Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Perawatan-Yang-Harus-Dilakukan-Setelah-Cabut-Gigi-Berlubang
Link Enlarge

Perawatan Yang Harus Dilakukan Setelah Cabut Gigi Berlubang

Bali Royal Hospital December 8, 2021 Artikel 0

Biasanya pasien akan merasakan sakit dan mengalami pemengkakan usai cabut gigi. Untuk mengatasinya, Anda bisa membuat kompres dingin dengan memasukkan es ke dalam kantung plastik dan bungkus dengan handuk tipis. Tempelkan kompres pada pipi selama 10 menit.

Selain itu, minumlah obat pereda nyeri. Bila dokter meresepkan antibiotik, pastikan untuk meminumnya sesuai dengan aturan dan jangka waktu yang ditentukan, meski ketika Anda sudah merasa baik-baik saja.

Baca Juga: Penyebab Munculnya Gigi Berlubang

Rutinitas membersihkan gigi sudah bisa dilakukan setelah 24 jam. Sikat gigi sebanyak dua kali sehari dan gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela. Ini akan membantu mempercepat penyembuhan dan membantu menjaga mulut tetap segar dan bersih.

Selama masa pemulihan, ada baiknya Anda mengonsumsi makanan dengan tekstur yang lembut dan mudah dicerna. Hindari konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, karena ini dapat meningkatkan pembengkakan.

Bila Anda mengalami tanda-tanda infeksi atau gejala lain yang membuat nyeri makin terasa, jangan ragu untuk segera hubungi dokter.

Share This
Penyebab-Munculnya-Gigi-Berlubang
Link Enlarge

Penyebab Munculnya Gigi Berlubang

Bali Royal Hospital December 6, 2021 Artikel 0

Gigi berlubang atau karies pada dasarnya adalah kondisi di mana lapisan gigi membusuk, sehingga mengakibatkan kerusakan pada lapisan enamel terluar gigi sampai dentin yang ada di bawahnya.

Kondisi ini termasuk salah satu masalah kesehatan yang paling umum. Baik anak-anak, remaja, dan orang dewasa bisa mengalami gigi berlubang.

Baca Juga: Manfaat Humidifier Untuk Memperlancar Pernapasan

Gigi berlubang dapat disebabkan oleh kebiasaan membersihkan gigi yang kurang baik. Ketika sisa makanan seperti gula dan pati masih ada yang tertinggal di gigi, bakteri akan mulai memakannya dan membentuk plak.

Bila terus dibiarkan, plak yang menempel pada gigi akan mengeras di bawah atau di atas garis gusi menjadi karang gigi. Karang gigi yang menjadi perisai bagi bakteri akan lebih sulit dihilangkan meski Anda sudah menggunakan sikat gigi.

Lama kelamaan, asam yang ada dalam plak menghilangkan mineral di bagian luar email gigi yang keras, lalu memberikan celah bagi bakteri untuk masuk dan membentuk lubang. Pada saat inilah Anda biasanya akan mulai merasakan sakit gigi.

 

Sumber: hellosehat.com

Share This
Manfaat-humidifier-untuk-memperlancar-pernapasan
Link Enlarge

Manfaat Humidifier Untuk Memperlancar Pernapasan

Bali Royal Hospital December 3, 2021 Artikel 0

Pemakaian alat humidifier sudah cukup banyak ditemukan, terutama di rumah dengan udara yang kering selama musim kemarau, atau ruangan yang terlalu lama menggunakan AC. Alat ini bekerja dengan cara menambah tingkat kelembapan di dalam ruangan.

Humidifier menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengatasi kondisi kulit kering terkelupas, batuk kering, iritasi hidung, hingga sakit kepala. Namun, artikel kali ini akan membahas secara mendalam bagaimana humidifier bermanfaat untuk pernapasan Anda.

Manfaat-humidifier-untuk-memperlancar-pernapasan-2

Terlebih lagi, apabila Anda sering berada di ruangan dengan suhu yang terlampau dingin, hal ini juga berisiko memperparah kondisi pernapasan Anda. Orang-orang dengan penyakit pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta bronkitis tidak disarankan untuk berada di ruangan dengan suhu yang terlalu dingin.

Pasalnya, udara yang terlalu dingin dan kering dapat memicu gejala-gejala seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Udara dingin juga dapat mengganggu kelembapan yang melapisi dinding saluran pernapasan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko sesak napas, bahkan pada orang yang sehat sekalipun.

Baca Juga: Berapa Banyak Air yang Harus Diminum Setelah Olahraga?

Oleh karena itu, humidifier dapat menjadi solusi untuk menyeimbangkan kelembapan di rumah Anda, terutama bagi Anda yang sering mengalami masalah pernapasan.

