Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Adakah gula yang tidak menyebabkan diabetes
Link Enlarge

Adakah gula yang tidak menyebabkan diabetes?

Bali Royal Hospital February 16, 2026 Artikel

Ada beberapa pemanis pengganti gula yang bisa mengurangi risiko diabetes seperti stovia, aspartam, sukralosa, dan sakarin.

Pemanis ini biasanya dipilih karena sangat rendah kalori dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah.

Namun, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi pemanis tersebut lebih banyak, tanpa batasan. Lagi pula, gula apa pun sebenarnya tidak akan menyebabkan diabetes jika asupannya dalam batas wajar, tidak berlebihan.

Jadi, terlepas dari pemanis yang Anda gunakan, yang terpenting dalam mencegah diabetes adalah mengatur konsumsi gula harian.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi konsumsi gula.

  • Batasi konsumsi gula sebanyak 50 gram sehari atau sekitar 4 sendok makan.
  • Pilih jenis camilan yang sehat, seperti yoghurt tanpa gula atau buah-buahan.
  • Ganti sereal yang memiliki kandungan gula dengan sereal tanpa gula.
  • Hindari mengonsumsi smoothies atau jus buah. Jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya dibatasi maksimal 1 gelas kecil per hari.
  • Baca nilai informasi gizi yang tertera di label kemasan, sehingga Anda dapat mengetahui asupan gula yang terdapat di dalam kemasan.
  • Kelola stres dengan baik sehingga Anda tidak mudah tergoda untuk banyak mengonsumsi makanan manis

Selain membatasi konsumsi gula, Anda bisa menurunkan risiko diabetes dengan rutin berolahraga. Perbanyak aktivitas fisik ringan, seperti jalan santai, joging, atau bersepeda untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Kesimpulan

Gula bukanlah penyebab utama terjadinya diabetes tipe 2. Namun, pola makan tinggi gula memicu kelebihan berat badan dan obesitas yang merupakan faktor penyebab diabetes. Meskin bukan penyebab diabetes langsung, Anda tetap harus membatasi asupan gula harian.

Sumber : Hellosehat.com

Share This
Benarkah Gula Penyebab Diabetes
Link Enlarge

Benarkah Gula Penyebab Diabetes?

Bali Royal Hospital February 13, 2026 Artikel

Apakah gula dapat menyebabkan seseorang terkena diabetes?

Gula atau makanan manis bukanlah penyebab diabetes tipe 1 dan bukan juga penyebab langsung diabetes tipe 2. Penyakit diabetes tipe 1 memang tidak berkaitan dengan pola makan. Lain halnya dengan diabetes tipe 2, kebiasaan makan makanan manis berkaitan dengan faktor penyebab jenis diabetes ini.

Penyakit diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh kondisi autoimun yang membuat sel imun menyerang sel beta pankreas penghasil insulin, sehingga tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah.

Lantas, bagaimana kaitan konsumsi gula dengan penyakit diabetes tipe 2? Jawabannya cukup kompleks. Sebenarnya, konsumsi makanan manis tidak secara langsung menyebabkan diabetes tipe 2.

Penyakit diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh faktor kelebihan berat badan atau obesitas, resistansi insulin, serta faktor genetik. .

Nah, pola makan tinggi gula atau kebiasaan konsumsi makanan manis berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan atau obesitas yang merupakan faktor pemicu diabetes tipe 2.

Dengan demikian, mengonsumsi makanan atau minuman manis bukan pemicu utama terjadinya diabetes. Ini berkaitan dengan salah satu faktor dari banyaknya faktor penyebab diabetes tipe 2.

Hubungan konsumsi gula dan faktor risiko diabetes

Seperti yang telah dijelaskan di atas, mengonsumsi gula bukan penyebab utama diabetes. Namun, mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas yang menjadi faktor risiko diabetes tipe 2.

Kebanyakan makanan atau minuman manis memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi. Mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan, apalagi menjadi kebiasaan sehari-hari tanpa dibarengi dengan olahraga, dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

Studi dalam jurnal Cell Metabolism mengungkapkan bahwa obesitas dapat menjadi faktor risiko utama untuk prediabetes dan diabetes tipe 2.

