Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English

7 Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar bagi Tubuh

Bali Royal Hospital December 24, 2025 Artikel 0

Banyak orang mengira bahwa hidup sehat harus dimulai dengan perubahan besar, seperti diet ketat atau olahraga berat setiap hari. Padahal, kesehatan tubuh justru lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Kebiasaan sederhana yang tampak sepele dapat memberikan dampak besar bagi fungsi tubuh, energi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kebiasaan kecil lebih mudah diterapkan dan dipertahankan karena tidak terasa membebani. Jika dilakukan secara rutin, perubahan kecil ini mampu membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan. Artikel ini akan membahas tujuh kebiasaan kecil yang terbukti berdampak besar bagi kesehatan tubuh.

1. Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

Salah satu kebiasaan paling sederhana namun sering diabaikan adalah minum air putih setelah bangun tidur. Selama tidur, tubuh kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat, sehingga kondisi tubuh cenderung mengalami dehidrasi ringan saat pagi hari.

Manfaat minum air putih di pagi hari antara lain:

  • Membantu mengaktifkan metabolisme

  • Mendukung fungsi pencernaan

  • Membantu proses detoksifikasi alami tubuh

  • Meningkatkan konsentrasi dan energi

Cukup minum 1–2 gelas air putih setelah bangun tidur dapat membantu tubuh memulai hari dengan lebih segar.

2. Bergerak Setiap 30–60 Menit

Gaya hidup sedentari atau terlalu lama duduk dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang bekerja di depan layar dalam waktu lama. Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko nyeri otot, gangguan peredaran darah, hingga penyakit metabolik.

Kebiasaan kecil yang bisa dilakukan:

  • Berdiri dan meregangkan tubuh setiap 30–60 menit

  • Berjalan singkat di sekitar ruangan

  • Melakukan peregangan ringan

Gerakan sederhana ini membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan menjaga tubuh tetap aktif.

3. Mengunyah Makanan Lebih Perlahan

Cara makan tidak kalah penting dibandingkan jenis makanan yang dikonsumsi. Mengunyah makanan dengan perlahan membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Dampak positif dari kebiasaan ini:

  • Membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi

  • Mencegah makan berlebihan

  • Membantu tubuh mengenali rasa kenyang

  • Mengurangi risiko gangguan pencernaan

Dengan mengunyah lebih perlahan dan menikmati makanan, tubuh akan lebih mudah mengontrol asupan dan menjaga kesehatan pencernaan.

4. Tidur dan Bangun di Jam yang Konsisten

Tidur yang cukup saja tidak selalu cukup jika jadwal tidur tidak teratur. Kebiasaan tidur dan bangun di jam yang berbeda setiap hari dapat mengganggu ritme biologis tubuh.

Manfaat menjaga jam tidur yang konsisten:

  • Meningkatkan kualitas tidur

  • Menjaga keseimbangan hormon

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

  • Memperbaiki suasana hati dan fokus

Usahakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan, untuk membantu tubuh beradaptasi dengan ritme yang sehat.

5. Menambahkan Sayur atau Buah di Setiap Waktu Makan

Tidak perlu langsung mengubah pola makan secara drastis. Kebiasaan kecil seperti menambahkan satu porsi sayur atau buah di setiap waktu makan sudah memberikan manfaat besar bagi tubuh.

Manfaat konsumsi sayur dan buah secara rutin:

  • Meningkatkan asupan serat

  • Menjaga kesehatan pencernaan

  • Membantu mengontrol berat badan

  • Menyediakan vitamin dan mineral penting

Mulailah dari langkah sederhana, misalnya menambahkan sayur pada makan siang atau buah sebagai camilan sehat.

6. Meluangkan Waktu untuk Bernapas dengan Sadar

Stres yang tidak dikelola dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental. Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi stres adalah dengan melatih pernapasan sadar.

