Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Bolehkah Makan Nasi Goreng Saat Sahur
Link Enlarge

Bolehkah Makan Nasi Goreng Saat Sahur?

Bali Royal Hospital April 6, 2022 Artikel 0

Kebanyakan orang mungkin berpendapat bahwa makanan apa pun bisa dimakan saat sahur sebagai sumber tenaga saat berpuasa. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena makan sahur bisa diibaratkan seperti sarapan pagi.

Asupan makanan dan minuman yang An  da konsumsi saat sahur berguna sebagai sumber tenaga. Namun, sebaiknya perhatikan sumber makanan yang Anda makan ketika sahur karena selama berpuasa Anda tidak makan dan minum apa pun.

Makan makanan yang salah saat sahur berisiko membuat puasa Anda terganggu. Ambil contohnya makan sahur dalam jumlah yang terlalu banyak dapat memicu perut begah dan sakit karena kekenyangan.

Itu sebabnya, ada aturan porsi makanan saat sahur yang tepat serta jenis makanannya yang sebaiknya dihindari. Nah, yang kerap dipertanyakan yakni mengenai nasi goreng sebagai menu makanan saat sahur.

Sehatkah makan nasi goreng saat sahur?

Sehatkah makan nasi goreng saat sahur

Sebenarnya, tidak ada larangan untuk menjadikan nasi goreng sebagai menu makanan saat sahur. Terlebih karena proses pembuatan nasi goreng yang terbilang mudah dan tidak lama.

Meski begitu, penting untuk diperhatikan bahwa sesuai dengan namanya, nasi goreng mengandung cukup banyak minyak. Makan makanan berminyak bikin lebih mudah haus. Apalagi jika setelah makan nasi goreng Anda harus puasa sehari penuh.

Alasan mengapa makanan berminyak bisa membuat haus karena ketika ditumis atau digoreng, kandungan minyak yang ada pada makanan tersebut akan hilang dan digantikan oleh lemak.

Itulah mengapa makanan berminyak biasanya memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang tidak berminyak dan tidak digoreng.

Makanan lain yang membuat tubuh cepat haus

Makanan lain yang membuat tubuh cepat haus

Bukan hanya nasi goreng yang bisa membuat tubuh menjadi gampang haus saat puasa, makanan yang digoreng lainnya juga menimbulkan efek yang sama. Ambil contoh ayam goreng, tahu goreng, atau ikan goreng.

Di sisi lain, makanan dengan kandungan garam yang tinggi juga memicu timbulnya rasa haus di dalam tubuh. Melansir Moment of Science, asupan garam (sodium) yang terlalu banyak bisa mengganggu keseimbangan cairan pada tubuh.

Ketika keseimbangan cairan di dalam sel-sel tubuh terganggu, Anda jadi lebih cepat merasa haus. Makanan dengan kandungan garam yang tinggi biasanya terdapat pada makanan cepat saji, pizza, dan hot dog.

Makan nasi goreng saat sahur tidak masalah, asalkan

Makan nasi goreng saat sahur tidak masalah

Meski sedang berpuasa, Anda tetap harus mencukupi semua kebutuhan nutrisi harian tubuh. Oleh karena itu, usahakan untuk makan beragam jenis makanan saat sahur, buka puasa, serta makan malam. Ketimbang hanya makan nasi goreng tanpa tambahan makanan lainnya ketika sahur, Anda bisa mencampurkan nasi goreng dengan potongan sayur dan kacang-kacangan sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat.

Pilihan sayur dan kacang-kacangan yang bisa Anda campurkan meliputi sawi, kacang polong, daun bawang, dan daun selada. Bahkan, sah-sah saja untuk menambahkan buah-buahan ke dalam nasi goreng racikan Anda saat sahur untuk mempercantik tampilan, misalnya tomat dan mentimun.

