Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Jenis-Cedera-yang-Umum-Dialami-Pemain-Sepak-Bola
Link Enlarge

Jenis Cedera yang Umum Dialami Pemain Sepak Bola

Bali Royal Hospital December 8, 2022 Artikel, Orthopaedi 0

Saat bermain sepak bola, Anda rentan mengalami benturan langsung dengan pemain lain. Kontak fisik keras bisa terjadi hampir setiap saat, mulai dari menggiring bola, merebut bola dengan kaki atau beradu kepala di udara, sampai saat menendang bola ke gawang.

Itulah mengapa risiko cedera dalam olahraga sepak bola cukup tinggi. Bagian tubuh yang umum mengalami cedera adalah pergelangan kaki, otot, paha, dan lutut. Namun, tak menutup kemungkinan pemain sepak juga mengalami cedera olahraga di bagian tubuh atas. Penjaga gawang bahkan sangat rentan terkena cedera kepala, terutama ketika melompat untuk menangkap bola lalu jatuh dengan posisi yang salah.

Inilah beberapa jenis cedera yang umum dialami saat bermain sepak bola.

Cedera kepala dan leher

Cedera kepala dan leher umumnya terjadi bersamaan. Jenis cedera yang mungkin dialami pemain sepak bola adalah retak, dislokasi, hingga patah tulang leher. Setelah mengalami benturan dan mengalami cedera kepala dan leher, pemain biasanya akan mengeluhkan beberapa gejala seperti berikut.

  • Rasa baal atau mati rasa, kesemutan, serta panas.
  • Nyeri seperti ditusuk jarum.
  • Tanda-tanda kelemahan atau kelumpuhan otot, misal tidak kuat menggenggam.

Gegar otak

Gegar otak atau concussion merupakan kasus yang paling umum terjadi saat pemain mengalami benturan kepala dalam pertandingan. Kondisi ini umumnya tidak sampai menyebabkan pemain kehilangan kesadaran.

Pemain yang mengalami gegar otak biasanya akan memegang kepala dan terbaring lama setelah benturan. Saat berdiri kembali, pemain akan kehilangan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Gegar otak juga bisa membuat pemain kebingungan dan kesulitan konsentrasi sehingga tidak bisa melanjutkan permainan.

Baca Juga: Penyakit Kronis, Gejala dan Penyebabnya

Pergelangan kaki terkilir

Keseleo pergelangan kaki atau cedera engkel terjadi ketika ada peregangan dan robeknya ligamen di sekitar sendi pergelangan kaki. Keseleo pergelangan kaki lateral (di luar pergelangan kaki) dapat terjadi dalam sepak bola ketika seorang pemain menendang bola dengan bagian atas kaki mereka.

Keseleo pergelangan kaki medial (di dalam pergelangan kaki) dapat terjadi ketika jari-jari kaki diputar keluar saat kaki ditekuk ke atas.

Tendinitis Achilles

Tendinitis achilles adalah cedera kronis yang terjadi akibat penggunaan berlebihan pergelangan kaki bagian belakang. Cedera ini awalnya mungkin bersifat ringan, tapi ketika pemain bola melakukan gerakan berulang, misalnya berusaha mempertahankan bola dengan kaki belakang, cedera bisa berkembang menjadi lebih berat.

Share This
Pantangan Bagi Penderita Sinusitis, Mulai dari Aktivitas Sampai Makanan
Link Enlarge

Pantangan Bagi Penderita Sinusitis, Mulai dari Aktivitas Sampai Makanan

Bali Royal Hospital October 18, 2022 Artikel 0

Sinusitis terjadi ketika jaringan sinus membengkak sehingga membuat aliran lendir tersumbat. Lendir membuat tekanan pada wajah sampai sakit pada kepala. Sinusitis juga bisa membuat hidung tersumbat yang sangat mengganggu aktivitas. Nah, bagi penderita sinusitis, ada serangkaian pantangan yang perlu Anda perhatikan. Untuk lebih jelasnya, berikut pantangan bagi penderita sinusitis.

