Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Link Enlarge

Tanda dan gejala infeksi saluran kemih pada ibu hamil

Bali Royal Hospital May 23, 2025 Artikel 0

Mengutip dari American Family Physician (AAFP) ibu hamil berisiko tinggi mengalami infeksi saluran kemih. Dimulai pada minggu ke enam kehamilan sampai puncaknya di minggu ke-22 sampai 24 kehamilan.

Dalam jurnal Archives of Medical Sciences, sekitar 2 sampai 10 persen wanita hamil mengalami infeksi saluran kencing karena menahan kencing saat hamil. ISK cenderung sering terulang kembali selama kehamilan meski mungkin sudah tak sering menahan kencing saat hamil. Wanita yang pernah memiliki ISK sebelumnya lebih rentan untuk mendapatkannya lagi selama kehamilan.

Berikut gejala yang muncul saat ibu hamil memiliki infeksi pada saluran kemih:

  • Sering kebelet dan sering buang air kecil
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Ada sensasi terbakar atau kram di punggung bagian bawah atau perut bagian bawah
  • Air seni yang terlihat keruh atau berbau
  • Demam, menggigil, dan berkeringat
  • Mual dan muntah
  • Sakit punggung

Ketika menahan kencing saat hamil, bakteri penyebab infeksi menyebar ke ginjal. Kemudian ibu hamil akan mengalami nyeri punggung, menggigil, demam, mual, sampai muntah.

Share This
Link Enlarge

Penyebab anak sering sakit dan kapan sebaiknya periksa ke dokter

Bali Royal Hospital May 19, 2025 Artikel 0

Sebulan sekali, kebanyakan anak-anak pasti sakit entah itu karena demam, batuk, pilek, atau penyakit infeksi lain. Namun, pernahkah Anda berpikir kenapa, sih, anak-anak sering sakit? Lalu, apa saja yang bisa dilakukan para ortu agar anak tak mudah sakit? Berikut informasi lengkap yang perlu diketahui para ortu.

Penyebab anak sering sakit

Salah satu kondisi yang sering dialami anak adalah demam. Demam sendiri bukan penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Umumnya demam adalah salah satu gejala dari batuk pilek, diare akut, atau dari demam berdarah.

Sebenarnya, demam adalah respon tubuh untuk mempertahankan diri. Ketika mengalami demam, itu artinya tubuh Anda sedang memberi sinyal bahwa tubuh sedang “diserang” oleh sesuatu, entah itu infeksi bakteri, virus, atau lainnya. Hal ini membuat tubuh jadi lebih waspada.

Sementara jika tubuh tidak memunculkan “peringatan nya” maka, Anda mungkin jadi tidak sadar bila tubuh sedang diserang. Akibatnya, penyakit justru tidak terdeteksi, sehingga tidak bisa diobati lebih awal. Nah, seberapa kuat pertahanan tubuh atau daya tahan tubuh seseorang terhadap serangan ini bisa ditentukan oleh banyak faktor. Mulai dari status gizi, lingkungan, atau adanya penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi sistem imun. Tak hanya itu, perubahan cuaca ekstrem juga memengaruhi sistem pertahanan tubuh.

Seperti yang terjadi sekarang ini, cuaca cepat sekali berubah-ubah. Siang hari panas sekali, sorenya mendadak bisa hujan deras. Perubahan suhu panas dingin yang tidak menentu ini nyatanya juga bisa membuat tubuh si kecil jadi “kewalahan”. Akibatnya, tubuh anak merespon dengan memunculkan demam maupun gejala lain yang membuat tubuh mereka tidak bisa mengatasinya dengan baik. Nah, inilah yang membuat anak sering sakit.

Waktu yang tepat untuk periksa ke dokter

Sebagai orangtua, Anda mungkin agak bingung membedakan demam biasa atau karena kondisi medis yang serius. Satu hal yang perlu Anda ingat ketika anak demam, pastikan kalau si kecil masih mau untuk makan dan minum seperti biasa. Selama anak masih aktif, ceria, dan mau makan minum, Anda sebenarnya tidak perlu ke dokter.

Sementara jika kondisi anak tak juga membaik selama 3 hari, maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Namun, segera ke dokter tanpa menunggu tiga hari jika si kecil mengalami:

  • Demam tinggi lebih dari 40 derajat Celcius
  • Terlihat lemah dan tidak bertenaga
  • Pucat pasi
  • Susah makan atau minum
  • Gelisah dan rewel
  • Mengalami penurunan kesadaran

Sumber: hellosehat.com

Share This
Buah-yang-Cocok-untuk-Musim-Hujan,-Perkuat-Imunitas
Link Enlarge

5 Buah yang Cocok untuk Musim Hujan, Perkuat Imunitas

Bali Royal Hospital May 10, 2025 Artikel 0

Sakit dapat dialami seseorang kapan saja. Akan tetapi, saat perubahan musim, lingkungan cenderung lembap menyebabkan bakteri dan virus penyebab penyakit berkembang lebih cepat. Oleh karena itu, perubahan kondisi cuaca dapat mempengaruhi tubuh menjadi lebih rentan sakit. Untuk menjaga kesehatan di musim hujan, berikut buah yang cocok untuk membantu meningkatkan imunitas.