Kebiasaan ini dapat dilakukan kapan saja:

  • Tarik napas dalam selama 4 detik

  • Tahan selama 2–3 detik

  • Hembuskan perlahan selama 4–6 detik

Melakukan pernapasan sadar selama beberapa menit membantu menenangkan sistem saraf, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi ketegangan tubuh.

7. Mengurangi Paparan Gawai Sebelum Tidur

Kebiasaan menggunakan ponsel atau menonton layar sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Cahaya biru dari layar dapat menekan produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur rasa kantuk.

Dampak positif mengurangi gawai sebelum tidur:

  • Tidur lebih cepat dan nyenyak

  • Kualitas istirahat meningkat

  • Tubuh lebih segar saat bangun pagi

  • Mengurangi kelelahan mata dan sakit kepala

Biasakan untuk berhenti menggunakan gawai setidaknya 30–60 menit sebelum tidur dan gantikan dengan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca buku atau relaksasi ringan.

Mengapa Kebiasaan Kecil Sangat Penting?

Kebiasaan kecil bekerja secara akumulatif. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa dalam hitungan hari, tetapi dalam jangka panjang dapat memberikan perubahan signifikan pada kesehatan tubuh. Kebiasaan kecil juga lebih mudah dijaga karena tidak menimbulkan tekanan berlebih.

Dengan membangun kebiasaan kecil yang sehat, seseorang akan lebih termotivasi untuk melakukan perubahan positif lainnya secara alami.

Kesimpulan

Hidup sehat tidak selalu dimulai dari perubahan besar dan ekstrem. Justru, kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten memiliki dampak besar bagi kesehatan tubuh. Mulai dari minum air putih di pagi hari, bergerak secara rutin, hingga menjaga kualitas tidur, semua berkontribusi pada keseimbangan tubuh secara menyeluruh.

Mulailah dari satu atau dua kebiasaan kecil yang paling mudah diterapkan. Seiring waktu, kebiasaan tersebut akan menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi tubuh dan kualitas hidup Anda.

Share This

Cara Sehat Mengembalikan Pola Hidup di Awal Tahun

Bali Royal Hospital December 24, 2025 Artikel 0

Awal tahun sering kali menjadi momen refleksi dan perubahan. Setelah melewati masa liburan yang identik dengan pola makan tidak teratur, jam tidur berantakan, dan aktivitas fisik yang berkurang, banyak orang menyadari bahwa tubuh dan pikiran terasa kurang bugar. Tidak jarang muncul rasa lelah berkepanjangan, berat badan naik, hingga motivasi yang menurun.

Mengembalikan pola hidup sehat di awal tahun merupakan langkah penting untuk memulai tahun dengan kondisi fisik dan mental yang optimal. Pola hidup sehat bukan tentang perubahan ekstrem dalam waktu singkat, melainkan proses bertahap yang konsisten dan realistis. Artikel ini akan membahas cara-cara sehat dan praktis untuk kembali ke rutinitas yang seimbang setelah masa liburan.

Mengapa Pola Hidup Sering Berubah Saat Liburan?

Liburan memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat, namun sering kali diiringi dengan kebiasaan yang kurang sehat, seperti:

  • Konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan kalori

  • Waktu tidur yang tidak teratur

  • Kurangnya aktivitas fisik

  • Peningkatan waktu layar (screen time)

  • Pola makan berlebihan karena acara keluarga atau perayaan

Jika kebiasaan ini berlanjut terlalu lama, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali. Oleh karena itu, awal tahun menjadi momen yang tepat untuk melakukan “reset” pola hidup secara sehat.

Prinsip Dasar Mengembalikan Pola Hidup Sehat

Sebelum memulai perubahan, penting untuk memahami prinsip dasarnya:

  1. Bertahap, bukan instan
    Perubahan drastis justru dapat membebani tubuh dan memicu stres.

  2. Konsisten lebih penting daripada sempurna
    Fokus pada kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin.

  3. Seimbang antara fisik dan mental
    Kesehatan tidak hanya soal tubuh, tetapi juga pikiran dan emosi.

Dengan prinsip ini, proses kembali ke pola hidup sehat akan terasa lebih ringan dan berkelanjutan.