1. Berada di udara yang kering

Udara yang kering akan membuat kondisi sinus lebih parah karena tidak ada kelembapan yang dihirup oleh hidung. Mengutip dari Harvard Health Publishing, sebaiknya Anda menggunakan humidifier atau pelembap ruangan di kamar tidur.

Pelembap udara dapat membantu mencegah saluran hidung mengering. Tetap jaga udara ruangan tetap bersih dan bebas dari bakteri serta jamur.

2. Naik pesawat terbang

Naik pesawat terbang merupakan pantangan bagi penderita sinusitis. Pasalnya, tekanan udara yang berbeda bisa memicu nyeri telinga yang tidak tertahankan. Namun, kalau Anda memang mendadak harus naik pesawat terbang, sebaiknya tutup lubang hidung dan mulut, kemudian mencoba bernapas lewat hidung.

Nantinya Anda akan merasa udara tertahan di hidung. Anda juga bisa menguap dan menelan saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat. Kegiatan tersebut membantu menjaga saluran tenggorokan ke telinga tetap bersih.

3. Menghirup polusi udara

Ada penderita sinusitis yang memiliki alergi terhadap partikel polusi udara. Ketika terpapar alergen tersebut, sistem kekebalan tubuh akan menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya.

Sebagai langkah perlindungan, tubuh memproduksi zat kimia yang membuat selaput lendir hidung bengkak. Produksi lendir hidung yang meningkat bisa menyebabkan sinusitis semakin parah.

Tidak menutup kemungkinan, kondisi ini bisa menjadi sinusitis kronis bila berlangsung lebih dari 3 minggu. Mengutip dari John Hopkins Medicine, bernapas pada udara yang kotor menyebabkan gangguan pada saluran sinus.

Pantangan Bagi Penderita Sinusitis

4. Konsumsi minuman beralkohol

Pada dasarnya, minuman beralkohol memang tidak baik untuk kesehatan, tetapi sebagian orang masih bisa mengonsumsinya. Namun, untuk penderita sinusitis, minuman ini menjadi pantangan.

Saat menderita sinusitis, Anda memang membutuhkan banyak cairan, tetapi bukan berarti bisa minum minuman beralkohol. Minuman beralkohol justru membuat tubuh dehidrasi dan menyebabkan sinus serta lapisan hidung membengkak. Hal ini bisa memperburuk kondisi sinusitis Anda.

5. Berenang

Ada beragam manfaat berenang untuk kesehatan, seperti melatih pernapasan dan otot-otot tubuh. Namun, bagi yang sedang mengalami sinusitis, berenang adalah pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Kandungan klorin pada air kolam renang bisa masuk ke telinga dan memperparah iritasi. Meski begitu, masih perlu penelitian lebih dalam mengenai hal ini. Untuk mengurangi risiko sinusitis lebih parah, Anda bisa menggunakan penjepit hidung dan penutup telinga saat berenang. Kedua alat ini bisa menurunkan risiko perburukan pada sinusitis.

Baca Juga: Kandungan Gizi dalam Kolak Pisang, Menjaga Tubuh Tetap Bertenaga

6. Membuang ingus terlalu kencang

Saat membersihkan hidung dari ingus, pantangan sinusitis adalah mendorong ingus terlalu kencang. Terlalu kuat saat membuat ingus bisa membuat iritasi saluran hidung. Selain itu, cara ini juga berisiko mendorong lendir yang mengandung bakteri ke dalam sinus. Jadi, sebaiknya, Anda mengeluarkan ingus dengan lembut dan lakukan bergiliran dari lubang kiri lalu kanan.

7. Memakai antihistamin tanpa resep dokter

Sifat dari antihistamin bisa membuat lendir menjadi lebih kental dan sulit Anda keluarkan. Oleh karena itu, Anda hanya boleh mengonsumsi obat ini bila sudah mendapat resep dari dokter. Biasanya, dokter memberikan antihistamin bila alergi yang menjadi penyebab sinusitis.

8. Merokok

Mengutip dari Cleveland Clinic, asap rokok bisa meningkatkan risiko infeksi sinusitis. Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif yang hanya menghirup kepulan asapnya saja sudah berisiko terkena infeksi. Racun dalam rokok bisa menyebabkan iritasi pada saluran napas bagian atas. Amonia dan formaldehid juga bisa menyebabkan hidung dan sinus memproduksi lebih banyak lendir.

