Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Sayuran-Menyehatkan,-Berapa-Kalori-Capcay
Link Enlarge

Sayuran Menyehatkan, Berapa Kalori Capcay?

Bali Royal Hospital January 2, 2024 Artikel 0

Capcay (capcai) bisa jadi makanan pilihan jika ingin meningkatkan konsumsi sayuran. Dari hidangan chinese food ini, Anda bisa makan brokoli, wortel, kembang kol, sawi, dan pakcoy sekaligus. Tentu manfaat nutrisinya berlipat ganda. Lantas, berapa kalori capcay dan berapa porsi yang tepat untuk diet?

Berapa banyak kalori capcay?

Kalori satu porsi capcay kuah yang setara dengan 90 gram adalah 60 kkal. Jika mengonsumsi 100 gram tumisan ini, Anda mendapatkan sekitar 90 kkal. Sementara itu, semangkuk capcai memiliki total kalori 120 kkal. Untuk jenis capcay goreng, per 100 gramnya memberikan 130 kkal. Jumlahnya kalori capcai goreng lebih besar, mengingat proses menggoreng menggunakan tambahan minyak yang bisa meningkatkan jumlah kalori. Kalori capcai bisa saja lebih dari nilai yang telah disebutkan di atas jika Anda menambahkan potongan daging, udang, atau bakso dalam. Capcai termasuk makanan berkalori rendah atau sedang, tapi sangat kaya vitamin, mineral, dan serat karena tersusun akan berbagai jenis sayuran.

Mengonsumsi satu porsi capcay bisa memenuhi 3% kebutuhan kalori harian.

Apakah capcay bagus untuk diet?

Capcay tentu bisa jadi pilihan makanan saat diet karena rendah kalori dan sarat vitamin, serat, dan antioksidan. Dari konsumsi sayuran ini, Anda juga bisa mendapatkan protein nabati dan mineral yang menyehatkan tubuh. Setengah mangkuk capcay dengan nasi merah cukup untuk satu porsi makan saat diet.

Konsumsi sayuran seperti capcai sangat dianjurkan jika ingin menurunkan berat badan. Pasalnya, sayuran bisa memberikan manfaat berikut ini.

1. Perut kenyang lebih lama

Pada capcai, terdapat protein nabati yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan jenis nutrisi lainnya. Jadi, rasa kenyang bertahan lama. Kandungan serat yang tinggi dalam berbagai jenis sayuran capcai juga akan membuat Anda kenyang lebih lama. Jika perut cukup kenyang, Anda pun tidak ingin ngemil makanan tidak sehat selama diet, sehingga menghindari asupan kalori berlebih.

2. Membakar lebih banyak kalori

Saat Anda makan, tubuh akan membakar kalori saat memecah makanan, menyerap zat gizi, dan mengubahnya menjadi energi. Proses ini disebut efek termal makanan (TEF). Tubuh Anda membakar lebih banyak kalori untuk mencerna protein daripada karbohidrat. Artinya, membakar protein memerlukan TEF yang lebih tinggi. Nah, mengonsumsi capcay yang tinggi protein nabati bisa membantu membakar lebih banyak kalori.

3. Tidak disimpan sebagai lemak

Tubuh Anda memproses tiga makronutrien utama, yakni protein, karbohidrat, dan lemak dengan cara yang berbeda. Protein jauh lebih sulit disimpan sebagai lemak tubuh daripada karbohidrat atau lemak. Ketika tubuh mencerna banyak protein, tubuh akan menyimpan lemak lebih sedikit. Untuk menurunkan berat badan, penting untuk meminimalkan jumlah kalori yang disimpan sebagai lemak.

4. Mencegah pengurangan massa otot

Meningkatkan asupan protein nabati dan serat dapat membantu mengurangi penumpukan lemak berbahaya di tubuh Anda, terutama di sekitar perut. Protein digunakan untuk membangun otot, sehingga dapat membantu mencegah hilangnya otot saat Anda menurunkan berat badan.

Tips sehat konsumsi capcay

Walaupun rendah kalori, mengonsumsi capcai tidak boleh berlebihan porsi makannya saat diet. Selain memengaruhi jumlah kalori yang diterima, konsumsi sayuran berlebihan bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti perut kembung dan penuh gas.

Selain itu, beberapa hal berikut perlu Anda perhatikan jika ingin mengolah capcai sebagai menu diet.