Cara Sehat Mengembalikan Pola Hidup di Awal Tahun

1. Atur Kembali Pola Tidur

Tidur adalah fondasi utama kesehatan. Kurang tidur dapat memengaruhi metabolisme, suasana hati, dan daya tahan tubuh.

Langkah yang bisa dilakukan:

  • Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari

  • Hindari begadang yang tidak perlu

  • Kurangi penggunaan gawai 1 jam sebelum tidur

  • Ciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang

Tidur yang cukup (7–9 jam per malam) membantu tubuh memperbaiki diri dan meningkatkan energi untuk beraktivitas.

2. Kembali ke Pola Makan Seimbang

Setelah masa konsumsi makanan berlebih, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang untuk memulihkan kondisi.

Tips memulihkan pola makan:

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah segar

  • Pilih sumber protein sehat seperti ikan, telur, tahu, dan tempe

  • Batasi makanan olahan, gorengan, dan gula berlebih

  • Atur jadwal makan secara teratur

Tidak perlu diet ekstrem. Fokuslah pada kualitas makanan, bukan sekadar jumlahnya.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Dehidrasi ringan sering terjadi tanpa disadari, terutama setelah konsumsi minuman manis atau berkafein saat liburan.

Manfaat minum air putih yang cukup:

  • Membantu proses detoksifikasi alami tubuh

  • Meningkatkan konsentrasi dan energi

  • Menjaga fungsi pencernaan

  • Mendukung metabolisme tubuh

Biasakan minum air putih minimal 6–8 gelas per hari, atau lebih sesuai kebutuhan aktivitas.

4. Mulai Aktivitas Fisik Secara Perlahan

Jika tubuh belum terbiasa berolahraga setelah liburan, hindari langsung melakukan aktivitas berat. Mulailah dari yang ringan dan menyenangkan.

Pilihan aktivitas fisik sederhana:

  • Jalan kaki 20–30 menit

  • Peregangan atau yoga ringan

  • Bersepeda santai

  • Naik turun tangga

Aktivitas fisik membantu meningkatkan stamina, memperbaiki suasana hati, dan memperlancar sirkulasi darah.

5. Kelola Stres dengan Bijak

Awal tahun sering disertai tekanan target dan resolusi. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat memicu stres berlebihan.

Cara sehat mengelola stres:

  • Atur prioritas dan target yang realistis

  • Lakukan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi

  • Luangkan waktu untuk hobi dan istirahat

  • Jangan ragu meminta dukungan dari orang terdekat

Kesehatan mental yang baik akan mendukung perubahan gaya hidup secara menyeluruh.

6. Batasi Konsumsi Gula dan Kafein

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan kopi berlebihan saat liburan sebaiknya mulai dikurangi. Gula dan kafein berlebih dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat yang diikuti rasa lelah dan sulit fokus.

Alternatif yang lebih sehat:

  • Air putih dengan irisan buah

  • Teh herbal tanpa gula

  • Smoothie buah tanpa pemanis tambahan

Mengurangi konsumsi gula dan kafein membantu menstabilkan energi dan suasana hati.

7. Susun Rutinitas Harian yang Seimbang

Rutinitas membantu tubuh dan pikiran beradaptasi kembali dengan aktivitas normal. Buat jadwal yang mencakup:

  • Waktu kerja atau aktivitas utama

  • Waktu makan

  • Waktu istirahat

  • Waktu untuk diri sendiri

Rutinitas yang seimbang dapat meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kesehatan.

8. Tetapkan Tujuan Kesehatan yang Realistis

Banyak orang gagal mempertahankan pola hidup sehat karena menetapkan target yang terlalu tinggi di awal tahun.

