Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Link Enlarge

Apa penyebab masuk angin pada si kecil?

Bali Royal Hospital February 9, 2024 Artikel 0

Masuk angin bisa terjadi ketika udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan terlalu banyak. Adapun penyebabnya bisa beragam. Berikut adalah penyebab masuk angin pada bayi yang umum terjadi.

1. Terlalu banyak menelan udara saat menyusui

Banyaknya udara yang masuk ke dalam perut bayi sering terjadi bila cara menyusui bayi tidak tepat. Posisi mulut bayi tidak menempel pada puting dan areola sehingga saat mengisap ASI, ada udara yang ikut masuk ke dalam tubuhnya.

2. Terlalu sering menangis

Terlalu sering menangis membuat angin masuk ke dalam perut bayi. Mungkin sulit mengetahui apakah bayi menangis karena ada gas pada perutnya atau menangis menyebabkannya masuk angin. Alangkah baiknya untuk menenangkan bayi sesegera mungkin saat ia mulai menangis.

3. Tidak cocok dengan susu atau MPASI

Kemungkinan lainnya, masuk angin pada bayi disebabkan oleh ketidakcocokan MPASI atau susu formula. Akibat hal tersebut, sistem pencernaan si kecil mengalami gangguan, menghasilkan banyak gas, dan membuat perut kembung.

4. Sistem pencernaan belum matang

Penyebab paling utama adalah sistem pencernaan bayi yang belum matang sehingga masih belajar untuk mencerna makanan. Karena penyebab ini, masuk angin sering terjadi pada bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan serta usia 6-12 bulan saat pertama kali mencoba ragam makanan.

Sumber: hellosehat.com/parenting

Share This
Sering-Buang-Air-Kecil-di-Usia-Senja
Link Enlarge

Sering Buang Air Kecil di Usia Senja? Ini Tipsnya

Bali Royal Hospital February 5, 2024 Artikel 0

Salah satu penurunan fungsi organ tubuh yang sering dialami oleh sebagian besar orang adalah menurunnya kinerja saluran kemih. Adanya penurunan fungsi dan kinerja saluran kemih, tak jarang memicu terjadinya sulit menahan buang air kecil atau yang bisa disebut juga dengan istilah inkontinensia urine.

Kondisi akibat sulit menahan buang air kecil ini memang cukup umum terjadi. Namun, penyebab orang tua mengalami inkontinensia urine tidak hanya semata-mata karena faktor usia yang sudah tak lagi muda, melainkan juga ada beberapa penyebab lain.

Inkontinensia urine dapat dipicu oleh sejumlah penyebab, berikut di antaranya.

  • Otot kandung kemih atau dasar panggul yang mulai melemah.
  • Kerusakan saraf yang mengontrol kandung kemih.
  • Penyakit radang sendi yang umumnya dapat memicu sulit untuk pergi ke kamar mandi tepat waktu.
  • Kondisi organ panggul (seperti kandung kemih, rektum, atau rahim) pada wanita yang bergeser keluar dari tempat normalnya.
  • Adanya peradangan atau pembesaran kelenjar prostat yang biasanya dialami pria.
  • Cedera atau kerusakan saraf dan otot akibat operasi.
  • Konsumsi minuman beralkohol atau berkafein.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.

Cara mengatasi lansia sering buang air kecil agar tetap aktif

Meski inkontinensia urine dapat dipicu oleh berbagai penyebab dan dianggap tidak berbahaya, kondisi ini tak jarang dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Namun, ada sejumlah cara mengatasi lansia sering buang air kecil yang bisa dilakukan agar kondisi ini tidak mengganggu aktivitas Anda.

1. Melakukan latihan otot panggul

Latihan otot panggul atau senam Kegel bisa Anda lakukan sebagai salah satu cara mengatasi lansia sering buang air kecil agar inkontinensia urine tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Latihan otot panggul dapat membantu memperkuat otot-otot yang menopang kandung kemih, sehingga membantu Anda menahan urine di kandung kemih dan menghindari kebocoran.
Namun, pastikan Anda sudah mempelajari lebih lanjut tentang latihan dasar panggul dan melakukannya bersama instruktur profesional agar lebih aman.

Baca Juga: Tanda dan gejala infeksi saluran kemih pada ibu hamil

2. Mengatur waktu buang air kecil

Bila bisa mengatur waktu berkemih, jadwal dan intensitas buang air kecil Anda akan lebih teratur. Anda juga bisa lebih siap dalam mengantisipasinya ketika sedang beraktivitas. Caranya, Anda dapat mengatur waktu buang air kecil setiap jam.
Jika sudah terbiasa, seiring berjalannya waktu Anda dapat secara bertahap memperpanjang jeda waktu buang air kecil tersebut.

