Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Tips aman makan buah untuk pengidap diabetes
Link Enlarge

Tips aman makan buah untuk pengidap diabetes

Bali Royal Hospital July 20, 2022 Artikel 0

Meski mengandung gula, buah kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Kandungan serat buah terbukti efektif memperlambat penyerapan gizi di dalam tubuh sehingga gula darah tidak cepat naik mendadak. Buah juga adalah sumber antioksidan yang sangat baik. Antioksidan penting untuk menghindari kerusakan sel akibat stres oksidatif atau paparan radikal bebas. Stres oksidatif sering dikaitkan dengan berbagai komplikasi diabetes.

Agar buah yang dikonsumsi memberikan manfaat yang optimal alih-alih memperparah gejala diabetes, pastikan Anda memperhatikan beberapa tips berikut.

1. Pastikan indeks glikemik rendah

American Diabetes Association menyarankan memilih buah yang punya nilai IG rendah untuk penyakit gula. Secara umum, buah dengan indeks glikemik tinggi cenderung lebih cepat menyebabkan kenaikan gula darah daripada yang rendah.

Penting juga untuk dicatat bahwa indeks glikemik suatu makanan mungkin akan berbeda ketika dimakan sendirian atau saat dikombinasikan dengan makanan lain.

Jika Anda makan buah IG tinggi seperti melon dan mencampurnya dengan makanan indeks glikemik rendah seperti keju rendah lemak, efeknya justru membantu menjaga kadar gula darah normal.

2. Hindari buah kering

Buah yang paling baik untuk diabetes adalah buah segar. Namun, ada banyak buah yang diawetkan dengan gula sehingga rasanya jadi lebih manis. Jenis buah kering ini sebaiknya dibatasi konsumsinya, bahkan menjadi makanan yang dihindari untuk diabetes.

Baca Juga: 5 Pilihan Buah Terbaik untuk Pengidap Diabetes

3. Hindari jus buah

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa makan buah memberi manfaat untuk membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2. Faktanya, jus buah justru menjadi minuman yang bisa meningkatkan gula darah dengan cepat. Efek penurunan gula dari buah berasal dari kandungan seratnya. Pemrosesan buah dengan blender atau juicer justru dapat menghancurkan struktur serat buah.

Akibatnya, hampir sebagian besar kandungan serat hilang sehingga malah jadi menyebabkan gula darah melonjak dengan cepat. Selain itu, jus dibuat dengan menambahkan lebih banyak potongan buah agar memenuhi satu porsi.

Contohnya, Anda akan perlu sekitar 2–3 jeruk segar utuh untuk membuat satu cangkir jus jeruk (237 ml).

Sementara kaya akan gula fruktosa, jus pun terkadang harus ditambahkan pemanis agar rasanya lebih mudah diterima lidah, entah itu gula pasir, sirup gula, atau susu Hal ini berarti bahwa asupan gula harian akan meningkat daripada serat dan zat gizi buah lainnya. Risiko kenaikan gula darah setelah minum jus buah pun cenderung jadi tinggi. Itulah sebabnya, buah lebih baik dimakan langsung, tidak disajikan dalam bentuk jus.

Namun, bila diabetesi ingin mengonsumsi jus buah, pastikan untuk mengikuti aturan amannya seperti tidak menambahkan gula tambahan. Buah untuk diabetes yang aman adalah buah dengan nilai indeks glikemik di bawah 55. Selain itu, buah-buahan ini kaya serat dan senyawa tanaman atau fitokimia lainnya yang berperan sebagai antioksidan.

Bila ingin rutin mengonsumsi buah-buahan, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan pola makan buah yang tepat.

