Etilen oksida adalah zat kimia yang berbentuk gas tidak berwarna, mudah terbakar, dan berbau agak manis. Salah satu penggunaan gas ini adalah dalam produksi etilen glikol, senyawa alkoholik yang sempat ditemukan pada sejumlah produk obat sirop beberapa bulan lalu.

Dalam jumlah lebih kecil, gas ini dapat digunakan sebagai pestisida. Etilen oksida juga berfungsi untuk mensterilkan peralatan bedah dan produk medis lainnya. Secara umum, orang yang bekerja di industri kimia, farmasi, dan tekstil berisiko tinggi terpapar ethylene oxide yang digunakan sebagai bahan baku produksi.

Pada masyarakat umum, paparan gas ini mungkin terjadi saat seseorang mengonsumsi produk makanan atau minuman tertentu, seperti rempah-rempah, teh, dan kopi.

Baca Juga: Tips Mengatasi Perubahan Warna Gigi Akibat Minum Kopi Yang Berlebihan

Paparan etilen oksida meningkatkan risiko kanker

Paparan ethylene oxide dari udara atau makanan dapat menyebabkan kerusakan dan mutasi genetik pada DNA sehingga meningkatkan risiko kanker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan etilen oksida sebagai bahan kimia yang paparannya berpotensi menjadi karsinogen bagi tubuh manusia.

Menurut National Cancer Institute, paparan bahan kimia berbahaya ini bisa meningkatkan risiko jenis kanker tertentu, khususnya limfoma dan leukemia.

Limfoma merupakan jenis kanker darah yang berkembang pada sel darah putih (limfosit), sedangkan leukemia merupakan kanker yang memengaruhi darah dan sumsum tulang belakang. Kanker perut dan kanker payudara pada wanita juga diketahui terkait dengan paparan gas etilen oksida.

Sumber: hellosehat.com