Tambahkan juga lauk seperti daging ayam, daging sapi, atau telur untuk memenuhi kebutuhan protein. Jangan lupa, perbanyak minum air putih saat sahur untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Sumber: hellosehat.com

Share This
Cara Berbuka Puasa yang Benar dan Sehat
Link Enlarge

Cara Berbuka Puasa yang Benar dan Sehat

Bali Royal Hospital April 4, 2022 Artikel 0

Selama menjalankan puasa, waktu berbuka puasa merupakan momen yang tidak kalah penting dari makan sahur. Menu makanan, waktu makan, dan seberapa banyak porsinya menentukan apakah Anda telah buka puasa dengan cara yang sehat.

Ingin tahu bagaimana cara berbuka puasa yang sehat dan tepat? Simak informasi berikut ini.

Cara buka puasa yang sehat

Setelah hampir seharian tidak makan dan minum, wajar jika Anda ingin menyantap apa saja yang tersedia di meja makan. Akan tetapi, jangan lupa bahwa buka puasa secara berlebihan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Begitu pula jika Anda salah memilih takjil untuk buka puasa, terlalu banyak makan makanan manis, atau tidak minum yang cukup saat berbuka.

1. Memilih menu takjil buka puasa yang sehat

Takjil buka puasa identik dengan makanan dan minuman manis. Meski Anda boleh saja berbuka puasa dengan makanan manis, bayangkan berapa banyak asupan gula dalam sebulan jika Anda melakukannya setiap hari.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mulai beralih ke menu takjil sehat. Pilihlah buah-buahan segar yang tidak banyak menggunakan gula tambahan. Anda tidak hanya akan mendapatkan energi, tapi juga vitamin, serat, dan mineral.

2. Tidak langsung makan berat

Pada beberapa orang, makan berat saat perut kosong dapat memicu gejala gangguan pencernaan dan membuat perut terasa begah, kembung, atau sakit. Makan berlebihan saat berbuka puasa juga bisa menyebabkan mual atau bahkan muntah.

Cara berbuka puasa yang sehat ialah dengan makan takjil yang ringan terlebih dulu, seperti kurma, puding, atau satu mangkuk kecil kolak pisang tanpa santan.

3. Penuhi kebutuhan cairan

Agar Anda tidak dehidrasi, minumlah 1–2 gelas air saat buka puasa mengikuti anjuran minum selama bulan puasa. Anda pun bisa menambah asupan cairan dari makanan yang banyak mengandung air, misalnya buah-buahan tinggi air, sup, dan es buah. Hindari minuman tinggi gula seperti soft drink dan minuman yang memicu buang air kecil seperti kopi.

4. Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang

Setelah makan takjil yang ringan dan manis, kini saatnya makan makanan utama. Nah, menu buka puasa yang sehat idealnya terdiri atas makanan bergizi seimbang dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

5. Perhatikan makanan yang perlu dihindari

Selain waktu dan porsi makan, perhatikan juga jenis makanan yang Anda pilih ketika berbuka puasa. Beberapa jenis makanan tidak cocok dikonsumsi untuk buka puasa, terutama bagi orang-orang yang memiliki gangguan pencernaan. Sedapat mungkin, hindarilah makanan yang digoreng dengan metode deep-fry, tinggi lemak, serta banyak mengandung garam dan gula tambahan.

Kurangi juga makanan olahan, makanan kemasan, dan makanan yang diawetkan. Setiap orang yang menjalani puasa Ramadan tahu bagaimana caranya berbuka puasa. Namun, belum tentu semuanya memahami seperti apa cara berbuka puasa yang sehat. Pilihlah takjil yang menyehatkan, penuhi kebutuhan cairan, dan jangan makan secara berlebihan.

Share This
Cara penggunaan obat tetes mata yang benar
Link Enlarge

Cara penggunaan obat tetes mata yang benar

Bali Royal Hospital March 25, 2022 Artikel 0

Terkadang saat kita menggunakan obat tetes mata, kita merasa kebingungan untuk melakukannya, terutama saat memakai obat tetes mata kepada diri sendiri.

Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa tahapan penggunaan obat tetes mata yang benar:

  1. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air.
  2. Periksa bagian ujung tetes mata untuk memastikan bahwa ia tidak terkelupas atau retak.
  3. Hindari menyentuh ujung penetes pada mata Anda atau apapun (obat tetes mata harus tetap bersih).
  4. Sambil menengadahkan kepala Anda ke atas, tarik lapisan bawah mata Anda hingga membentuk kantong.
  5. Pegang tetes mata dengan menghadap ke bawah, dan posisikan tetes mata sedekat mungkin dengan mata tanpa menyentuhnya.
  6. Pencet tetes mata secara perlahan, sehingga cairan jatuh ke dalam kantong yang Anda buat pada lapisan bawah mata.
  7. Tutup mata Anda selama 2-3 menit dengan menundukkan kepala Anda. Cobalah untuk tidak berkedip dan meremas kelopak mata Anda.
  8. Letakkan jari pada pembuluh air mata dan lakukan tekanan lembut.
  9. Lap kelebihan cairan di wajah Anda dengan menggunakan tisu.
  10. Jika Anda menggunakan lebih dari satu tetes di mata yang sama, tunggu selama 5 menit sebelum menambahkan tetesan berikutnya.
  11. Pasang kembali dan kencangkan tutup pada botol obat tetes mata. Jangan menyeka atau membilas ujung pipet.
  12. Cuci tangan Anda untuk menghilangkan obat apapun.

Baca Juga: 10 Kondisi yang Memerlukan Obat Tetes Mata

Share This
Link Enlarge

10 Kondisi yang Memerlukan Obat Tetes Mata

Bali Royal Hospital March 23, 2022 Artikel 0

Obat tetes mata adalah cairan yang digunakan untuk berbagai kondisi mata, seperti mata merah dan setelah operasi mata. Tetes mata biasanya mengandung saline sebagai bahan dasar. Tergantung pada tujuan penggunaannya, tetes mata juga dapat mengandung pelumas air mata buatan, atau zat anti-kemerahan, serta obat-obatan.

Kapan dibutuhkan obat tetes mata?

1. Operasi katarak

Operasi pengangkatan lensa katarak dan penggantian dengan lensa buatan ini memerlukan obat tetes mata. Sebelum operasi dilakukan, tetes mata digunakan untuk mencegah infeksi, membuat pupil lebih besar, dan mati rasa di daerah mata.

Setelah operasi katarak, tetes mata dapat mengurangi risiko infeksi dan membantu penyembuhan.

2. Konjungtivitis (penyakit mata menular)

Konjungtivitis adalah infeksi atau iritasi pada konjungtiva (membran tipis dan bening pada bagian dalam kelopak mata yang menutupi bagian putih mata). Penyebab konjungtivitis adalah infeksi bakteri atau virus, iritasi lingkungan, dan alergi.

Selain itu, konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh toksisitas atau alergi tetes mata, atau oleh obat tetes mata yang telah terkontaminasi. Gejala yang ditimbulkan adalah gatal, panas, kemerahan, dan bengkak. Perawatan dari kondisi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan obat tetes mata antibiotik atau anti-inflamasi, atau dengan menghilangkan iritasi pada mata.

3. Pembasah lensa kontak dan pelumas permukaan mata

Jika mata terkadang terasa kering saat memakai lensa kontak, pilihlah tetes mata khusus yang digunakan untuk lensa kontak. Ini karena tetes mata lainnya dapat mengubah warna lensa Anda atau secara sementara mengubah posisinya.

Baca juga: Cara penggunaan obat tetes mata yang benar

4. Infeksi kornea (keratitis)

Penyebabnya bisa jadi karena virus, bakteri, atau parasit. Infeksi akibat bakteri atau parasit merupakan komplikasi yang paling parah dari memakai lensa kontak dan hal itu lebih umum terjadi pada pengguna lensa kontak jangka panjang.

Selain itu, kebersihan lensa yang kurang memadai juga dapat menjadi penyebabnya, seperti tidak mengganti dan membersihkan lensa seperti yang disarankan, serta berenang menggunakan lensa kontak. Infeksi ringan dapat diobati dengan tetes mata anti-bakteri. Sedangkan infeksi yang lebih parah mungkin memerlukan tetes mata antibiotik, atau dengan melakukan perawatan lebih lanjut, termasuk operasi.

Lepaskan lensa kontak segera jika Anda curiga bahwa mata Anda terinfeksi, dan jangan lupa untuk langsung mencari pengobatan.

