akan terus mengandalkan alkohol untuk membantu menutupi rasa cemasnya lalu membuat toleransi alkohol semakin meningkat dan butuh minum lebih banyak lagi agar bisa merasakan efek yang sama. Namun, tanpa disadari efek hangover justru akan membuat gejala kecemasan semakin memburuk.
8. Muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri
Ketergantungan alkohol dapat mendorong seseorang untuk berperilaku impulsif, sehingga menyebabkan terjadinya tindakan berbahaya seperti melukai diri sendiri bahkan bunuh diri.
Kebiasaan minum alkohol yang ekstrem juga bisa membuat seseorang mengalami psikosis, sebuah penyakit mental kronis di mana penderitanya tidak bisa membedakan antara halusinasi dan kenyataan.
9. Potensi kanker
Risiko kanker lain yakni kanker hati, kanker kolorektal, dan kanker payudara. Sejumlah penelitian secara konsisten menemukan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita dengan peningkatan asupan alkohol.
Wanita yang mengonsumsi sekitar alkohol setiap harinya memiliki kemungkinan 5-9% lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak minum sama sekali.
10. Gangguan kehamilan dan persalinan
Ibu hamil yang mengonsumsi alkohol beresiko membuat janin mengalami Fetal Alcohol Spectrum Disorder (FASD) atau Fetal alcohol syndrome (FAS).
Kondisi tersebut merupakan gangguan pada pembatasan pertumbuhan janin, gangguan dari system saraf pusat, dan kelainan bentuk wajah. Tidak sedikit juga yang mengalami bayi lahir cacat serta gangguan intelegensia pada bayi seperti aspek bahasa dan lainnya akibat konsumsi alkohol selama hamil.
Alkohol dapat meningkatkan hepcidin pada ibu hamil dan janin. Meningkatnya penyimpanan zat besi di hati janin dapat mengganggu proses lain seperti pembentukan sel-sel darah.
Seorang alkoholik cenderung tidak memprioritaskan nutrisi. Pola makan yang buruk ini memungkinkan terjadi defisiensi zat besi, folat, dan vitamin B12 yang dapat menyebabkan anemia
Memang tak mudah menghentikan kebiasaan yang telah terjadi dalam waktu lama, terutama bila Anda sudah sangat bergantung pada konsumsinya. Kendati demikian, tentu akan lebih baik bila Anda berusaha untuk mengurangi atau mengatasi kecanduan alkohol sebelum bahaya terjadi pada Anda.
Anda bisa meminta pertolongan pada psikolog atau psikiater untuk bantu mengatasi kondisi Anda. Beberapa perawatan yang diberikan dapat meliputi konseling individu, terapi perilaku kognitif, dan detoksifikasi untuk membersihkan tubuh dari zat-zat yang terkandung dalam alkohol.
Bila perlu, Anda mungkin juga akan diberikan obat-obatan seperti disulfiram atau naltrexone yang dapat membantu mengurangi keinginan minum alkohol. Jika alkohol sudah memberikan efek pada kesehatan fisik, Anda juga harus segera memeriksakan kondisi Anda ke dokter terkait.
Sumber: hellosehat.com
Alkohol memengaruhi tubuh Anda dengan banyak cara. Beberapa efek alkohol pada tubuh bisa bersifat langsung dan mungkin hanya bertahan bentar. Sementara beberapa efek lainnya mungkin tidak begitu tampak secara langsung.
Meski begitu, Anda jangan senang dulu. Efek ini umumnya akan terakumulasi dari waktu ke waktu hingga pada saatnya akan merusak kesehatan fisik, mental, bahkan kualitas hidup Anda.
Secara umum, efek alkohol pada tubuh tergantung pada:
Pada dasarnya, semakin banyak dan sering seseorang menenggak alkohol, maka semakin besar pula efek yang akan mereka rasakan pada tubuhnya.
Saat mengonsumsi alkohol, kita akan merasakan beberapa efek pada tubuh. Efek ini dapat bersifat ringan hingga cukup parah, yang biasa kita sebut mabuk. Simak sejumlah gejala yang dapat ditimbulkan dari mengonsumsi alkohol sejak tegukan pertama.
1. Jantung berdebar tidak teratur
Beberapa orang merasakan jantung berdebar tidak teratur setelah minum alkohol. Alkohol memang dapat memberikan pengaruh pada jantung.