Buah yang baik dikonsumsi saat musim hujan

1. Pepaya

Pepaya merupakan buah yang cocok di musim hujan. Hal ini disebabkan pepaya merupakan buah kaya vitamin A yang penting untuk menjaga kekebalan tubuh.

Semangkuk pepaya potong seberat 145 gram mengandung vitamin A sebesar 68,2 mcg. Vitamin A memperkuat lapisan lendir pelindung di dalam tubuh sehingga risiko penyakit infeksi pun berkurang. Selain itu, vitamin A membantu melawan infeksi bakteri, parasit, dan virus.

2. Mangga

Mangga merupakan buah yang baik dikonsumsi saat musim hujan. Buah ini kaya akan vitamin A dan vitamin C yang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, mangga mengandung mineral yang penting untuk imunitas, yaitu zink dan selenium.

Selenium bersifat antioksidan yang bisa mengurangi radikal bebas dan peradangan di dalam tubuh. Hal ini membuat kekebalan tubuh meningkat. Sementara itu, kekurangan zink erat kaitannya dengan masalah imun.

Baca Juga: Ini Manfaat Liburan untuk Kesehatan

3. Jambu biji

Buah tropis ini cocok dikonsumsi untuk musim hujan karena kaya akan vitamin C. Kandungan vitamin C dalam 100 g sebesar 228 mg. Artinya, Anda bisa memenuhi asupan vitamin C dalam sehari. Hal ini tentu baik untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.

Kandungan serat pada buah ini pun cukup tinggi, yakni 5,4 gram. Serat juga merupakan zat gizi yang penting untuk menjaga kekebalan tubuh. Mengutip penelitian terbitan Allergy (2022), serat menjaga keseimbangan bakteri atau mikrobiota usus. Keseimbangan ini membuat kekebalan tubuh meningkat sehingga bisa mengurangi risiko penyakit infeksi.

4. Tomat

Meski sering dianggap sebagai sayuran, tomat ternyata buah yang baik dikonsumsi saat musim hujan. Jus buah ini meningkatkan imunitas. Satu buah tomat sebesar 125 gram mengandung vitamin C sebesar 20,4 mg. Buah ini kaya akan beta-karoten yang berasal dari warna alaminya.

Bila dikonsumsi, beta-karoten nantinya diubah menjadi vitamin A yang baik untuk memperkuat imun. Buah ini juga kaya akan likopen yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas. Selain menjaga kondisi tubuh saat hujan, tomat baik untuk kesehatan tulang. Pasalnya, buah ini kaya akan mineral yang dibutuhkan untuk kepadatan tulang, seperti kalsium, magnesium, dan fosfor.

5. Jeruk

Sudah tidak asing lagi bahwa jeruk merupakan buah untuk meningkatkan imun. Manfaat ini berasal dari tingginya vitamin C. Satu buah jeruk ukuran besar mengandung vitamin C sebesar 32 mg. Hal ini bisa memenuhi 35 – 42% kebutuhan vitamin C harian Anda. Vitamin C baik untuk menjaga kekebalan tubuh saat hujan. Mengutip studi terbitan Nutrients (2017), zat gizi ini merangsang sel darah putih menyerang bakteri dan virus pada bagian tubuh yang terinfeksi. Pada saat yang sama, vitamin C melindungi jaringan tubuh dari kerusakan akibat infeksi.

 

Buat Janji Temu Dokter

Bicarakan penerapan pola makan sehat atau gizi dan nutrisi makanan dan minuman yang tepat untuk Anda pada dokter gizi terbaik.

dr. Ni Made Dwi Asti Lestari, M.Kes, Sp.GK

dr. Ni Made Dwi Asti Lestari, Sp.GK. M.Kes

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Buat Janji Temu

Sumber: hellosehat.com

Share This
Tips Mengatasi Rasa Takut ke Dokter Gigi
Link Enlarge

Tips Mengatasi Rasa Takut ke Dokter Gigi

Bali Royal Hospital May 4, 2025 Artikel 0

Banyak orang masih takut ke dokter gigi, karena terbayang jarum suntik dan suara dengung alat bor gigi. Padahal, ada beberapa masalah gigi yang tidak bisa dibiarkan begitu saja atau ditangani sendiri di rumah. Oleh karena itu, mari ketahui cara mengatasi rasa takut ke dokter gigi.