Jika produksi lendir terlalu banyak, Anda rentan mengalami pilek, alergi, sampai gangguan pada paru-paru. Peradangan sinusitis terjadi pada rongga udara belakang tulang pipi dan dahi. Bila Anda merasa gejala semakin parah dan nyeri wajah tidak tertahankan, segera periksa ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut.

9. Produk susu dan olahannya

Produk susu dan olahan kerap dianggap dapat meningkatkan produksi lendir dan dahak yang berisiko memperparah gejala sinusitis. Itu sebabnya, kelompok makanan dan minuman ini, termasuk susu, keju, yoghurt, dan lainnya, dikelompokkan sebagai pantangan untuk penderita sinusitis.

Jika Anda merasa gejala sinusitis bertambah parah setelah mengonsumsi makanan dan minuman olahan susu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan coba hindari asupan makanan dan minuman ini. Anda bisa mengonsumsi buah-buahan sebagai makanan sehat untuk penderita sinusitis.

Sumber: hellosehat.com

Share This
Kalau Mau Menurunkan Berat Badan, Lebih Baik Makan Tahu Atau Tempe
Link Enlarge

Kalau Mau Menurunkan Berat Badan, Lebih Baik Makan Tahu Atau Tempe?

Bali Royal Hospital October 8, 2022 Artikel 0

Tahu dan tempe adalah makanan lokal yang sangat terkenal di Indonesia. Selain mudah ditemukan dan harganya juga terjangkau, dua makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini juga bergizi tinggi sehingga punya banyak manfaat bagi tubuh. Lalu jika mau menurunkan berat badan, apakah tempe dan tahu cocok dijadikan menu makan sehari-hari?

Kandungan gizi tempe dan tahu

Berdasarkan data komposisi pangan Indonesia dari Kementrian Kesehatan RI, 100 gram tempe dan tahu memiliki kandungan gizi yang berbeda.

Kandungan gizi dalam 100 gram tempe:

  • Energi: 150 kal
  • Protein: 14 gram
  • Lemak: 7,7 gram
  • Karbohidrat: 9,1 gram
  • Serat : 1,4 gram
  • Kalsium: 517 mg
  • Natrium: 7 mg
  • Fosfor: 202 mg

Kandungan gizi dalam 100 gram tahu:

  • Energi: 80 kal
  • Protein: 10,9 gram
  • Lemak: 4,7 gram
  • Karbohidrat: 0,8 gram
  • Serat : 0,1 gram
  • Kalsium: 223 mg
  • Natrium: 2 mg
  • Fosfor: 183 mg

Meski sama-sama terbuat dari kedelai, bisa dilihat dari informasi di atas bahwa secara kandungan gizi, tempe lebih padat nutrisi dibandingkan tahu. Jumlah alori, protein, karbohidrat, dan lemak dalam tempe lebih banyak daripada tahu. Tempe juga memiliki serat yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahu. Sementara itu, tahu mengandung lebih banyak mineral yang berasal dari senyawa koagulan yang memadatkan sari kedelai. Kandungan vitamin tempe lebih banyak berasal dari hasil fermentasi.

Lalu, mana yang lebih cocok untuk menurunkan berat badan?

Tempe dan tahu keduanya pada dasarnya adalah sumber protein nabati yang baik untuk mengendalikan berat badan. Maka dari itu, keduanya sah-sah saja jika dimakan untuk Anda yang sedang menurunkan berat badan. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan tinggi protein nabati dapat meningkatkan kerja metabolisme tubuh untuk membakar kalori yang lebih banyak setiap kali makan.

Makan makanan berprotein tinggi juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan dengan membuat Anda merasa kenyang lebih cepat dan lebih lama sehingga mengurangi rasa lapar. Sebuah penelitian bahkan mencatat bahwa protein kedelai sama efektifnya seperti protein hewani untuk menekan nafu makan.