Bila Anda terus melanjutkan kebiasaan minum alkohol, maka risiko Anda mengalami atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung dapat meningkat.
2. Koordinasi tubuh terganggu
Anda tentu mengetahui adanya larangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Zat alkohol bisa mengganggu kemampuan koordinasi antara visual otak dan kendali otot-otot pada tubuh.
Alkohol juga bisa melemahkan pandangan yang dikendalikan otak serta mengganggu kontrol bagian tubuh mana yang ingin digerakkan. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa bila Anda tetap nekat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
3. Mual dan muntah
Efek ini adalah salah satu yang paling sering terjadi setelah Anda minum alkohol. Saat Anda mengonsumsi alkohol, enzim di dalam hati mulai bekerja memecah zat dengan kecepatan sekitar satu gelas per jam.
Selama proses ini berlangsung, zat alkohol dipecah menjadi asetaldehida. Bila kadar asetaldehida menjadi terlalu tinggi, organ hati tidak akan mampu menampungnya. Akibatnya, hati akan bereaksi dengan membuat Anda muntah untuk mengeluarkan kelebihan alkohol.
4. Wajah memerah
Alkohol juga bisa membuat wajah Anda tampak merah merona. Seringnya, efek ini muncul karena tubuh kesulitan dalam mencerna alkohol sepenuhnya.
Pada orang-orang yang sensitif dengan alkohol, mereka memiliki versi gen aldehid dehidrogenase 2 (ALDH2) yang salah. ALDH2 adalah enzim yang berfungsi untuk memecah zat asetaldehida dalam alkohol. Ini membuat asetaldehida menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan semburat merah pada wajah saat sedang mengonsumsi alkohol.
5. Perubahan suasana hati
Alkohol dapat menjadi depresan yang memengaruhi tingkat hormon yang mengatur kebahagiaan dalam otak seperti serotonin dan dopamin.
Karena alasan ini, Anda tak perlu heran jika di hari berikutnya Anda merasa cemas dan sedih, meski malam sebelumnya alkohol membuat Anda merasa sangat bergairah.
Baca Juga: Nyeri Dada dan Sesak Napas? Hati-Hati Bradikardia Mengintai
6. Perubahan suhu tubuh
Pernahkah Anda merasa badan jadi hangat setelah minum alkohol? Ya, alkohol memperlebar pembuluh darah dan membuat aliran darah ke kulit jadi lebih lancar. Hal ini membuat kulit Anda memerah dan terasa hangat.
Namun, efek ini tidak bertahan lama. Panas dari aliran darah tersebut langsung keluar dari tubuh Anda. Begitu proses ini berakhir, suhu tubuh Anda akan kembali menurun.
7. Bicara cadel dan meracau
Tak lama setelah minum alkohol, Anda jadi lebih santai, ingin bersosialisasi, dan mungkin juga jadi lebih banyak bicara. Bila Anda terus minum setelahnya, Anda akan mulai kesulitan membentuk kata-kata dan berbicara tidak jelas.
Alkohol dapat memengaruhi jumlah asam gamma-aminobutyric (GABA) di otak. Bila asam ini terlalu tinggi, kemampuan otak dalam memproses informasi yang dikirim dari tubuh akan terganggu. Alhasil, Anda akan bicara meracau.
8. Sering buang air kecil
Setiap harinya, otak mengeluarkan hormon yang mengatur ginjal agar tidak menghasilkan terlalu banyak urine. Namun, konsumsi alkohol dapat menunda proses ini.
Akibatnya, Anda jadi lebih sering buang air kecil dan membuat Anda dehidrasi. Bila kebiasaan ini terus terjadi, bukan tidak mungkin efek racun alkohol serta beban kerja yang lebih ekstra akan melemahkan ginjal Anda.
Penting untuk dipahami bahwa tingkat keparahan efek jangka pendek alkohol pada tubuh biasanya tergantung pada seberapa banyak seseorang meminumnya. Faktor lain seperti jenis alkohol, asupan cairan tubuh, serta makanan yang dikonsumsi sebelum minum alkohol juga memengaruhi seberapa parah efek yang ditimbulkan.
Sumber: hellosehat.com
Powered by: Bali Royal Hospital