Penyebab Takut ke Dokter Gigi

Ada beberapa penyebab yang dapat melatarbelakangi ketakutan seseorang untuk pergi ke dokter gigi, seperti takut dengan rasa sakit yang mungkin muncul atau tidak nyaman mendengar suara alat-alat medis yang digunakan, misalnya bor gigi.
Rasa takut ke dokter gigi juga bisa bersumber dari nasihat yang kurang tepat di masa kecil, seperti “Ayo, sikat gigi. Jika tidak, nanti harus ke dokter gigi.” Kalimat semacam ini bisa membuat seseorang mengira bahwa kunjungan ke dokter gigi adalah hal yang menyeramkan.

Tips agar Tidak Takut ke Dokter Gigi

Agar Anda tidak merasa takut saat berkunjung ke dokter gigi, berikut ini adalah beberapa persiapan yang dapat dilakukan:

1. Pilih dokter gigi yang dapat tepercaya

Anda mungkin takut terhadap rasa sakit, bau, atau suara alat di ruang pemeriksaan. Namun, semua kekhawatiran itu bisa hilang ketika Anda tahu sedang ditangani oleh dokter gigi yang tepercaya.

Jadi, cobalah untuk mencari tahu referensi dokter gigi terbaik di sekitar Anda. Anda bisa bertanya ke kerabat, teman, atau sesama pasien di forum kesehatan. Dengan begitu, ketakutan Anda ke dokter gigi bisa mereda.

2. Cari tahu teknologi perawatan gigi terkini

Jika Anda takut dengan jarum suntik, Anda perlu tahu bahwa saat ini obat bius tidak hanya diberikan dalam bentuk suntikan, tetapi ada yang berbentuk gel, semprotan, atau obat kumur.

Demikian juga dengan teknologi perawatan gigi, seperti alat bor gigi yang menggunakan laser untuk membersihkan dan merapikan gigi berlubang. Dengan begitu, risiko munculnya rasa sakit yang mungkin dialami pasien dapat berkurang.

Bila Anda mengetahui dokter gigi Anda sudah menggunakan teknologi perawatan gigi terkini seperti di atas, Anda bisa ke dokter gigi dengan tenang dan menjalani perawatan gigi rutin tanpa harus cemas atau takut.

Baca Juga: Cara Mencegah Dehidrasi Saat Cuaca Panas Dan Aktivitas Padat

3. Kenali jenis pengobatan dan obat bius yang digunakan

Perkembangan metode pengobatan terbaru juga memungkinkan dokter gigi untuk mengurangi rasa sakit yang dialami pasien secara signifikan. Dengan mengetahui perkembangan ini, rasa takut dan khawatir Anda mungkin bisa berkurang.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat bius yang umum digunakan oleh dokter gigi:

  • Obat bius oles untuk gusi, digunakan sebelum dokter memberikan obat bius suntik
  • TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation), yaitu teknik pembiusan dengan arus listrik bertegangan rendah untuk mengubah persepsi rasa nyeri pada sel saraf
  • Gas tawa (nitrous oxide), yaitu gas yang diberikan dengan cara dihirup agar pasien merasa rileks saat prosedur perawatan gigi dilakukan
  • Suntikan obat penenang ke pembuluh darah tangan atau lengan, untuk menenangkan pasien yang sangat gelisah atau harus menjalani prosedur yang lebih kompleks
  • Obat bius total yang diberikan agar pasien “tertidur” selama menjalani operasi

4. Temukan dokter gigi yang memiliki fasilitas lengkap

Kini makin banyak dokter gigi yang melengkapi ruang praktiknya dengan perlengkapan yang bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan menghilangkan rasa takut, seperti TV, iPod, iPad, atau mainan anak.

Sebagian dokter gigi juga mempercantik ruangannya dengan interior yang menenangkan, seperti dinding berwarna cerah, bunga segar, dan sentuhan alunan musik. Cobalah cari dokter gigi dengan tempat praktik yang bisa membuat Anda nyaman, sehingga Anda bisa lebih rileks saat menjalani perawatan gigi.

Kesehatan gigi adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu, daripada menghindari perawatan ke dokter gigi, lebih baik cobalah beberapa tips di atas agar Anda tidak lagi takut ke dokter gigi.

Rekomendasi Dokter Gigi di Bali Royal Hospital

  1. drg. Setiawan, M.Kes.FISID
  2. drg. Valeo Adika Laksana, Sert.KGI, FISID, Sp. Perio
  3. drg. Vicky Alexandra Lijaya, Sp.KG
  4. drg. Dewa Ayu Putu Kristina Asuntya
  5. drg. Ida Ayu Sundari Utami, SKG., Srt.KGI
  6. drg. I Gusti Agung Gde Oka, M.Biomed
  7. drg. I Putu Sandi Mandita, S.KG

Sumber: alodokter.com

Share This
Ketahui Faktor yang Memengaruhi, Berapa Lama Ereksi yang Normal
Link Enlarge

Ketahui Faktor yang Memengaruhi, Berapa Lama Ereksi yang Normal?