Meski begitu, dilansir dari Livestrong, protein kedelai memiliki efek yang lebih besar pada penurunan berat badan dibandingkan jenis protein lainnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang mendapatkan asupan protein hanya dari makanan olahan kedelai mengalami penurunan massa lemak tubuh dan penurunan kolesterol daripada orang-orang yang mendapatkan asupan proteinnya dari daging.

Selain itu, tempe dan tahu juga termasuk makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Maka, tidak heran jika makan tempe dan tahu tidak membuat berat badan mudah naik. Namun tentunya, pastikan cara pengolahan tempe dan tahu Anda sudah tepat jika ingin menurunkan berat bada. Jangan masak tahu dan tempe dengan menggorengnya dalam minyak banyak, tapi cukup dengan dipepes, ditumis, direbus, dipanggang, atau dikukus.

Sumber: hellosehat.com

Share This
Cara menghadapi anak tantrum di tempat umum
Link Enlarge

Cara menghadapi anak tantrum di tempat umum

Bali Royal Hospital September 26, 2022 Artikel 0

Ketika balita tantrum di rumah, rasanya mudah saja untuk mengatasinya, tinggal pergi menjauh, atau meminta bantuan untuk menenangkannya. Namun, bagaimana saat anak tantrum di tempat umum dan merengek minta camilan kesukaannya?

Belum lagi tatapan menghakimi dari orang-orang sekitar membuat ayah dan ibu kesulitan untuk menangani amukan si kecil. Sebagai panduan, berikut cara mengatasi anak tantrum tempat umum yang sering meresahkan orang sekitar.

1. Hindari reaksi berlebihan

Memarahi anak saat sedang tantrum justru akan memperparah emosinya. Terlebih lagi, jika orangtua memberikan hukuman atas tantrumnya, emosinya bisa semakin menjadi-jadi. Selama tantrum, bayi tidak akan berpikiran jernih karena emosi mengendalikan dirinya. Emosi yang meluap ini ‘menjajah’ korteks depan otak anak, area pembuat keputusan dan penilaian.

Maka dari itu, membujuk tidak akan membawa hasil, apalagi memaksa atau memarahi, karena bagian otaknya yang bisa melakukan hal tersebut sedang tidak bekerja. Jadi, coba hindari reaksi berlebihan dan biarkan anak dengan tantrumnya sendiri. Jika rengekan makin parah, segera keluar dari toko dan cari tempat sepi.

Setelah itu, biarkan anak melepaskan amarahnya sampai ia puas. Sementara itu, Anda bisa menemaninya saat sedang tantrum, setelah pulih baru ajak main lagi. Saat membiarkan si kecil, bukan berarti menjadi orangtua yang buruk. Menangis dan merengek saat tantrum membantu anak untuk melampiaskan emosi dengan cara yang tidak merusak. Mereka bisa mengeluarkan uneg-uneg, memulihkan diri sendiri, dan mendapatkan kembali kontrol diri dengan usahanya sendiri.

2. Hindari menyepelekan perasaan anak

Saat anak tantrum di tempat umum, mungkin orangtua menganggap masalah yang membuatnya teriak adalah hal sepele. Namun, sebaiknya tidak menganggap seperti itu. Mengutip dari Child Mind Institute, ungkapan seperti “Gitu saja menangis, sih!” atau “Masa gitu saja marah?” justru membuat anak merasa orangtua tidak menganggapnya.

Anak bisa merasa orangtau tidak menghargainya dan kekesalan bisa memuncak ketika ayah dan ibu mengatakan kalimat sejenisnya.

Baca Juga: Tips agar anak tidak mudah sakit

3. Peluk anak

Saat melihat anak mengamuk dan tantrum di depan atau tempat umum, segera peluk si kecil. Anak yang mengamuk saat keramaian memang membuat orang dewasa lain emosi. Namun, sebagai orangtua, tetap tenang adalah langkah terbaik yang bisa ayah dan ibu lakukan. Pelukan bisa membuat anak merasa aman dan tahu bahwa orangtuanya peduli.

Meski ayah dan ibu tidak setuju dengan sikap si kecil, tetap peluk anak dengan tegas dan erat sambil mengusap punggungnya.