Pasalnya, obesitas menyebabkan terjadinya peningkatkan lemak di bagian perut serta peningkatan kadar trigliserida di hati dan otot. Hal tersebut mengakibatkan resistensi insulin dan gangguan pada sel beta pankreas penghasil insulin.

Baca Juga : Adakah gula yang tidak menyebabkan diabetes?

Resistensi insulin sendiri menjadi faktor penyebab diabetes tipe 2. Ini adalah kondisi di mana sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin untuk menyerap glukosa, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, mengonsumsi gula bukan penyebab utama diabetes. Namun, mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas yang menjadi faktor risiko diabetes tipe 2.

Kebanyakan makanan atau minuman manis memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi. Mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan, apalagi menjadi kebiasaan sehari-hari tanpa dibarengi dengan olahraga, dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

Studi dalam jurnal Cell Metabolism mengungkapkan bahwa obesitas dapat menjadi faktor risiko utama untuk prediabetes dan diabetes tipe 2.

Pasalnya, obesitas menyebabkan terjadinya peningkatkan lemak di bagian perut serta peningkatan kadar trigliserida di hati dan otot. Hal tersebut mengakibatkan resistensi insulin dan gangguan pada sel beta pankreas penghasil insulin.

Resistensi insulin sendiri menjadi faktor penyebab diabetes tipe 2. Ini adalah kondisi di mana sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin untuk menyerap glukosa, sehingga glukosa menumpuk di dalam darah.

Sumber : Hellosehat.com

Share This
Seberapa-Umum-Sakit-Pinggang-Belakang
Link Enlarge

Seberapa Umum Sakit Pinggang Belakang?

Bali Royal Hospital February 10, 2026 Artikel

Sakit pinggang belakang adalah rasa nyeri yang muncul di area bawah punggung, tepatnya di atas tulang ekor (garis bokong) dan di bawah dekat tulang rusuk. Kondisi ini disebut juga sakit punggung bawah atau low back pain Bagian belakang tubuh (punggung) tersusun oleh tulang belakang yang didukung oleh cakram, suumsum, serabut saraf, hingga otot dan ligamen. Otot perut membantu mendukung tulang belakang.

Trauma atau benturan yang terjadi di mana pun di daerah tersebut bisa menyebabkan rasa sakit pada pinggang belakang (punggung bawah). Kondisi ini dapat bersifat nyeri akut (muncul tiba-tiba dan cepat hilang) atau pun nyeri kronis (muncul bertahap dan berlarut-larut).

Seberapa umum sakit pinggang belakang?

Low back pain termasuk keluhan umum. Hampir semua orang pernah mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup. Anda bisa mencegah risiko mengalami kondisi ini dengan mengurangi faktor pemicunya.

Tanda dan gejala sakit pinggang belakang

Gejala kondisi ini biasanya muncul ketika punggung bagian bawah Anda cedera atau mengalami trauma. Beberapa tanda khas dari low back pain meliputi:

  • sensasi terbakar atau panas di pinggang bagian belakang,
  • kesemutan, serta
  • rasa sakit ringan atau bahkan tajam yang menyebabkan Anda tidak bisa bergerak.

Tergantung pada penyebabnya, Anda mungkin mengalami rasa sakit di kaki, pinggul, atau telapak kaki. Selain itu, kaki Anda mungkin terasa lebih lemah sehingga kesulitan untuk berdiri. Gejala biasanya hilang setelah beberapa hari atau minggu pengobatan. Namun, apabila rasa sakit masih terasa lebih dari tiga bulan, sakit tulang belakang menjadi kondisi kronis dan perlu penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Penyebab Nyeri Sendi pada Anak dan Tanda Harus Segera ke Dokter

Kapan harus periksa ke dokter?

Kondisi setiap orang berbeda-beda. Jika Anda memiliki tanda dan gejala yang disebutkan di atas serta memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, konsultasikan ke dokter Anda. Apabila setelah 48 – 72 jam rasa sakit tak kunjung reda, periksakan diri Anda ke dokter. Selalu diskusikan dengan dokter untuk metode diagnosis, perawatan, dan pengobatan terbaik bagi Anda.