Contoh tujuan realistis:

  • Berjalan kaki 3 kali seminggu

  • Menambah 1 porsi sayur setiap hari

  • Tidur lebih awal 30 menit dari biasanya

Tujuan kecil yang konsisten akan memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik.

9. Kurangi Paparan Layar dan Media Sosial

Penggunaan gawai berlebihan dapat mengganggu tidur, konsentrasi, dan kesehatan mental.

Tips mengurangi screen time:

  • Tetapkan waktu bebas gawai setiap hari

  • Hindari scrolling sebelum tidur

  • Gunakan media sosial secara sadar dan selektif

Mengurangi paparan layar membantu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

10. Evaluasi dan Hargai Progres Diri

Perubahan gaya hidup membutuhkan waktu. Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika sesekali keluar dari rencana.

Lakukan evaluasi secara berkala:

  • Apa kebiasaan yang sudah berjalan baik?

  • Apa yang masih perlu diperbaiki?

  • Apa yang membuat tubuh dan pikiran terasa lebih baik?

Menghargai progres kecil akan meningkatkan motivasi untuk terus melanjutkan pola hidup sehat.

Menjadikan Pola Hidup Sehat sebagai Gaya Hidup

Mengembalikan pola hidup sehat di awal tahun sebaiknya tidak dianggap sebagai proyek jangka pendek, melainkan bagian dari gaya hidup. Dengan pendekatan yang seimbang dan penuh kesadaran, perubahan ini akan terasa lebih alami dan berkelanjutan.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki ritme dan kebutuhan yang berbeda. Fokuslah pada apa yang terbaik untuk tubuh dan pikiran Anda sendiri.

Kesimpulan

Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan dan memperbaiki pola hidup setelah masa liburan. Dengan mengatur kembali pola tidur, memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta menjaga kesehatan mental, tubuh akan beradaptasi secara optimal.

Perubahan tidak harus besar dan drastis. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru menjadi kunci utama menuju hidup yang lebih sehat, seimbang, dan berkualitas sepanjang tahun.


Share This

Tips Menjaga Kesehatan Mental dan Emosional

Bali Royal Hospital December 24, 2025 Artikel 0

Berikut adalah berbagai tips praktis yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan mental dan emosional secara berkelanjutan:

1. Kenali dan Terima Emosi Diri Sendiri

Langkah awal dalam menjaga kesehatan emosional adalah mengenali apa yang sedang dirasakan. Jangan menekan atau mengabaikan emosi negatif seperti sedih, marah, atau kecewa. Emosi tersebut adalah respons alami terhadap situasi tertentu.

Belajarlah untuk menerima emosi tanpa menghakimi diri sendiri. Dengan mengenali emosi, kita dapat mencari cara yang tepat untuk mengelolanya secara sehat.

2. Kelola Stres dengan Cara yang Sehat

Stres adalah bagian dari kehidupan, namun cara mengelolanya sangat menentukan dampaknya. Beberapa cara sehat untuk mengelola stres antara lain:

  • Melakukan latihan pernapasan atau meditasi

  • Menulis jurnal untuk mengekspresikan perasaan

  • Melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti membaca atau mendengarkan musik

  • Mengatur waktu dengan lebih baik agar tidak kewalahan

Mengelola stres secara efektif dapat mencegah kelelahan mental dan emosional.

3. Jaga Pola Tidur yang Berkualitas

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan mental. Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan kemampuan mengambil keputusan.

Usahakan untuk tidur 7–9 jam setiap malam, menjaga jadwal tidur yang konsisten, serta menghindari penggunaan gawai sebelum tidur.

4. Terapkan Pola Makan Seimbang

Apa yang kita konsumsi berpengaruh pada kesehatan otak dan suasana hati. Konsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, protein, dan lemak sehat dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan fungsi otak.

Kurangi konsumsi gula berlebih, kafein, dan makanan olahan yang dapat memicu perubahan suasana hati dan kecemasan.

5. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Rutin

Olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga mental. Aktivitas fisik dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia dan mengurangi stres.

Tidak perlu olahraga berat, aktivitas ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau bersepeda sudah cukup memberikan manfaat jika dilakukan secara rutin.

6. Bangun Hubungan Sosial yang Sehat

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Menjalin hubungan yang positif dengan keluarga, teman, atau komunitas dapat memberikan dukungan emosional yang sangat berharga.

Luangkan waktu untuk berkomunikasi, berbagi cerita, dan mendengarkan orang lain. Hindari lingkungan sosial yang toksik dan melelahkan secara emosional.

7. Batasi Paparan Media Sosial

Media sosial dapat menjadi sumber hiburan dan informasi, tetapi penggunaan berlebihan dapat memicu perbandingan sosial, kecemasan, dan tekanan mental.

Batasi waktu penggunaan media sosial, pilih konten yang positif, dan jangan ragu untuk mengambil jeda digital demi menjaga kesehatan mental.

8. Tetapkan Batasan yang Sehat

Belajar mengatakan “tidak” adalah bagian penting dari menjaga kesehatan emosional. Jangan memaksakan diri untuk memenuhi semua tuntutan jika itu mengorbankan kesejahteraan mental.

Menetapkan batasan membantu menjaga energi emosional dan mencegah kelelahan.

9. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Self-care bukanlah tindakan egois, melainkan kebutuhan. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa tenang dan bahagia, seperti hobi, refleksi diri, atau sekadar beristirahat.

Waktu untuk diri sendiri membantu memulihkan energi mental dan emosional.

10. Cari Bantuan Profesional Jika Diperlukan

Jika perasaan cemas, sedih, atau stres berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor.

Mencari bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk menjaga kesehatan diri.

Share This
6 Jenis Olahraga Paling Ampuh untuk Menurunkan Kolesterol
Link Enlarge

6 Jenis Olahraga Paling Ampuh untuk Menurunkan Kolesterol

Bali Royal Hospital May 28, 2025 Artikel 0

Beberapa studi terbaru mengatakan bahwa terdapat beberapa mekanisme olahraga dalam menurunkan jumlah kolesterol dalam darah. Pertama, olahraga akan merangsang enzim yang membantu mengeluarkan kolesterol jahat (kolesterol LDL) dari darah ke hati. Kemudian, kolesterol diubah menjadi empedu untuk proses pencernaan atau dikeluarkan dari tubuh. Jadi, semakin sering Anda berolahraga, kolesterol jahat yang keluar dari tubuh pun semakin banyak. Hal ini akan menyebabkan penurunan kolesterol dalam darah.

Kedua, olahraga membantu memperbesar partikel kolesterol LDL di dalam darah. Hal ini amat penting, sebab partikel LDL yang lebih kecil dan padat justru lebih berbahaya daripada partikel besar dan halus. Partikel kolesterol berukuran kecil tersebut bisa lebih mudah menembus lapisan jantung dan pembuluh darah sehingga terjadilah penumpukan kolesterol jahat.

Jenis olahraga untuk menurunkan kolesterol

Berikut ini jenis olahraga untuk menurunkan kolesterol yang dapat Anda terapkan.

1. Bersepeda

Sebuah studi dari Journal of the American Heart Association menunjukkan kalau orang yang bersepeda ke tempat kerjanya cenderung tidak pernah mengalami peningkatan kolesterol daripada orang yang tidak bersepeda. Dengan penurunan kadar kolesterol ini, tentu saja risiko penyakit jantung juga akan menurun. Selain itu, bersepeda pun akan membakar kalori layaknya ketika Anda jogging. Agar hasilnya optimal, sebaiknya Anda memilih sepeda dengan ukuran yang tepat dan nyaman saat dibawa ke mana pun.