 

Dokter Spesialis Gizi

dr. Ni Made Dwi Asti Lestari, M.Kes, Sp.GK

 

Sumber: hellosehat.com

Share This
5 Pilihan Buah Terbaik untuk Pengidap Diabetes
Link Enlarge

5 Pilihan Buah Terbaik untuk Pengidap Diabetes

Bali Royal Hospital July 19, 2022 Artikel 0

Anda mungkin pernah mendengar kalau pengidap diabetes sebaiknya tidak makan buah tinggi gula. Faktanya, buah termasuk makanan paling baik untuk diabetes.

American Diabetes Association (ADA) mengatakan bahwa diabetesi (sebutan untuk orang dengan penyakit diabetes) boleh makan buah apa pun, asalkan cermat menakar porsinya dan memastikan tidak punya alergi buah. Penelitian dalam Nutrition Journal (2013) bahkan melaporkan konsumsi dua potong buah sehari dalam 12 minggu ternyata tidak menaikkan kadar gula darah secara berarti jika dibandingkan makan buah kurang dari dua potong per hari.

Namun, tentunya tidak semua buah direkomendasikan untuk penyakit gula. Buah yang dimakan harus memiliki indeks glikemik yang rendah, yaitu sekitar 55. Indeks glikemik (IG) adalah ukuran kecepatan suatu makanan untuk diproses menjadi gula darah oleh tubuh.

Dari begitu banyak pilihan buah di luar sana, ada beberapa buah yang aman untuk diabetes.

1. Jeruk

Jeruk juga merupakan buah yang baik untuk diabetes. Selain kaya vitamin C, jeruk ternyata masuk dalam daftar buah dengan indeks glikemik yang rendah, yaitu sekitar 55. Selain itu, jeruk juga kaya akan asam folat dan kalium yang dapat membantu menjaga tekanan darah.

Tidak hanya jeruk, Anda juga bisa mengonsumsi beragam buah sitrus lainnya, seperti lemon dan jeruk bali.

2. Kiwi

Kiwi merupakan buah yang menjadi sumber kalium, serat, dan vitamin C yang baik untuk tubuh. Kombinasi kandungan serat, air, dan nilai IG yang rendah dapat memperlambat laju penyerapan glukosa yang berasal dari makanan lain.

Selain aman untuk gula darah, buah ini juga jadi pilihan menu diet penurunan berat badan. Perlu diketahui, satu buah kiwi besar mengandung sekitar 56 kalori dan 13 gram karbohidrat.

Tonton Juga: Ngobrol Santai Bareng dr Ratna – Yuk Kenali Diabetes Sejak Dini

3. Alpukat

Kebanyakan orang mengira buah alpukat harus dihindari para diabetesi karena tinggi lemak. Faktanya, alpukat justru termasuk buah yang baik untuk diabetes. Lemak yang terkandung adalah lemak tak jenuh yang justru bagus untuk mengendalikan gula darah.

Alpukat juga baik untuk diabetesi karena bisa menciptakan rasa kenyang lebih lama setelah dikonsumsi. Hal ini mampu meningkatkan kinerja hormon insulin. Selain itu, alpukat bermanfaat menurunkan risiko sindrom metabolik yang menjadi pemicu utama diabetes. Cara menyajikan buah yang sehat untuk pasien diabetes ini pun bervariasi. Anda bisa mengonsumsinya secara langsung, dibuat salad, selai, atau isian sandwich.

4. Mangga

Mangga adalah salah satu buah yang tumbuh subur di Indonesia dan bisa dikonsumsi diabetesi. Buah yang memiliki daging berwarna kuning ini kaya akan kandungan vitamin A serta vitamin C yang baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh pasien diabetes.

Tak hanya itu, mangga juga juga mengandung senyawa mangiferin yang bisa mengurangi kadar gula pada tubuh. Mangga juga tinggi serat sehingga dapat membantu menjaga fungsi pencernaan agar bekerja lebih optimal.

Baca Juga: Mengenal Virus Hendra Menular dari Kuda ke Manusia

5. Stroberi

Stroberi juga menjadi salah satu buah yang bagus untuk diabetes. Buah ini mengandung fisetin atau senyawa pemberi warna yang berperan sebagai antioksidan. Fisetin memang tidak bekerja untuk mengurangi kadar gula darah, tetapi membantu menurunkan risiko pembengkakan ginjal.