4. Membawa mainan atau makanan kesukaan anak

Hal yang perlu orangtua ingat adalah anak akan lebih mudah meluapkan emosi saat lapar atau kelelahan. Jadi, jika ayah dan ibu akan pergi bersama si kecil, misalnya belanja keperluan rumah tangga, pastikan anak pergi dalam keadaan kenyang dan cukup istirahat. Selama berbelanja, isi tas dengan perlengkapan untuk membuat anak sibuk sendiri atau pengalihan saat menunjukkan tanda-tanda akan tantrum.

Ayah dan ibu bisa membawa permen, biskuit, mainan kesayangan, atau gadget. Benda-benda ini terlihat remeh, tetapi bisa jadi bantuan yang ampuh saat darurat. Selain itu, ayah dan ibu bisa menetapkan aturan dasar saat berjalan-jalan untuk mengurangi risiko anak tantrum di tempat umum.

Baca Juga: 5 Dampak buruk duduk terlalu lama sehari-hari

5. Buat aturan yang jelas

Sebelum sampai tujuan, jelaskan pada anak bahwa tujuan pergi hanya untuk membeli makanan, bukan es krim atau mainan baru. Cara ini penting agar anak mengetahui batasan yang tidak boleh ia lakukan. Ayah dan ibu juga bisa membuat aturan, misalnya, setelah makan baru bermain di taman. Ucapkan dengan tegas sambil menatap matanya, sehingga anak merasa ayah dan ibu bicara dan menghargainya.

Sumber: hellosehat.com

Share This
Link Enlarge

Posisi Duduk yang Benar di Kantor agar Tidak Mudah Capek

Bali Royal Hospital September 23, 2022 Artikel 0

Duduk miring ke samping atau terlalu membungkuk tidak hanya membuat Anda jadi cepat lelah. Kebiasaan ini juga bisa menimbulkan nyeri sendi atau kram otot, apalagi jika dilakukan dalam waktu lama. Tidak hanya nyeri punggung yang cukup umum, Anda pun berisiko mengalami masalah otot lainnya, seperti sakit leher. Kondisi ini tentu akan membuat Anda tidak bisa bekerja dengan nyaman karena tubuh jadi lebih cepat lelah.

Untuk menghindari hal tersebut, berikut cara duduk yang benar yang perlu Anda biasakan dari sekarang.

1. Atur posisi tubuh

Menemukan posisi duduk yang baik mengharuskan Anda untuk mengikuti beberapa langkah sederhana. Ulangi langkah-langkah ini agar tubuh Anda mampu beradaptasi dengan posisi duduk yang baik.

Pertama, mulailah dengan duduk di ujung kursi. Gerakkan bahu dan leher Anda ke depan hingga posisi membungkuk. Kemudian, perlahan tarik kepala dan bahu Anda ke posisi duduk tegak.

Selanjutnya, dorong punggung bawah Anda ke depan hingga tulang belakang terasa melengkung. Ini mungkin akan terasa seperti dipaksakan dan tidak nyaman, tetapi coba tahan posisi ini selama beberapa detik. Lepaskan posisi duduk ini perlahan dan tahan punggung Anda. Saat ini, Anda sudah duduk dengan postur tubuh yang baik.

Jika kursi kantor Anda tidak memiliki penopang untuk tulang punggung bawah, Anda bisa selipkan bantal kecil di antara kursi dan punggung bawah Anda. Alat pendukung ini akan membantu Anda mempertahankan postur tubuh yang baik.

2. Sesuaikan kursi Anda

Posisi duduk yang benar dan perlu Anda perhatikan selanjutnya yakni penyesuaian tinggi kursi duduk. Gerakkan kursi ke atas atau ke bawah sampai kaki Anda sejajar dengan lantai dan lutut. Pastikan lengan Anda harus sejajar dengan lantai juga.