2. Jalan cepat atau jogging

Jalan cepat diketahui menawarkan banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Dalam sebuah studi di Italia pada 2013, orang yang berjalan selama 1 jam sehari hingga 5 hari dalam seminggu bisa menurunkan kadar kolesterol dalam tubuhnya.
Berjalan dengan langkah yang cepat merupakan cara terbaik agar sistem peredaran darah tetap sehat. Aktivitas ini bahkan sering kali dianggap lebih baik ketimbang berlari.

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa selama jumlah energi yang dikeluarkan sama, baik jalan kaki sedang maupun berat sama-sama dapat menurunkan berbagai risiko penyakit jantung dalam jumlah yang sama.Anda bisa memulainya dengan jalan-jalan santai di sekitar komplek rumah, kemudian barulah berjalan lebih jauh.

Baca Juga: Tips agar anak tidak mudah sakit

3. Berlari

Olahraga lari secara teratur pun dapat menurunkan kolesterol Anda. Di samping itu, berlari akan membuat tubuh Anda jadi lebih bugar, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan mental. Sebuah studi dari British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa jenis lari apa pun mampu menurunkan risiko dari semua penyebab kematian hingga 27 persen.

Salah satunya yaitu mengurangi risiko penyakit jantung melalui penurunan kadar kolesterol dalam darah. Dalam studi lain, disebutkan juga kalau orang yang lari dengan jarak lebih jauh mengalami penurunan kolesterol yang lebih signifikan.

4. Latihan ketahanan

Latihan ketahanan atau juga dikenal sebagai latihan beban dapat meningkatkan kekuatan otot Anda. Sebagai permulaan, Anda bisa melakukan latihan beban seperti push up, angkat besi, dan sit up. Dalam sebuah penelitian terbitan jurnal Sports Medicine, diungkapkan bahwa seseorang dengan kondisi pramenopause yang sudah menjalani sesi latihan ketahanan mengalami penurunan kolesterol dalam tubuhnya kurang dari 14 minggu. Jangan berasumsi kalau olahraga latihan ketahanan hanya dapat dilakukan oleh remaja saja. Orang yang sudah tua pun bisa menerapkan olahraga ini untuk menurunkan kolesterol.

Hal tersebut telah dibuktikan oleh studi terhadap wanita berusia 70–87 tahun yang diterbitkan dalam jurnal The Journals of Gerontology pada 2014. Ditemukan bahwa mereka yang menjalankan latihan ketahanan selama 11 minggu mempunyai kadar kolesterol jahat dan kolesterol total yang lebih rendah daripada yang tidak melakukannya. Anda bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan melakukan olahraga ini sebanyak tiga kali dalam seminggu, dengan durasi setiap sesinya selama 40–50 menit.

5. Yoga

Apabila Anda tidak terlalu tertarik dengan olahraga kardio, Anda bisa memilih olahraga yang lain untuk menurunkan kolesterol, misalnya yoga.
Selain menurunkan kadar kolesterol, yoga akan membantu melatih otot, menjaga kesehatan mental, sekaligus meningkatkan kualitas tidur.
Berbagai perbaikan tersebut perlahan-perlahan akan membentuk kebiasaan dan gaya hidup yang lebih baik untuk kesehatan, khususnya bagi Anda yang mengalami masalah tidur.

6. Berenang

Renang merupakan latihan aerobik yang akan membantu memperkuat jantung dengan cara membuat kerjanya lebih efisien saat memompa darah. Selain itu, berenang juga ikut menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik dalam darah. Sebagai gambaran, setiap peningkatan 1% kolesterol baik dapat menurunkan risiko kematian karena penyakit jantung sebesar 3,5 persen. Sekelompok peneliti dari University of South Carolina melakukan penelitian terhadap 40.547 pria dengan usia 20–90 tahun selama 32 tahun.

Mereka menemukan bahwa orang-orang yang rutin berenang mempunyai risiko kematian 50% lebih rendah ketimbang pelari, pejalan kaki, atau laki-laki yang tidak berolahraga sama sekali. Anda bisa melakukan olahraga renang selama 30 menit minimal tiga kali dalam seminggu secara rutin untuk menjaga kadar kolesterol yang normal.