5. Operasi transplantasi kornea

Ini adalah operasi penggantian kornea yang sakit atau terluka dengan kornea sehat, yang biasanya didapatkan dari bank mata.

Setelah operasi, obat tetes mata diperlukan untuk membantu penyembuhan dan mencegah penolakan dari jaringan donor.

6. Mata kering

Mata kering disebabkan oleh produksi air mata yang rendah dan juga penuaan. Jika kualitas lapisan luar dan dalam buruk, air mata tidak akan dapat melumasi mata pada waktu yang lama.

Hal ini dapat menyebabkan mata terasa “berpasir” dan gatal. Gejala lainnya termasuk:

  • rasa panas atau menyengat,
  • nyeri dan kemerahan,
  • kotoran mata yang lengket,
  • penglihatan berfluktuasi, dan
  • air mata berlebihan (air mata “refleks” tidak dapat membantu meredakan mata kering karena mereka tidak berada di mata cukup lama).

Air mata buatan (tetes mata) dapat digunakan untuk melumasi mata kering pada siang hari. Pengobatan lainnya mungkin dapat digunakan dalam kasus yang lebih berat.

7. Alergi pada mata

Gejala alergi ini termasuk gatal, berair, kemerahan, pedih, dan terbakar. Banyak jenis tetes mata yang dapat membantu Anda meringankan gejala alergi konjungtivitis. Tetes mata yang dapat digunakan adalah yang memiliki air mata buatan, yang tidak mengandung obat-obatan, dan yang mengandung beberapa obat-obatan.

Obat-obatan tersebut seperti antihistamin, stabilisator sel mast, dekongestan, dan kortikosteroid yang diresepkan. Jika Anda memiliki alergi pada mata dan memakai lensa kontak, bertanyalah pada dokter mata Anda mengenai tetes mata yang dapat membantu menjaga lensa agar tetap bersih saat terpapar alergen.

8. Pemeriksaan mata

Selama pemeriksaan mata lengkap, dokter mata menggunakan tetes mata untuk kondisi berikut. Melebarkan pupil (untuk membuat “jendela yang lebih besar” agar dapat melihat ke dalam mata). Mematikan mata saat uji coba terhadap glaukoma.

9. Glaukoma

Glaukoma merupakan peningkatan tekanan cairan pada mata, yang jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan saraf optik yang serius dan kehilangan penglihatan.

Tetes mata dapat dipakai untuk menurunkan tekanan cairan mata dengan mengurangi produksi cairan mata. Jika Anda memiliki galukoma, jangan gunakan obat tetes mata yang mengandung vasokonstriktor (dekongestan topikal). Ini membuat pembuluh darah kecil menjadi lebih kecil dan dapat memperburuk tekanan yang telah meningkat di mata Anda.

10. Infeksi mata herpes simplex (virus)

Gejala awal infeksi ini termasuk luka yang menyakitkan pada permukaan mata (kelopak mata) dan peradangan kornea. Pengobatan cepat yang dilakukan dengan menggunakan tetes mata anti-virus dapat mencegah kerusakan mata yang lebih serius.

11. LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis)

LASIK dapat memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisma. Tetes mata anestesi digunakan sebelum operasi untuk mencegah rasa sakit. Setelah operasi dilakukan, tetes mata digunakan untuk membantu penyembuhan dan mencegah infeksi.

12. Pelumasan dan perlindungan

Bahan utama dari tetes mata yang di jual di pasaran biasanya berupa hydroxypropyl methylcellulose (oftalmik) atau carboxymethylcellulose.

Meskipun air mata buatan dianggap sangat aman, Anda wajib untuk memeriksakan diri Anda jika mengalami kondisi berikut.

  • Anda alergi terhadap semua jenis pengawet.
  • Anda pernah memiliki reaksi tak terduga atau reaksi alergi terhadap hydroxypropyl methylcellulose atau carboxymethylcellulose.