Sumber: hellosehat.com | Image: www.istockphoto.com/id

Share This
Ciri-Ciri-Orang-Yang-Mengalami-Patah-Tulang
Link Enlarge

Ciri-Ciri Orang Yang Mengalami Patah Tulang

Bali Royal Hospital February 2, 2026 Artikel

Ciri-Ciri Patah Tulang – Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami patah tulang jika tak memahami apa tanda atau ciri dari patah tulang itu sendiri.

Oleh sebab itu, Anda perlu memahami ciri-ciri orang yang mengalami patah tulang terlebih dahulu. Beberapa tanda dan gejala umum dari patah tulang adalah:

  • Mati rasa.
  • Rasa sakit yang cukup parah dan intens.
  • Terlihat adanya perubahan bentuk pada tulang, atau terlihat tidak pada posisinya.
  • Muncul pembengkakan dan memar pada area tubuh yang baru mengalami cedera.
  • Tidak bisa menggerakkan bagian tubuh yang mengalami cedera.

Nah, jika Anda melihat orang lain menunjukkan rangkaian gejala tersebut, segera bantu dengan memberikan pertolongan pertama pada pasien patah tulang.

Baca Juga: Beragam Mineral dan Vitamin Penurun Darah Tinggi

Pertolongan pertama untuk tulang yang patah

Sebenarnya, pertolongan pertama untuk patah tulang tidak hanya bisa Anda lakukan kepada orang lain. Akan tetapi, Anda juga bisa melakukannya jika mengalaminya sendiri dan tidak ada orang lain yang bisa membantu.

Penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami patah tulang. Anda memang tetap harus menghubungi rumah sakit atau unit gawat darurat terdekat.

1. Menghindari terlalu banyak bergerak

Saat mengalami cedera, jangan terlalu banyak, kecuali jika memang perlu. Untuk mencegah cedera, lebih lanjut, stabilkan daerah yang luka dengan tetap berdiam diri.

2. Menghentikan pendarahan

Jika Anda atau orang lain mengalami pendarahan pada area yang mengalami cedera, segera hentikan dengan membungkus daerah luka dengan perban.

3. Mengurangi pembengkakan

Sementara itu, menurut Mayo Clinic, untuk membantu mengurangi pembengkakan pada area yang mengalami patah tulang, Anda bisa membantu mengompresnya dengan air dingin atau es.

4. Mengantar ke rumah sakit

Meski telah melakukan pertolongan pertama pada patah tulang, Anda tetap harus mengajaknya pergi ke rumah sakit atau unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan medis.

Meski telah melakukan pertolongan pertama pada patah tulang, Anda tetap harus mengajaknya pergi ke rumah sakit atau unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sumber: hellosehat.com

 

Share This

7 Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar bagi Tubuh

Bali Royal Hospital December 24, 2025 Artikel 0

Banyak orang mengira bahwa hidup sehat harus dimulai dengan perubahan besar, seperti diet ketat atau olahraga berat setiap hari. Padahal, kesehatan tubuh justru lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Kebiasaan sederhana yang tampak sepele dapat memberikan dampak besar bagi fungsi tubuh, energi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kebiasaan kecil lebih mudah diterapkan dan dipertahankan karena tidak terasa membebani. Jika dilakukan secara rutin, perubahan kecil ini mampu membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan. Artikel ini akan membahas tujuh kebiasaan kecil yang terbukti berdampak besar bagi kesehatan tubuh.

1. Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

Salah satu kebiasaan paling sederhana namun sering diabaikan adalah minum air putih setelah bangun tidur. Selama tidur, tubuh kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat, sehingga kondisi tubuh cenderung mengalami dehidrasi ringan saat pagi hari.

Manfaat minum air putih di pagi hari antara lain:

  • Membantu mengaktifkan metabolisme

  • Mendukung fungsi pencernaan

  • Membantu proses detoksifikasi alami tubuh

  • Meningkatkan konsentrasi dan energi

Cukup minum 1–2 gelas air putih setelah bangun tidur dapat membantu tubuh memulai hari dengan lebih segar.

2. Bergerak Setiap 30–60 Menit

Gaya hidup sedentari atau terlalu lama duduk dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang bekerja di depan layar dalam waktu lama. Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko nyeri otot, gangguan peredaran darah, hingga penyakit metabolik.