Bali Royal Hospital December 15, 2024 Artikel 0

Hasil studi ini menunjukkan bahwa lama ereksi pria normal rata-rata berlangsung selama 5,4 menit. Kendati demikian, ini bukanlah satu-satunya penentu dari ereksi yang normal. Lamanya ereksi akan tetap berbeda pada setiap orang.

Perbedaan tersebut disebabkan karena beberapa faktor. Berikut di antaranya.

1. Kesehatan

Pria yang sehat mampu mengalami ereksi selama beberapa detik hingga puluh menit. Namun, kemampuan ereksi dapat terganggu bila Anda mengalami masalah kesehatan dalam segi fisik maupun psikologis.

Gangguan ereksi yang parah bahkan bisa berujung pada impotensi. Berikut adalah sejumlah kondisi yang memengaruhi berapa lama penis mengalami ereksi.

  • Hambatan aliran darah menuju penis.
  • Kerusakan saraf akibat diabetes, gangguan prostat, kerusakan saraf tulang belakang, dan sebagainya.
  • Masalah kejiwaan seperti gangguan kecemasan, depresi, atau rasa malu yang berlebihan.
  • Menurunnya hormon testosteron.
  • Konsumsi obat-obatan yang memengaruhi fungsi seksual, seperti obat penurun tekanan darah, antidepresan, atau obat penyakit jantung.

2. Usia

Jumlah hormon testosteron menurun seiring bertambahnya usia. Testosteron adalah hormon utama dalam sistem reproduksi pria. Jika jumlahnya berkurang, gairah seksual dapat menurun. Akibatnya, lebih sulit bagi Anda untuk mempertahankan ereksi.

3. Faktor lainnya

Berdasarkan penyebab dan waktu terjadinya, ereksi terbagi menjadi tiga jenis. Inilah pembagian jenisnya. Psikogenik: terjadi setelah memikirkan atau membayangkan sesuatu yang bersifat seksual. Nokturnal: terjadi secara spontan selama tidur atau saat bangun tidur. Rreksi nokturnal dapat berlangsung selama 25 menit. Refleksogenik: terjadi akibat sentuhan fisik atau rangsangan terhadap penis.

Baca Juga: Sakit Pinggang Sebelah Kiri, Tanda Gangguan Sistem Reproduksi pada Wanita

Faktor yang memengaruhi mudah ereksi

Memang, sering ereksi tiba-tiba tanpa rasa nyeri merupakan kondisi yang normal. Hingga saat ini, kondisi tersebut belum diketahui penyebabnya. Meski begitu, ada pula kondisi yang membuat Anda ereksi selama 2 jam nonstop atau lebih dan disertai rasa nyeri. Kondisi ini disebut dengan priapismus.

priapismus biasanya terjadi tanpa adanya rangsangan seksual dan terasa nyeri. Kondisi ini muncul akibat terjebaknya darah pada penis dan tidak bisa mengalir keluar. Tak jarang, kemunculan ereksi nonstop ini juga bisa terjadi berkali-kali. Ini merupakan masalah kesehatan penis yang serius sehingga Anda butuh mendapatkan penanganan segera.

Beberapa faktor pemicu priapismus, yaitu:

  • anemia sel sabit,
  • obat-obatan masalah mental, seperti antidepresan dan anticemas,
  • obat pengencer darah, seperti warfarin, dan
  • cedera pada penis.

Untuk mengetahui berapa lama berlangsungnya ereksi normal, perlu dipahami bahwa setiap pria mengalami ereksi dengan durasi dan kondisi yang berbeda.

Meski durasi rata-ratanya diketahui, tidak ada patokan mutlak mengenai berapa lama durasi ereksi penis yang normal. Selama penis masih berfungsi sebagaimana mestinya, durasi ereksi seharusnya tidak menjadi masalah besar. Sebaliknya, konsultasikan pada dokter apabila Anda mengalami disfungsi ereksi ataupun gangguan lainnya pada sistem reproduksi.

Rangkuman

  1. Rata-rata, lama ereksi pria normal adalah 5,4 menit.
  2. Sering ereksi dan tiba-tiba adalah hal normal dan biasa terjadi pada remaja dan orang dewasa muda.
  3. Ereksi 2 jam nonstop disertai rasa nyeri disebut priapismus dan harus segera diobati.
  4. Faktor pemicu sulit ereksi di antaranya konsumsi obat, mengidap penyakit, dan masalah kesehatan.

 

Sumber: hellosehat.com

Share This
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top