Tips menggunakan humidifier agar bekerja secara efektif

Setelah mengetahui bagaimana manfaat yang diberikan humidifier untuk pernapasan, Anda perlu memahami juga kiat-kiat memakainya agar alat ini bekerja dengan efektif.

Masih banyak yang belum tahu bahwa penggunaan humidifier yang salah justru malah membuat Anda tidak mendapatkan potensi terbaik dari alat ini. Bahkan, kesalahan dalam pemakaian justru bisa berakibat buruk pada kesehatan Anda.

1. Gunakan humidifier sesuai dengan kebutuhan

Penting untuk Anda ketahui bahwa udara yang terlalu lembap pun tidak bagus untuk kesehatan. Maka itu, pakailah humidifier seperlunya. Perhatikan pula situasi dan kondisi yang memang membutuhkan alat ini.

Pada beberapa orang, gejala sesak napas bisa jadi dipicu oleh alergi, seperti debu atau jamur. Orang lain mungkin mengalami sesak napas saat melakukan aktivitas fisik berat atau olahraga.

Beberapa orang menggunakan humidifier ruangan saat udara kering, tapi untuk beberapa orang lainnya, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Jika Anda menderita sesak napas yang disebabkan oleh asma, hindari menggunakan humidifier terlalu lama. Pasalnya, udara yang terlalu lembap berisiko meningkatkan jumlah pemicu alergi yang tersebar di udara, seperti debu.

2. Pilihlah humidifier yang sederhana

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah humidifier dapat mengurangi gejala ganggan pernapasan Anda atau tidak. Tak perlu yang mahal atau terlalu canggih, tapi pilihlah ukuran yang tepat untuk ruangan yang akan digunakan, mudah dibersihkan, dan dapat mati secara otomatis jika tangki air habis saat Anda tidur atau keluar ruangan.

Beberapa humidifier juga memiliki indikator dan kontrol kelembapan. Gunakan air yang telah disaring atau disuling untuk mencegah endapan mineral dan mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada tangki air.

3. Bersihkan humidifier

Hal penting lainnya agar humidifier bekerja secara maksimal untuk membantu memperlancar pernapasan Anda adalah dengan rutin membersihkannya. Jika Anda menggunakan humidifier, pastikan bahwa tidak terlalu banyak kotoran yang menumpuk di mesin.

Humidifier yang kotor bisa menjadi sarang pertumbuhan bakteri dan lumut. Ini tentunya akan berdampak buruk pada kondisi pernapasan yang Anda miliki. Bahkan, pernapasan orang yang sehat sekalipun dapat terganggu apabila menghirup uap dari humidifier yang kotor.

Anda disarankan untuk membilas tangki humidifier setiap 3 hari sekali. Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan cairan hidrogen peroksida 3% yang tersedia di apotek. Beberapa pabrik pembuat humidifier juga menyarankan pemakaian cairan pemutih atau disinfektan untuk membersihkan alat.

Sumber : hellosehat.com

Share This
Link Enlarge

Mengenal Teknik Persalinan ERACS, Operasi Caesar yang Lebih Nyaman

Bali Royal Hospital November 26, 2021 Artikel 0

Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) adalah teknik operasi yang dikembangkan untuk mempercepat perawatan dan juga mempercepat penyembuhan pasien. Di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, lama perawatan pasca operasi menjadi masalah yang sangat diperhatikan, mereka berupaya untuk memperpendek lama perawatan dan penyembuhan pasien pasca operasi.

Mereka menamakan ERAS (Enhanced Recovery after Surgery) untuk bedah dibidang obstetric mereka menamakan ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) sehingga  memungkinkan lama perawatan di rumah sakit tidak lebih dari 24 jam.

Bali Royal Hospital sudah melaksanakan protocol anestesi ERACS, karena dengan teknik ini proses pemulihan pun akan berlangsung cepat, rasa nyeri, dan dapat segera mobilisasi.

Kenapa ERACS?

Kebanyakan dari wanita yang menjalani bedah sesar ini berusia muda dan relatif tidak memiliki komorbid lain sehingga mereka memiliki potensi untuk masa pemulihan yang cepat. Selain itu, perlu diingat bahwa dengan masa penyembuhan yang cepat maka ibu dapat segera mengasuh bayinya sehingga hal ini memicu ibu untuk memiliki masa penyembuhan yang cepat.Sebuah studi menyebutkan bahwa pemulihan yang cepat setelah bedah sesar memiliki angka kepuasan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki masa pemulihan normal. Hal ini menandakan bahwa protocol ERACS memiliki angka kepuasan yang lebih tinggi.