  • Cuci sayuran hingga bersih dengan air mengalir.
  • Gunakan sedikit minyak untuk memasak sayuran.
  • Pertimbangkan jumlah kalori jika masakan capcai ditambah dengan daging, udang, maupun bakso.
  • Sebaiknya, menyajikan capcai sendiri ketimbang membeli di luar karena bisa jadi tinggi garam dan terlalu banyak minyak.
  • Agar zat gizinya tidak banyak yang hilang, jangan memasak sayur terlalu matang.

Nah, itu dia jumlah kalori untuk capcay yang penting Anda ketahui jika ingin menjalani diet. Jangan lupa untuk mengombinasikan makanan diet ini dengan jenis karbohidrat tinggi serat, lemak sehat, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Jika masih bingung dalam menentukan menu diet, jangan ragu untuk konsultasi ke ahli gizi maupun dokter.

Sumber: hellosehat.com | istockphoto.com

Share This
Link Enlarge

Kenali Tanda dan Penyebab Dehidrasi pada Lansia

Bali Royal Hospital September 11, 2023 Artikel 0

Lansia tetap membutuhkan cairan yang cukup untuk menjalankan fungsi tubuh dengan baik. Namun, sebagian besar lansia sering lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh, hingga alami dehidrasi.

Akibat dehidrasi pada lansia

Lansia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk alami dehidrasi karena beberapa perubahan komposisi pada tubuhnya.

Pada orang dengan usia 65 ke atas, rasa haus akan berkurang sehingga lansia tidak ada hasrat untuk minum. Selain itu, banyak juga lansia yang sengaja tidak minum untuk menghindari pergi ke toilet.

Padahal, air mineral sangat penting untuk menjalankan fungsi tubuh, mulai dari melicinkan sendi, hingga mengatur suhu tubuh dan memompa darah ke otot.

Dehidrasi pada lansia dapat meningkatkan beberapa masalah kesehatan, seperti infeksi saluran kemih, gangguan berpikir, penurunan cara pikir, pusing hebat hingga berisiko terjatuh.

Selain itu, dehidrasi juga dapat meningkatkan perburukan kesehatan pada lansia yang memiliki masalah kesehatan lain.

Ambil contoh, lansia dengan kondisi stroke ditambah dehidrasi, berisiko dua kali lipat lebih tinggi untuk kehilangan nyawanya.

Ini tanda tubuh kekurangan cairan

  • mulut kering,
  • mata cekung,
  • kulit kering dan tidak elastis,
  • kebingungan, serta
  • tekanan darah rendah.

Tak jarang, lansia yang kurang cairan juga akan mengalami konstipasi atau sulit BAB. Kekurangan cairan juga bisa ditandai dengan jumlah urine yang berkurang atau konsentrasi urine yang tidak biasa.

Orang dengan cairan tubuh yang cukup, urinenya tidak berbau dan berwarna pucat. Sementara itu, bila urine yang keluar sedikit, berbau kuat, dan berwarna pekat, adalah tanda dehidrasi pada lansia.

Faktor yang menyebabkan dehidrasi pada lansia

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan dehidrasi pada lansia, berikut penjelasannya.

1. Berkurangnya rasa haus

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami beberapa perubahan, salah satunya intensitasi rasa haus.

Berdasarkan sebuah studi dalam jurnal Physiology & Behavior, disfungsi sistem saraf pusat dalam mengontrol rasa haus menyebabkan kurangnya asupan cairan tubuh lansia.

Sensasi haus yang berkurang akan lebih sering dialami oleh lansia dengan penyakit Alzheimer dan stroke.

2. Berkurangnya fungsi ginjal

Ginjal merupakan sistem tubuh yang mengatur keluarnya urine. Semakin tua, fungsi ginjal akan mengalami penurunan.

Ginjal akan sulit mempertahankan keseimbangan cairan dan natrium dalam batas normal, sehingga lansia lebih rentan alami dehidrasi dibandingkan dewasa muda.

Selain itu, beberapa lansia mungkin alami inkontinensia urine atau hilangnya kontrol kandung kemih, sehingga urine yang keluar banyak sementara cairan yang masuk sedikit.

Kondisi tersebut akan menyebabkan dehidrasi, hingga infeksi saluran kemih bila tidak ditangani dengan baik.

3. Penggunaan obat-obatan tertentu

Lansia yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik, berisiko mengalami dehidrasi. Obat diuretik biasanya digunakan untuk mengobati pasien darah tinggi.