Senyawa aktif dalam buah stroberi ini juga diketahui bermanfaat untuk mengurangi risiko komplikasi retinopati diabetik dan gangguan saraf lainnya pada komplikasi diabetes. Meski dibutuhkan penelitian lanjutan, para peneliti percaya bahwa stroberi merupakan buah untuk orang diabetes yang aman.

Sumber: hellosehat.com

Share This
Mengenal Virus Hendra Menular dari Kuda ke Manusia
Link Enlarge

Mengenal Virus Hendra Menular dari Kuda ke Manusia

Bali Royal Hospital July 18, 2022 Artikel 0

Apa itu virus Hendra?

Meski baru menjadi perbincangan, nyatanya virus Hendra sudah ditemukan sejak 1994 di Hendra, sebuah wilayah yang terletak di pinggiran kota Brisbane, Australia. Virus Hendra (HeV) adalah virus penyebab penyakit yang termasuk dalam famili Paramyxoviridae, genus Henipavirus. Inang utama dari HeV adalah kelelawar buah yang juga dikenal dengan sebutan flying fox.

Penularannya terjadi ketika kelelawar pembawa virus terbang dan hinggap pada hewan lainnya, seperti kuda. Kuda yang terinfeksi kemudian dapat menularkan virus dan menyebabkan penyakit pada manusia yang melakukan kontak dekat (zoonosis). Sebenarnya, penyakit akibat infeksi virus Hendra sangat jarang terjadi pada manusia. Sejak 1994 hingga 2013, hanya ada tujuh kasus yang dilaporkan.

Kendati demikian, penyakit ini cukup serius dan bisa berujung fatal. Terhitung empat pasien dari tujuh kasus tersebut meninggal dunia. Infeksi HeV berbeda dengan flu kuda. Flu kuda sangatlah menular, tetapi penyakitnya tidak menyerang manusia.

Gejala Virus Hendra

Gejala virus Hendra umumnya muncul di 5 hingga 21 hari usai kontak erat dengan hewan yang tertular. Perlu diketahui, hingga kini belum ada laporan virus Hendra menular antarmanusia.

Tonton Juga: Yuk kenali diabetes sejak dini

Adapun gejala yang perlu diwaspadai adalah seperti berikut:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Adapun gejala yang serius, seperti:
  • Meningitis atau ensefalitis (radang otak) dapat berkembang
  • Kejang-kejang
  • Koma

Pencegahan infeksi virus Hendra

Karena banyak menyerang hewan, orang-orang yang lebih berisiko terpapar dengan virus ialah mereka yang bekerja di peternakan. Bila Anda termasuk salah satunya, waspadalah dengan berbagai gejala yang ditunjukkan oleh hewan, seperti keluarnya lendir berbusa dari hidung, tubuh bersuhu tinggi, berkeringat, dan gangguan keseimbangan.

Segera pisahkan hewan yang sakit dari hewan lainnya, lalu periksakan ke dokter. Bila hewan Anda didiagnosis terinfeksi virus Hendra, dokter dan petugas dari fasilitas kesehatan akan mengidentifikasi orang-orang yang pernah berinteraksi dengan hewan tersebut. Nantinya, orang-orang yang berisiko tertular penyakit akan diberikan informasi mengenai virus Hendra dan dipantau kondisinya. Terkadang, tes darah juga disarankan.

Lihat Juga: Jadwal Praktek Dokter

Selain itu, ada berbagai hal lainnya yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko penularan penyakit. Berikut di antaranya.