Kebiasaan kecil yang bisa dilakukan:

  • Berdiri dan meregangkan tubuh setiap 30–60 menit

  • Berjalan singkat di sekitar ruangan

  • Melakukan peregangan ringan

Gerakan sederhana ini membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan menjaga tubuh tetap aktif.

3. Mengunyah Makanan Lebih Perlahan

Cara makan tidak kalah penting dibandingkan jenis makanan yang dikonsumsi. Mengunyah makanan dengan perlahan membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Dampak positif dari kebiasaan ini:

  • Membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi

  • Mencegah makan berlebihan

  • Membantu tubuh mengenali rasa kenyang

  • Mengurangi risiko gangguan pencernaan

Dengan mengunyah lebih perlahan dan menikmati makanan, tubuh akan lebih mudah mengontrol asupan dan menjaga kesehatan pencernaan.

4. Tidur dan Bangun di Jam yang Konsisten

Tidur yang cukup saja tidak selalu cukup jika jadwal tidur tidak teratur. Kebiasaan tidur dan bangun di jam yang berbeda setiap hari dapat mengganggu ritme biologis tubuh.

Manfaat menjaga jam tidur yang konsisten:

  • Meningkatkan kualitas tidur

  • Menjaga keseimbangan hormon

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

  • Memperbaiki suasana hati dan fokus

Usahakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan, untuk membantu tubuh beradaptasi dengan ritme yang sehat.

5. Menambahkan Sayur atau Buah di Setiap Waktu Makan

Tidak perlu langsung mengubah pola makan secara drastis. Kebiasaan kecil seperti menambahkan satu porsi sayur atau buah di setiap waktu makan sudah memberikan manfaat besar bagi tubuh.

Manfaat konsumsi sayur dan buah secara rutin:

  • Meningkatkan asupan serat

  • Menjaga kesehatan pencernaan

  • Membantu mengontrol berat badan

  • Menyediakan vitamin dan mineral penting

Mulailah dari langkah sederhana, misalnya menambahkan sayur pada makan siang atau buah sebagai camilan sehat.

6. Meluangkan Waktu untuk Bernapas dengan Sadar

Stres yang tidak dikelola dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental. Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi stres adalah dengan melatih pernapasan sadar.

Kebiasaan ini dapat dilakukan kapan saja:

  • Tarik napas dalam selama 4 detik

  • Tahan selama 2–3 detik

  • Hembuskan perlahan selama 4–6 detik

Melakukan pernapasan sadar selama beberapa menit membantu menenangkan sistem saraf, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi ketegangan tubuh.

7. Mengurangi Paparan Gawai Sebelum Tidur

Kebiasaan menggunakan ponsel atau menonton layar sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Cahaya biru dari layar dapat menekan produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur rasa kantuk.

Dampak positif mengurangi gawai sebelum tidur:

  • Tidur lebih cepat dan nyenyak

  • Kualitas istirahat meningkat

  • Tubuh lebih segar saat bangun pagi

  • Mengurangi kelelahan mata dan sakit kepala

Biasakan untuk berhenti menggunakan gawai setidaknya 30–60 menit sebelum tidur dan gantikan dengan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca buku atau relaksasi ringan.

Mengapa Kebiasaan Kecil Sangat Penting?

Kebiasaan kecil bekerja secara akumulatif. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa dalam hitungan hari, tetapi dalam jangka panjang dapat memberikan perubahan signifikan pada kesehatan tubuh. Kebiasaan kecil juga lebih mudah dijaga karena tidak menimbulkan tekanan berlebih.

Dengan membangun kebiasaan kecil yang sehat, seseorang akan lebih termotivasi untuk melakukan perubahan positif lainnya secara alami.

Kesimpulan

Hidup sehat tidak selalu dimulai dari perubahan besar dan ekstrem. Justru, kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten memiliki dampak besar bagi kesehatan tubuh. Mulai dari minum air putih di pagi hari, bergerak secara rutin, hingga menjaga kualitas tidur, semua berkontribusi pada keseimbangan tubuh secara menyeluruh.

Mulailah dari satu atau dua kebiasaan kecil yang paling mudah diterapkan. Seiring waktu, kebiasaan tersebut akan menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi tubuh dan kualitas hidup Anda.

Share This
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top