Kaki Anda harus mencapai lantai. Jika tidak, gunakan kursi atau sandaran khusus untuk menopang kaki agar kaki Anda tidak menggantung. Letakkan siku Anda di samping dan rentangkan kedua tangan Anda sehingga berbentuk L. Lengan yang diletakkan terlalu jauh dari tubuh bisa menambah tekanan pada otot lengan dan bahu Anda.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil di Usia Senja? Ini Tipsnya

3. Letakkan kaki di lantai

Pastikan berat badan Anda tersebar secara merata di seluruh pinggul Anda. Tekuk lutut Anda pada sudut yang tepat. Kaki Anda harus rata dengan lantai. Jika Anda mengenakan sepatu dengan hak tinggi, lebih nyaman jika Anda melepasnya. Jika kaki Anda tidak bisa mencapai lantai, gunakan sandaran kaki. Hindari duduk dengan menyilangkan kaki, sebab hal ini dapat mengurangi aliran darah dan menyebabkan ketegangan otot.

4. Jarak layar dan pandangan Anda

Untuk memaksimalkan posisi duduk yang benar, posisikan layar langsung di depan Anda. Rentangkan lengan Anda dan sesuaikan jarak layar agar cukup jauh. Selain itu, sesuaikan seberapa tinggi layar komputer Anda. Bagian atas layar komputer tidak boleh lebih dari 5 cm di atas arah pandang Anda. Layar komputer yang telalu rendah atau terlalu tinggi dapat membebani leher dan mata Anda. Anda juga bisa menyesuaikan tinggi layar komputer dengan menggunakan buku sebagai tumpuan komputer. Sesuaikan tebal buku dengan tinggi layar komputer yang pas untuk Anda.

5. Posisikan keyboard dan mouse dengan benar

Keyboard harus berada tepat di depan komputer Anda. Sisakan jarak 10–15 cm antara ujung keyboard dan meja sehingga pergelangan tangan memiliki ruang untuk beristirahat saat Anda mengetik.

Jika posisi keyboard cukup tinggi dan Anda harus memiringkan pergelangan tangan untuk mengetik, carilah sandaran tangan yang empuk. Ketegangan saat mengetik dapat menyebabkan kelelahan dan nyeri pada otot. Bantalan pergelangan tangan dapat membantu memposisikan tangan Anda agar rata dengan keyboard.

Selain itu, posisikan mouse agar sejajar dengan keyboard dan mudah untuk dijangkau. Saat Anda menggunakan mouse, pergelangan tangan Anda harus lurus. Lengan atas harus berada di samping Anda dan tangan harus berada sedikit di bawah siku. Posisi ini membantu mencegah ketegangan pada pergelangan tangan.

6. Letakkan benda yang sering digunakan dalam jangkauan Anda

Cara selanjutnya dalam menerapkan posisi duduk yang benar yakni memastikan benda-benda yang Anda butuhkan berada dalam jangkauan. Meski terkesan sepele, hal ini membantu menjaga posisi duduk tetap tegak. Jadi, tubuh Anda tidak membungkuk atau miring.

Benda yang sering digunakan, seperti stapler, telepon, dan buku catatan, sebaiknya diletakkan dekat dengan Anda. Peregangan yang Anda lakukan saat mengambil benda-benda tersebut dapat membantu melatih otot.

7. Gunakan headset

Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk menelepon, mengetik, atau menulis, sebaiknya gunakan pengeras suara (loudspeaker) pada ponsel Anda. Namun, jika itu tidak memungkinkan, Anda bisa menggunakan headset. Hal ini dilakukan untuk mengurangi nyeri otot, kaku otot, dan bahkan kerusakan ligamen akibat menekuknya leher selama menopang ponsel.

8. Jangan lupa berdiri dan istirahatkan tubuh

Duduk dalam waktu yang lama dapat mengurangi aliran darah dan menyebabkan otot kelelahan. Untuk mencegahnya, luangkan sedikit waktu untuk istirahat. Anda bisa berdiri sebentar dan melakukan beberapa gerakan peregangan sederhana di kantor. Selain itu, cobalah berjalan-jalan sebentar untuk ke toilet atau isi air minum. Hal ini dapat melancarkan aliran darah setelah duduk terlalu lama. Jika bisa, ambillah waktu istirahat untuk meregangkan tubuh setidaknya 1–2 menit setiap 30 menit.

Sumber: hellosehat.com

Share This
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top