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air setiap setelah mengurus hewan.
  2. Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang belum bersih.
  3. Selalu bersihkan peralatan yang digunakan untuk mengurus hewan.
  4. Kenakan pakaian panjang serta peralatan pelindung seperti kacamata, masker, dan sarung tangan bila Anda harus mengurus hewan yang sakit.
  5. Mandi dan ganti pakaian sesegera mungkin setelah terkena darah atau cairan tubuh dari hewan.
  6. Jangan mencium hewan pada bagian moncong dan sisi wajah.
  7. Jangan letakkan tempat air atau tempat pakan hewan di bawah pohon atau di area lain yang dapat menjadi tempat kelelawar bertengger.

Sumber: hellosehat.com/infeksi

Share This
Link Enlarge

4 Manfaat Konsumsi Air Putih untuk Kesehatan Ginjal

Bali Royal Hospital June 15, 2022 Artikel 0

Ginjal merupakan organ penting yang bertugas menyaring zat beracun di dalam tubuh. Apabila ginjal tidak dirawat dengan baik, Anda berisiko terkena penyakit ginjal. Salah satu cara menjaga kesehatan organ ini adalah dengan minum air putih. Apa saja manfaat air putih bagi kesehatan ginjal? Berikut ini ulasan lengkapnya.

Manfaat air putih bagi kesehatan ginjal

Ada kesalahpahaman dari anjuran untuk minum delapan gelas air setiap harinya. Faktanya, kebutuhan cairan per hari untuk setiap orang berbeda.

Jumlah konsumsi air yang dibutuhkan tubuh tergantung dengan usia, intensitas aktivitas harian, dan kondisi kesehatan seseorang.

Satu hal yang pasti, Anda dapat menjaga ginjal tetap sehat dengan mengonsumsi air putih. Berikut sejumlah manfaat air putih bagi kesehatan ginjal.

1. Menekan kekambuhan batu ginjal

Sebuah penelitian dalam jurnal The Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health menyebutkan ada beberapa faktor yang bisa memicu kekambuhan batu ginjal, yaitu:

  • volume urine yang rendah,
  • cuaca yang panas, dan
  • aktivitas fisik yang intens.

Peneliti mengetahui peningkatan asupan cairan dapat meningkatkan volume urine dan menurunkan risiko kekambuhan batu ginjal. Namun, pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui cara pengobatan batu ginjal yang tepat, bukan untuk mencegah penyakit tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, konsumsi air putih mungkin bisa membantu pengobatan bagi batu ginjal.

2. Menjaga berat badan agar tidak membebani ginjal

Merujuk dari National Health Services UK, rutin minum air putih dapat membantu menurunkan berat badan Anda.

Air putih akan menekan nafsu makan yang berlebih, membantu olahraga jadi lebih efisien dan mudah, dan meningkatkan metabolisme tubuh. Pasalnya, berat badan yang terlalu berat justru akan meningkatkan tekanan darah sehingga berdampak buruk bagi kerja ginjal Anda. Cobalah untuk menjaga berat badan tetap sehat dengan tetap aktif dan tidak makan berlebihan.

3. Mencegah penurunan fungsi ginjal

Beberapa penelitian observasional, seperti di dalam American Journal of Nephrology mengungkapkan bahwa asupan air putih yang tinggi dapat mencegah gagal ginjal. Konsumsi air yang banyak dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal selama enam tahun.

Menariknya, penelitian ini turut membandingkan kondisi ketika pasien minum air putih dan ketika pasien mengonsumsi cairan lain. Hasil perbandingan menunjukkan hanya air putih yang memberikan manfaat pada ginjal, sedangkan asupan minuman manis memperlihatkan efek negatif.

4. Menjaga tekanan darah normal

Anda memiliki tekanan darah yang rendah ketika hasil pengukuran menunjukkan angka kurang dari 90/60 mm Hg. Dehidrasi dapat menyebabkan tekanan darah rendah karena penurunan volume darah yang beredar di pembuluh darah.

