Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri di paru-paru. Meskipun termasuk penyakit kronis yang berlangsung berbulan-bulan, TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Selain minum obat antituberkulosis (OAT)secara teratur, dokter juga menganjurkan orang yang sakit TBC harus makan makanan bergizi lebih banyak dibanding orang sehat.

Penderita TBC harus makan lebih banyak, tapi tentunya tidak boleh mengonsumsi sembarang makanan. Banyak makan bukan berarti porsi setiap kali makan harus dua kali lipat lebih banyak dari biasanya. Pola makan untuk penderita TBC tetap harus diatur sehingga memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari yang sehat dan seimbang.

Baca Juga: Gangguan Pendengaran yang Tak Ditangani Segera Bisa Berujung Pada Demensia

Orang yang mengalami sakit TBC harus makan banyak karena penyakit ini dapat menyebabkan penurunan berat badan secara drastis. Dilansir dari TB Facts, penurunan berat badan dalam banyak kasus TBC dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu hilangnya nafsu makan, mual, dan gangguan pencernaan. Efek samping dari OAT juga dapat memperparah kondisi tersebut.

Akibatnya, banyak penderita TBC yang rentan mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi. Padahal penyerapan gizi yang cukup sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan infeksi bakteri penyebab TBC yang tengah berlangsung.

Malnutrisi dapat menyebabkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit mempertahankan diri dari infeksi bakteri tuberkulosis. Dampak besarnya, kekurangan gizi juga bisa memengaruhi cara kerja obat-obatan. Saat pengobatan tidak efektif, maka proses penyembuhan berjalan lebih lama.

Baca Juga: Manfaat Deteksi Kanker Sejak Dini

Dampak lainnya, jika asupan nutrisi tidak mencukupi, gejala TBC yang dialami, seperti batuk menerus juga semakin parah. Termasuk kemunculan penyakit komplikasi seperti kerusakan hati. Gejala yang memburuk akan mengakibatkan penurunan kualitas hidup penderita TBC. Terdapat banyak kasus kematian TBC yang turut dipengaruhi oleh kondisi malnutrisi.

Oleh karena itu, Anda yang sedang sakit TBC harus makanan lebih banyak makanan yang bergizi guna menjaga berat badan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Asupan gizi yang paling penting dipenuhi dalam satu piring makan adalah kelompok nutrisi dari makanan untuk penderita TBC, yaitu:

  • Kalori sebagai sumber energi dari karbohidrat dan lemak tidak jenuh
  • Protein
  • Vitamin (Vitamin C, D, dan A)
  • Mineral (Zat besi, seng, dan selenium)

Cara meningkatkan nafsu makan pada penderita TBC

Selama sakit, penderita TBC memang sering kehilangan nafsu makan, mual hingga muntah, dan gangguan pencernaan lain, seperti kram perut. Batuk menerus yang dialami juga menyulitkan penderita untuk menelan makanan. Kondisi ini membuat Anda yang sakit TBC mengalami kesulitan mengikuti anjuran harus makan banyak.

Anda bisa mengikuti tips meningkatkan nafsu makan berikut ini.

  • Pergi jalan sebentar sekitar rumah sebelum mulai makan. Udara segar dapat membantu membangun nafsu makan Anda.
  • Cobalah membuat jadwal makan dengan jarak waktu antar makanan utama yang tidak terlalu dekat. Ukurannya adalah sampai Anda merasa lapar. Misalnya, Anda mulai sarapan jam 8 pagi, makan waktu makan siang idealnya bisa jam 1-2 siang.
  • Pilih makanan yang dianjurkan untuk penderita TBC yang sesuai dengan selera Anda.
  • Hindari makanan yang digoreng atau berminyak karena bisa menyebabkan rasa nyeri saat menelan.
  • Makan secara perlahan, jangan memaksakan makan dalam porsi besar sekaligus. Cobalah makan dengan porsi kecil tapi lebih sering.
  • Makan dalam porsi sedikit tetapi lebih sering.
  • Jika perut Anda terasa nyeri, coba untuk minum teh jahe, teh peppermint, atau teh herbal yang menjadi obat sakit perut alami.

Apabila efek samping OAT semakin serius, menyebabkan sobat BROS terus menerus mual, segera konsultasikan pada dokter. Biasanya, dokter akan mengurangi dosis atau mengganti jenis OAT lain.

Sobat BROS bisa melalukan Booking Dokter melalui aplikasi BROS Mobile atau menghubungi kami melalui pesan chat WhatsApp.

Sumber: hellosehat.com