Sumber: hellosehat.com

Share This
4 Gerakan Olahraga yang Mudah untuk Atasi Nyeri Lutut
Link Enlarge

4 Gerakan Olahraga yang Mudah untuk Atasi Nyeri Lutut

Bali Royal Hospital March 21, 2022 Artikel 0

Meskipun lutut sakit jangan takut untuk menggerakannya. Gerakan olahraga yang tepat justru membuat lutut memiliki otot yang lebih kuat dan lentur. Inilah cara paling baik menjaga kondisi kesehatan lutut dan untuk mencegah cedera yang mungkin terjadi selanjutnya

Memperkuat otot-otot di sekitar tulang akan mengurangi stres pada sendi lutut Anda. Otot yang kuat di depan paha, dan belakang paha membantu sendi lutut mendapatkan tekanan lebih sedikit sehingga semakin mungkin untuk menghilangkan rasa nyeri lututnya.

1. Prone Straight Leg Raises

Jika lutut sakit, cobalah gerakan ini di tempat yang datar. Tidur tengkurap di atas lantai atau matras. Kencangkan otot-otot di hamstring, bokong, lalu bersiap angkat kaki seperti gambar di atas. Tahan selama 3-5 detik selama kaki berada di atas.

Lakukan 10-15 kali pengangkatan untuk setiap kakinya. Jika saat melakukan gerakan ini punggung Anda menjadi nyeri, sebaiknya turunkan ketinggian kaki Anda.

2. Calf raises

Untuk melakukan gerakan ini, sebaiknya di dekat sofa atau kursi. Berdiri membelakangi kursi atau sofa sebagai pendukung tubuh Anda untuk mengantisipasi jika terjatuh.

Perlahan angkat tumit setinggi mungkin, tahan gerakan ini selama 10-15 detik. Kemudian baru turunkan lagi tumit Anda ke lantai. Ketika menurut Anda ini cukup mudah, coba setelah jinjit maksimal, angkat kaki yang jinjit tersebut. Biarkan satu kaki menahan beban Anda.

Baca Juga: Gejala GERD dari yang Umum hingga Jarang Dikenali

3. Wall squat

Gerakan ini lebih menantang dari gerakan sebelumnya. Pertama, tempelkan punggung Anda di tembok, buka kaki Anda selebar bahu. Kemudian perlahan tekuk lutut, turunkan hingga 90 derajat. Jangan membungkuk ke depan. Jatuhkan bagian bokong Anda ke belakang, ke arah tembok bukan ke depan.

Jika Anda merasakan tekanan yang tidak nyaman di lutut Anda, jangan paksakan turun. Lakukan semaksimal yang Anda bisa atau ubah posisi Anda. Ulangi latihan ini dengan menahan 5-10 detik sekali menekuk lutut. Kemudian berdiri tegak kembali.

4. Step up

Ini mungkin terlihat sepele, hanya menaik turunkan kaki. Namun jangan salah, gerakan ini membuat otot sekitar lutut Anda jadi semakin kuat dan fleksibel. Tempatkan satu kaki Anda di atas bidang yang lebih tinggi. Jika Anda tidak memiliki alat olahraga khusus, Anda bisa menggunakan bangku yang kokoh. Gunakan bangku yang terpendek dahulu.

Ketika mengangkat kaki ke atas, jaga panggul Anda tetap lurus, kemudian tekuk lutut Anda perlahan-lahan dan turunkan kaki juga perlahan-lahan. Jika ini terlalu mudah bagi Anda, gunakan kursi atau bidang yang lebih tinggi lagi. Semakin tinggi bidangnya akan semakin berat kerja otot Anda. Lakukan gerakan ini setidaknya 10-15 kali.

5. Side Leg Raises

Berbaring dengan menghadap satu sisi seperti gambar di atas. Jika lutut Anda nyeri, sebaiknya, kaki bagian bawah ditekuk ke belakang untuk membuat Anda lebih stabil di gerakan tahap berikutnya.

Kemudian, kaki bagian atas dinaikan hingga kurang lebih 45 derajat. Tahan kaki di posisi atas sampai 5 detik, lalu turunkan dan rileks sebentar. Ulangi gerakan ini sebanyak 10-15 kali. Selanjutnya, ubah ke sisi sebaliknya dan lakukan hal yang sama dengan jumlah gerakan yang juga sama.

Sumber: hellosehat.com

Share This
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top