Saat volume darah berkurang, pembuluh darah tidak dapat mengalirkan pasokan darah yang memadai ke seluruh jaringan tubuh. Artinya, tekanan darah yang terlalu rendah membuat organ-organ tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen dan zat gizi yang cukup. Oleh karena itu, kondisi ini menyebabkan ginjal bekerja ekstra keras hingga akhirnya mengakibatkan kerusakan ginjal.

Kenapa penting penuhi kebutuhan air putih untuk ginjal?

Sekitar 60-70% dari berat badan Anda terdiri dari air dan setiap bagian tubuh Anda membutuhkannya untuk berfungsi dengan baik. Air membantu ginjal membuang limbah dari darah Anda dalam bentuk urine.

Air juga membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga darah dapat mengalir ke ginjal untuk mengantarkan oksigen dan zat gizi yang dibutuhkan. Namun, suplai darah ke ginjal bisa terhambat saat tubuh mengalami dehidrasi karena kurangnya asupan cairan.

Dehidrasi ringan dapat membuat Anda merasa lelah dan dapat mengganggu fungsi normal tubuh. Sementara itu, dehidrasi yang parah dapat merusak ginjal Anda.

Oleh karena itu, penting untuk minum air putih yang cukup Anda bekerja atau berolahraga, terutama saat cuaca hangat dan lembap. Anda dapat memperoleh asupan air yang cukup dengan mengonsumsi cairan seperti sup atau sayur dan buah yang mengandung air.

Baca Juga: Tips untuk mengendalikan ngidam yang tidak sehat

Cara tepat minum air putih untuk kesehatan ginjal

Seperti penjelasan sebelumnya, air putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ginjal. Untuk memperoleh manfaat air putih bagi ginjal dengan lebih maksimal, coba sejumlah tips memenuhi asupan air putih harian berikut.

1. Asupan air disesuaikan dengan kebutuhan

Sebenarnya, tidak ada aturan pasti yang menentukan setiap orang perlu minum delapan gelas air sehari. Ini hanyalah rekomendasi umum berdasarkan fakta tubuh terus-menerus kehilangan air selama Anda beraktivitas. Tubuh membutuhkan asupan air yang cukup untuk bertahan hidup.

Namun, Institute of Medicine’s Food and Nutrition Board memberikan rekomendasi untuk minum setidaknya 2,6 liter (sembilan cangkir) air setiap hari untuk wanita. Sementara pria dianjurkan untuk minum sekitar 3,7 liter (13 cangkir) air per harinya.

2. Pasien gagal ginjal konsumsi air lebih sedikit

Ketika mengalami gagal ginjal, Anda mungkin tidak akan mengeluarkan banyak urine (ekskresi), bahkan bisa tidak membuang urine sama sekali. Bagi pasien gagal ginjal yang menjalani perawatan cuci darah atau dialisis, konsumsi air sebenarnya harus sangat dibatasi.

Ada sejumlah makanan pantangan bagi pengidap penyakit ginjal, seperti daging, kacang-kacangan, dan susu sapi karena tinggi protein.

3. Hindari terlalu banyak minum air

Meskipun tidak umum terjadi, tetapi terlalu banyak minum air dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah. Hal tersebut bisa mengakibatkan kondisi berbahaya yang biasa dialami oleh pelari maraton, yaitu hiponatremia. Hiponatremia dapat menyebabkan linglung, mual dan muntah, hingga kejang.

4. Minum lebih banyak air saat konsumsi obat

Minum air lebih banyak saat mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat membantu mencegah kerusakan ginjal. Anda perlu membaca label obat dan ajukan pertanyaan sebelum mengonsumsi obat-obatan yang mungkin dampak berdampak pada ginjal. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker terlebih dahulu.

Anda dapat mencegah dehidrasi dengan minum banyak cairan. Hal ini sangat penting dilakukan saat Anda sakit, banyak berkegiatan, atau beraktivitas berat di tengah cuaca panas. Selain itu, konsumsi air putih secara teratur dan dalam jumlah yang cukup memberi manfaat bagi kesehatan ginjal.