Langkah-Langkah Pemulihan Cepat Pasca Operasi Caesar dengan ERACS

Pre Operasi

Optimalkan kondisi bumil sebelum operasi

Pada metode ini pasien diberikan makan sesuai jadwal. 8 jam sebelum operasi diberikan nasi dan lauk, kemudian 6 jam sebelum operasi diberikan snack (biskuit, roti, termasuk jus dan atau susu). Pasien boleh minum clear liquid (air putih, teh) sampai 2 jam Pre Operasi. 2 jam sebelum operasi : minuman tinggi karbohidrat (kecuali Diabetes Militus).

Baca Juga: Bagaimana ciri-ciri sperma dan air mani yang sehat?

Intra Operasi

Perawatan selama operasi

Pembiusan dilakukan di kamar operasi dengan teknik spinal yang menggunakan pilihan regimen obat anestesi yang memungkinkan pemulihan cepat. Pasien hanya dibius setangah badan, namun tidak merasakan nyeri selama operasi berjalan.

Pada Protokol ERACS efek baal motorik dari obat anestesi diatur untuk hilang sesegera mungkin pasca operasi selesai, hal ini yang membuat pasien bisa melakukan mobilisasi sesegera mungkin, namun efek analgesia anti nyeri dari obat-obat anestesinya tetap terpelihara.

Segera setelah lahir, bayi akan di periksa oleh Dokter Spesialis Anak untuk memastikan apakah bayi sehat dan selanjutnya didekapkan ke dada ibu atau IMD (Insiasi Menyusui Dini).

Pasca Operasi

Perawatan setelah operasi

Memberikan cairan jernih kepada ibu / pasien dalam waktu 0-30 menit pasca operasi bila kondisi baik dan tidak ada mual muntah. Memberikan multimodal analgesia dan lakukan mobilisasi dini mulai di ruang pemulihan.

  1. Pasien duduk bersandar di tempat tidur selama 15 s/d 30 menit.
  2. Pasien duduk di sisi tempat tidur dengan kaki menjuntai selama 5 s/d 15 menit.
  3. Mobilisasi berdiri.
  4. Mobilisasi berjalan.

Penatalaksanaan nyeri pasca operasi dengan metode-metode terbaru yang memungkinkan ibu untuk merasa nyaman dan tidak nyeri sehingga dapat beraktivitas secepatnya.

Proses pemulihan yang lebih cepat dan penerapan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan melibatkan Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi serta dukungan dari keluarga dalam pemberian ASI akan meningkatkan bonding antara ibu dan bayi menjadi
lebih maksimal.

Keuntungan ERACS

Tingkat keberhasilan teknik ini didukung oleh peran para dokter selama proses pre dan pasca operasi. Lalu apa sih keuntungan ERACS ini?

  1. Memungkinkan pasien dapat duduk sambil menyusui setelah dua jam pasca operasi, dan di kamar perawatan pasien sudah mobilisasi biasa.
  2. Pemberian obat-obatan dan injeksi, makan minum seperti biasa dan diharapkan dalam kurang dari 24 jam pasien sudah kembali beraktivitas.

Pelayanan ini dilakukan dengan selalu berpegang pada prinsip patient safety, menyesuaikan dengan kondisi pasien dari riwayat penyakit yang dimiliki oleh pasien.

Baca Juga: Hal-hal apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi air mani encer?

Visit: Royal IVF Clinic Promo

Share This
Mendidik Anak di Era Digital
Link Enlarge

Orangtua, Ini 5 Tips Mendidik Anak di Era Digital yang Bisa Dilakukan

Bali Royal Hospital November 23, 2021 Artikel 0

Sebagian orangtua merasa kecanggihan teknologi bisa membawa pengaruh buruk pada anak. Padahal, kecanggihan teknologi tidak bisa dihindari bahkan gadget bisa bermanfaat untuk anak. Akan tetapi, orangtua bisa mengawasi dan mendidik anak sesuai dengan masa dan zamannya, seperti di era digital saat ini. Berikut tips dan trik yang bisa dilakukan orangtua dalam mendidik anak di zaman kecanggihan teknologi.

Tips mendidik anak di era digital

Berdasarkan survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia sebanyak 196,7 juta pengguna di tahun 2020.

Padahal di tahun 2019, jumlah pengguna internet di Indonesia ada di angka 171 juta. Jadi dari tahun lalu naik sekitar 8,9 persen atau 25,5 juta pengguna.

Anda dan si kecil kemungkinan besar termasuk ke dalam jutaan angka tersebut. Sebagian beranggapan bahwa internet memiliki dampak buruk pada anak-anak, tetapi Anda tidak bisa serta merta melarangnya bermain dengan gawai.