Obat ini akan memicu pembuangan kelebihan garam dan air melalui urine, sehingga pada pasien dengan obat ini, akan mengeluarkan lebih banyak urine.

Namun, keluarnya urine yang tidak diikuti dengan cairan yang cukup akan menyebabkan dehidrasi pada lansia.

4. Gangguan kognitif

Selain ketiga faktor di atas, dehidrasi pada lansia bisa terjadi karena gangguan kognitif.

Lansia yang mengalami kesulitan mengunyah, demensia, dan diabetes yang tidak terkontrol lebih rentan untuk memiliki hidrasi tubuh yang rendah.

Baca Juga: Cara Mengatasi Dehidrasi pada Lansia

Share This
Link Enlarge

Cara Mengatasi Dehidrasi pada Lansia

Bali Royal Hospital September 5, 2023 Artikel 0

Untuk menghindari dehidrasi pada lansia, pastinya harus dilakukan dengan mencukupi kebutuhan cairan harian.

Para lansia bisa mengikuti aturan umum, yaitu enam sampai delapan gelas air mineral perhari dengan rata-rata 200 milliliter per gelas.

Share This
Memahami-bintik-bintik-merah-pada-pasien-DBD
Link Enlarge

Memahami bintik-bintik merah pada pasien DBD

Bali Royal Hospital August 20, 2023 Artikel 0

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Ketika seseorang terkena infeksi virus dengue, gejala-gejala DBD akan mulai muncul 4-7 hari setelah digigit nyamuk pertama kali.

Gejala-gejala tersebut dapat meliputi sebagai berikut.

  • Demam tinggi mendadak.
  • Sakit kepala dan nyeri di mata.
  • Sakit otot dan nyeri sendi.
  • Mual dan muntah.
  • Muncul bintik merah atau ruam.

Nah, salah satu gejala DBD yang masih sering dijumpai adalah munculnya bintik-bintik merah pada kulit.

Bintik atau ruam merah akan memenuhi area muka, leher, dada, dan kadang muncul pula di lengan serta kaki. Meskipun kulit direnggangkan, bintik merah tersebut juga ternyata akan tetap terlihat. Ruam merah pada awal-awal gejala DBD biasanya timbul 2-5 hari setelah Anda pertama kali mengalami demam. Ruam yang muncul pada periode ini akan berbentuk seperti bercak kemerahan, yang terkadang disertai dengan beberapa bercak putih di tengah-tengahnya.

Ruam merah dan bintik-bintik kemudian biasanya akan berkurang saat memasuki hari ke-4 dan ke-5, hingga akhirnya menghilang setelah hari ke-6. Setelah itu, bintik-bintik merah baru akan muncul 3-5 hari setelah gejala pertama muncul. Wujud bintik-bintik inilah yang cukup mengecoh karena mirip dengan penyakit lain, seperti campak.

Baca Juga: Apakah pasien DBD harus diopname atau boleh dirawat di rumah?

Mengapa ruam dan bintik merah DBD bisa muncul?

Ruam dan bintik-bintik merah yang muncul saat mengalami demam berdarah muncul karena adanya beberapa kemungkinan. Yang pertama adalah respons sistem imun tubuh pasien saat terserang virus. Ketika virus dengue menginfeksi tubuh, maka sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dalam upaya membasmi virus tersebut.

Salah satu bentuk reaksi yang muncul adalah timbulnya ruam serta bintik. Kemungkinan kedua adalah pelebaran pembuluh darah kapiler. Pembuluh kapiler terletak cukup dekat dengan permukaan kulit, sehingga bercak-bercak kemerahan sangat mudah terlihat jika pembuluh tersebut melebar. Namun, belum diketahui secara pasti apa penyebab melebarnya pembuluh kapiler. Fenomena ini kemungkinan berkaitan erat dengan turunnya kadar trombosit darah pada pasien DBD.

Apa perbedaan bintik merah DBD dengan penyakit lain?

Beberapa tahun belakangan ini telah disepakati bahwa gejala klinis DBD bervariasi, sehingga perkembangan penyakit ini sulit untuk diperkirakan. Hal ini dikarenakan berbedanya hasil temuan kasus di lapangan dengan teori yang ada. Ini yang menyebabkan gejala awal DBD terkadang sulit dibedakan dengan beberapa penyakit lainnya. Salah satu penyakit yang cukup sering disalahartikan dengan gejala DBD adalah campak.