Sumber:

https://hellosehat.com/urologi/ginjal/manfaat-air-putih-bagi-kesehatan-ginjal/

Share This
Link Enlarge

Keracunan Bahan yang Tidak Membahayakan

Bali Royal Hospital June 13, 2022 Artikel 0

Apa itu keracunan bahan yang tidak membahayakan?

Ini terjadi jika anak Anda menelan benda atau zat tertentu yang tidak berbahaya bagi tubuh. Beberapa contohnya adalah lilin, kapur, krayon, pena pulpen, tinta spidol, isi pensil (batangan grafit), makanan kucing atau anjing, kotoran kucing, debu, sabun, body lotion, lipstik, petroleum jelly, shampo, krim cukur, butiran silika, losion tabir surya, dan pasta gigi.

Anak-anak biasanya suka mengunyah koran, namun tidak menelannya. Pada umumnya, tinta kertas koran tidak membahayakan tubuh, terkecuali jika sebagian pewarna pada tinta terbuat dari zat-zat berbahaya. Namun percayalah, sesekali mengunyah koran tidak akan mendatangkan masalah serius.

Apa tanda dan gejalanya?

Kebayakan substansi yang tidak boleh dimakan tidak akan menunjukkan gejala apapun setelah dicerna tubuh.

Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Konsultasikan dengan dokter untuk langkah penanganan selanjutnya.

Kapan saya harus ke dokter?

Sebaiknya segera hubungi bantuan medis terdekat atau hubungi 112.

Pencegahan

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah keracunan dan menghindarkan diri dari situasi di mana anak memasukkan benda-benda yang bukan makanan ke dalam mulutnya.

Simpan dan jauhkan obat-obatan dan zat kimia lainnya dari jangkauan anak-anak, terutama pembersih toilet, pengilap mebel, obat-obatan, dan insektisida. Produk-produk ini adalah penyebab keracunan paling umum dan berbahaya.

  • Simpan dan jauhkan minuman alkohol dari jangkauan anak-anak. Minuman beralkohol, walaupun hanya 100 ml dapat menyebabkan akibat fatal pada anak berusia 2 tahun. Penting untuk diingat: obat kumur pada umumnya mengandung 15-25% alkohol.
  • Segel atau tutup rapat setiap obat setelah digunakan, dan ingat untuk selalu perhatikan takaran pemberian dosis sebelum menggunakan.
  • Jangan biarkan obat di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau saat Anda sedang tidak memperhatikannya.
  • Jangan simpan obat dalam tas, karena anak sering mengaduk-aduk tas Anda untuk mencari permen atau cokelat. Saat
  • Anda sedang menerima tamu, simpan tas atau dompet jauh dari jangkauan anak.
  • Selalu baca label produk dengan teliti sebelum menggunakannya. Pastikan obat tersebut adalah obat yang tepat untuk anak Anda dan Anda menakar dosis dengan tepat. Jangan berikan dosis saat gelap atau mati lampu.
  • Pelajari setiap tanaman rumah dan mana saja yang dapat menyebabkan keracunan (muntah atau diare) saat dikonsumsi.
  • Ajarkan anak Anda untuk tidak sembarangan menaruh rumput, daun, biji-bijan, atau buah dari tanaman langsung ke dalam mulut
  • Jangan simpan cairan kimia dalam botol minuman soda atau minyak dan bahan bakar lainnya ke dalam tempat atau botol bekas makanan dan minuman.
  • Terkadang, anak memasukkan benda ke dalam mulutnya akibat rasa ingin tahunya. Anda tidak bisa hanya memberi tahu anak untuk tidak sembarangan memasukkan benda apapun dalam mulut. Untuk mencegah keracunan, orangtua juga harus siap sedia dalam mengawasi di mana anak bermain dan apa yang sedang mereka lakukan.

Sumber:

https://hellosehat.com/hidup-sehat/pertolongan-pertama/keracunan-bahan-yang-tidak-membahayakan/

Share This
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top