1. Membuat aturan penggunaan gawai atau gadget

penting untuk membuat aturan tentang penggunaan gadget dan internet di rumah sebagai salah satu cara mendidik anak di era digital. Anda bisa sesuaikan dengan kebiasaan dan gaya dan pola asuh yang sering dilakukan. Sebagai contoh, anak tidak bisa bermain internet ketika sedang makan, menjelang tidur, dan berkumpul dengan keluarga. Sebagai gantinya, anak boleh bermain gadget ketika sudah selesai makan siang atau bermain di luar.

2. Mengatur batasan screen time

Screen time adalah waktu yang dipakai untuk menatap layar, seperti televisi, ponsel, atau bermain video game.
Berapa lama batasan anak menonton atau menatap layar perangkat elektronik?
Mengutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), screen time anak usia di atas 2 tahun sebaiknya tidak lebih dari 2 jam setiap hari. Alasannya, semakin banyak waktu anak menatap layar, semakin besar pula peluang anak mendapatkan informasi yang tidak sesuai dengan usianya. Terlalu lama menatap layar juga bisa membuat kesehatan mata anak terganggu.

3. Dampingi saat anak bermain gadget

Cara mendidik anak di era digital memang penuh tantangan. Anda bisa mencoba dengan tetap mendampingi anak saat ia sedang asyik bermain gadget. Hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari anak mendapatkan tayangan dan informasi yang tidak sesuai dengan usianya.

Akan lebih baik bila anak menonton atau bermain video game di ruang terbuka, seperti televisi di ruang tengah. Ini akan memudahkan orangtua memantau tayangan yang dilihat anak.

4. Pantau aktivitas anak di dunia maya

Ada beberapa cara untuk mendidik anak agar tetap aman di era digital seperti saat ini. Salah satunya dengan memantau aktivitas anak di dunia maya. Anda bisa melihat riwayat penelusuran video yang ia tonton, apakah sudah sesuai dengan usianya atau belum. Bila dirasa ada yang mencurigakan, sebaiknya memblokir alamat situs yang mengandung kekerasan.
Kalau anak Anda sudah bermain sosial media, pantau daftar teman di dalam akunnya. Lihat juga isi kolom komentar dalam unggahan akun sosial media anak.

Akan lebih baik bila mendaftarkan akun anak di dalam ponsel Anda, sehingga memudahkan dalam memantau aktivitasnya di sosial media.

Baca Juga: Makanan yang Ideal untuk Dikonsumsi Sebelum Olahraga

5. Berkomunikasi dengan anak

Sebelum memberikan gawai pada anak, sebaiknya jelaskan secara rinci situs dan tayangan yang boleh dan tidak ditonton olehnya. Bila anak sudah bisa bermain sosial media, ajarkan anak untuk melapor pada orangtua atau guru bila mendapatkan ancaman atau pelecehan lewat kolom komentar.

6. Hindari menjadikan gawai sebagai alat agar anak tidak rewel

Tidak bisa dihindari bahwa tayangan lebih mudah membuat anak tenang dan tidak rewel.
Namun sebaiknya, hindari membiasakan diri untuk menenangkan anak dengan langsung memberikan gadget sebagai ‘obat anti rewel’.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk mengajari anak mengenali dan mengatasi emosinya sendiri.
Anak perlu mengetahui cara mengatasi kebosanan, menenangkan diri, dan menyalurkan emosi ketika sedang senang, sedih, atau marah.

7. Seimbangkan waktu bermain di dunia maya dan nyata

cara mendidik anak di era digital yaitu menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan maya. Maksudnya, orangtua perlu menyeimbangkan penggunaan media digital dengan pengalaman di dunia nyata. Berbagai kegiatan di dunia nyata seperti, berlari, menari, bernyanyi, dan aktivitas seru lainnya.

Bermain bisa melatih perkembangan motorik anak agar lebih optimal. Bila bertemu dengan teman sebaya, artinya ia sedang melatih kemampuan sosial dan emosional di usia dini.

Lihat Juga: Promo Sport Therapy

8. Pinjamkan gawai sesuai kebutuhan anak

Penggunaan gadget atau gawai yang terkontrol termasuk dalam cara mendidik anak di era digital. Meminjamkan anak berbagai perangkat digital sesuai kebutuhannya, membuat si kecil belajar mengendalikan diri dan keinginannya.

Anak juga akan belajar berbagi dengan menggunakan satu barang untuk bersama-sama. Dunia digital tidak melulu berdampak buruk pada kesehatan mental anak karena masih banyak manfaat di baliknya.

Akan tetapi, bukan berarti orangtua melepasnya begitu saja karena anak bisa kecanduan gadget bila tidak diawasi.

Anda dan pasangan perlu bekerja sama untuk mengawasi setiap kegiatan anak di dunia maya agar tetap sesuai dengan usianya.

Sumber: hellosehat.com

Share This
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top