Campak sendiri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh paramyxovirus, yang ditularkan melalui kontak udara (airborne). Campak juga menimbulkan gejala berupa munculnya ruam kemerahan di kulit yang disertai dengan demam tinggi.

Lalu, bagaimana cara membedakannya dengan bintik merah atau ruam pada pasien DBD?

  1. Waktu kemunculannya

Hal yang menjadi pembeda ruam atau bintik merah DBD dengan campak adalah waktu kemunculannya. Gejala DBD biasanya akan muncul 2-5 hari setelah pasien pertama kali terpapar virus. Gejala yang pertama kali muncul biasanya berupa demam, dan ruam baru akan muncul 2 hari sejak pasien pertama kali mengalami demam. Berbeda dengan DBD, campak membutuhkan waktu 10-12 hari hingga gejala demam muncul pertama kali setelah paparan pertama virus.

Ditambah lagi, ruam pada penyakit campak biasanya timbul pada hari ke-3 setelah pasien mengalami demam, lalu akan bertambah banyak pada hari ke-6 dan ke-7. Ruam bahkan bisa bertahan selama 3 minggu.

  1. Bekas yang ditinggalkan

Ruam dan bintik merah DBD dan campak sama-sama menghilang setelah 5-6 hari. Namun, bekas yang ditinggalkan biasanya akan berbeda. Pada pasien DBD, ruam dan bintik yang menghilang tidak akan meninggalkan bekas sama sekali. Sementara itu, campak biasanya akan menyebabkan pengelupasan pada area ruam, sehingga meninggalkan bekas kecoklatan pada kulit.

  1. Gejala yang menyertainya

Bintik merah dan ruam DBD bisa juga dibedakan dengan campak berdasarkan gejala lain yang menyertainya. Meski keduanya sama-sama ditandai dengan demam tinggi, terdapat sedikit perbedaan yang bisa Anda kenali. Demam tinggi dan ruam akibat campak biasanya diikuti dengan gejala batuk, sakit tenggorokan, hidung meler, serta mata merah (konjungtivitis).

Akan tetapi, ruam DBD tidak disertai dengan gejala-gejala tersebut.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi demam berdarah?

Jika ruam dan bintik merah yang muncul di kulit Anda sudah dipastikan sebagai gejala DBD, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan DBD yang tepat. Pasalnya, penyakit demam berdarah berisiko berkembang menjadi semakin parah jika tidak ditangani dengan baik, bahkan berpotensi menimbulkan komplikasi DBD yang berbahaya. Anda juga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan DBD agar Anda dan orang-orang terdekat tidak terkena penyakit ini.

Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam mencegah DBD.

  • Melakukan langkah 3M (menguras penampungan air, menutup penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas).
  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
  • Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk.
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian serta menyimpan barang bekas di dalam rumah yang bisa menjadi tempat nyamuk berkumpul.
Share This

Pencegahan Rabies

Bali Royal Hospital June 30, 2023 Artikel 0

Hingga kini belum ada obat yang secara efektif dapat menyembuhkan rabies. Sebab, ketika rabies sudah mencapai ke otak, penyakit ini dapat mengunci penghalang darah otak. Penghalang darah otak adalah lapisan antara otak dan pembuluh darah yang tugasnya melindungi otak dari racun dan zat berbahaya lainnya.

Ketika rabies menyerang otak, virus ini mengunci penghalang tersebut, sehingga obat-obatan yang berfungsi untuk menghancurkannya tidak dapat melewatinya.

Maka dari itu, pencegahan yang dapat kamu lakukan, yaitu:

  • Berikan vaksin pada hewan peliharaan.
  • Awasi hewan peliharaan ketika sedang mengajaknya keluar. Hal ini bertujuan untuk mencegah hewan peliharaan tertular penyakit dari hewan liar.
  • Jika kamu memiliki hewan kecil seperti kelinci dan marmut, jaga kesehatan mereka. Sebab, hewan ini tidak dapat divaksin rabies.
  • Jangan mendekati hewan liar.
  • Jauhkan kelelawar dari rumah. Selain rabies, kelelawar juga membawa virus-virus lainnya yang mengancam kesehatan manusia.
  • Pertimbangkan vaksin rabies. Terutama jika kamu ingin bepergian ke negara di mana rabies umum terjadi.

Itulah pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan jika terkena rabies.

Share This
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top