Apabila berbagai olahraga yang Anda lakukan belum mampu menurunkan kolesterol, mungkin ada baiknya Anda menghubungi dokter. Kemungkinan besar dokter akan meresepkan obat-obatan penurun kolesterol seperti simvastatin, fenofibrat, dan rosuvastatin.

Sumber: hellosehat.com

Share This

Pentingnya Pemanasan dan Pendinginan: Kunci Mencegah Cedera Olahraga

Bali Royal Hospital May 25, 2025 Artikel 0

Olahraga adalah aktivitas yang menyehatkan tubuh dan pikiran. Namun, tanpa persiapan yang matang, olahraga juga bisa berujung pada cedera yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu kunci untuk mencegah cedera adalah dengan melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar sebelum dan setelah berolahraga.

Mengapa Pemanasan Itu Penting?

Pemanasan adalah tahap awal sebelum memulai olahraga yang bertujuan untuk mempersiapkan tubuh secara fisik dan mental. Beberapa manfaat pemanasan antara lain:

  • Meningkatkan suhu tubuh: Pemanasan membantu meningkatkan suhu tubuh sehingga otot dan sendi menjadi lebih lentur dan mengurangi risiko cedera.
  • Meningkatkan aliran darah: Aliran darah yang lancar membantu mengantarkan oksigen dan nutrisi ke otot, sehingga otot lebih siap bekerja.
  • Memperbaiki rentang gerak: Gerakan pemanasan yang tepat dapat meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak sendi.
  • Mencegah cedera: Dengan pemanasan, otot dan sendi lebih siap menerima beban yang akan diberikan selama olahraga.

Jenis-jenis Pemanasan

  • Pemanasan umum: Gerakan kardio ringan seperti jogging atau bersepeda statis.
  • Pemanasan spesifik: Gerakan yang meniru gerakan olahraga yang akan dilakukan, misalnya ayunan lengan untuk pemain tenis atau rotasi panggul untuk pemain sepak bola.
  • Dynamic stretching: Peregangan yang melibatkan gerakan aktif, seperti ayunan kaki atau putaran lengan.

Mengapa Pendinginan Itu Penting?

Pendinginan adalah tahap akhir setelah berolahraga yang bertujuan untuk mengembalikan tubuh ke kondisi istirahat. Manfaat pendinginan antara lain:

  • Mencegah kram otot: Pendinginan membantu mengurangi penumpukan asam laktat yang menyebabkan kram otot.
  • Mempercepat pemulihan: Pendinginan membantu mempercepat proses pemulihan otot setelah berolahraga.
  • Mencegah cedera: Pendinginan membantu mencegah cedera akibat pendinginan otot yang tiba-tiba.

Jenis-jenis Pendinginan

  • Static stretching: Peregangan statis dengan menahan posisi selama beberapa detik.
  • Latihan pernapasan: Teknik pernapasan yang membantu relaksasi otot dan pikiran.
  • Kompres dingin: Penggunaan kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan.

Tips Melakukan Pemanasan dan Pendinginan

  • Lakukan pemanasan selama 5-10 menit sebelum berolahraga.
  • Lakukan pendinginan selama 5-10 menit setelah berolahraga.
  • Sesuaikan intensitas pemanasan dan pendinginan dengan jenis olahraga yang dilakukan.
  • Konsultasikan dengan pelatih atau ahli fisioterapi untuk mendapatkan program pemanasan dan pendinginan yang tepat.

Kesimpulan

Pemanasan dan pendinginan adalah dua komponen penting dalam setiap sesi olahraga. Dengan melakukan pemanasan dan pendinginan yang benar, Anda dapat mengurangi risiko cedera, meningkatkan performa, dan menikmati olahraga dengan lebih maksimal.

Share This
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top