3. Melakukan relaksasi

Sejumlah kegiatan relaksasi nyatanya bisa menjadi cara mengatasi lansia sering buang air kecil. Kegiatan ini dianggap dapat mengendalikan dorongan kuat Anda untuk buang air kecil. Anda dapat mencoba mengalihkan perhatian Anda dari buang air kecil yang tidak darurat dengan mengambil napas panjang yang menenangkan. Selain itu, Anda juga bisa melakukan relaksasi dengan melakukan pijatan lembut pada otot-otot dasar panggul. Hal ini berpengaruh karena semakin berkurang tingkat stres Anda, semakin menurun pula hasrat untuk buang air kecil.

Paket Treatment Mengatasi Sering Buang Air Kecil : Klik Disini

4. Memperhatikan gaya hidup

Nyatanya, mengubah gaya hidup Anda juga dapat membantu mengatasi masalah kandung kemih. Bagian dari gaya hidup yang lebih banyak memberi pengaruh pada kondisi kandung kemih Anda adalah dari segi asupan yang dikonsumsi. Pastikan Anda menghindari jenis minuman berkafein, soda, dan alkohol yang dapat meningkatkan buang air kecil. Cukupi kebutuhan cairan Anda hanya dengan air putih agar tidak memperburuk masalah kandung kemih Anda.

Sumber: hellosehat.com/lansia

Share This
Ini-Manfaat-Liburan-untuk-Kesehatan
Link Enlarge

Ini Manfaat Liburan untuk Kesehatan

Bali Royal Hospital January 26, 2024 Artikel 0

Berkutat dengan aktivitas yang sama setiap harinya dapat menimbulkan kejenuhan. Sejumlah aktivitas rutin seperti pekerjaan bisa menimbulkan stres dan kelelahan. Jika tidak diatasi, maka bisa berpengaruh buruk pada kesehatan tubuh. Itulah sebabnya, Anda perlu meluangkan waktu di sela kesibukan untuk berlibur.

Sebenarnya, dampak positif dari liburan tidak sebatas itu saja. Ada banyak hal positif lainnya yang bisa Anda dapatkan dari liburan, tapi Anda tidak mengetahuinya. Supaya lebih jelas, mari bahas manfaatnya satu per satu.

1. Mengurangi stres

Manfaat liburan ini tentu tidak asing bagi Anda. Sebagian besar orang yang menjalani liburan akan langsung merasakan manfaat ini. Ya, berhenti sejenak dari rutinitas dan pergi ke tempat yang disukai bisa memberikan otak Anda kelegaan dari stres.

Stres merupakan reaksi tubuh terhadap ancaman, tekanan, dan perubahan yang pastinya akan Anda hadapi setiap hari. Anda membutuhkannya agar bisa memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Namun, kadar stres yang dibutuhkan juga tidak banyak.

Jika stres terlalu tinggi, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan. Dari berbagai jenis kegiatan yang dilakukan, bekerja adalah aktivitas yang paling sering menimbulkan stres. Ini wajar karena dalam seminggu, Anda menghabiskan setidaknya lima atau enam hari untuk bekerja.

Selama liburan, Anda bisa terkoneksi lebih leluasa dengan orang-orang yang Anda sayangi. Selain itu, liburan juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk memanjakan diri sendiri, alias menciptakan waktu yang berkualitas untuk diri sendiri.

2. Meredakan rasa cemas

Di samping mengurangi stres, liburan dan rekreasi juga memberi manfaat bagi kesehatan mental dengan mengurangi kecemasan. Sama seperti halnya stres, kecemasan juga membuat Anda berpikir dua kali dalam mengambil suatu keputusan. Namun, kecemasan juga tidak boleh berlebihan karena bisa membuat hidup seseorang jadi tidak tenang.

Nah, saat menjalani liburan, Anda akan menjadi lebih santai dan perasaan akan lebih tenang. Tidak seperti hari-hari biasanya yang penuh kesibukan, yang membuat Anda kadang terburu-buru atau tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu.

3. Meningkatkan produktivitas

Selama liburan, Anda bisa menghabiskan waktu dengan berbagai aktivitas yang disukai. Mungkin pergi ke pantai menikmati pemandangan dan berjemur di bawah sinar matahari pagi, naik ke gunung untuk merelaksasikan diri, atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang bisa menambah pengetahuan.

Kesemua aktivitas tersebut membuat otak Anda melupakan sejenak pekerjaan maupun tugas-tugas lain yang melelahkan.

Baca Juga: Jenis Cedera yang Umum Dialami Pemain Sepak Bola

4. Menimbulkan rasa kepuasaan dalam hidup

Manfaat liburan yang mungkin tidak Anda sadari adalah terciptanya rasa puas dalam hidup. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan, memang Anda dituntut untuk melakukan pekerjaan. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus terus-terus berkutat dengan pekerjaan tanpa kenal lelah.

Meluangkan waktu untuk berlibur juga perlu Anda lakukan. Liburan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dengan kebahagiaan Anda. Belum lagi, manfaat lainnya yang akan dapatkan membuat Anda jadi lebih puas dalam menjalani hidup ini.

5. Meningkatkan aktivitas fisik dan kesehatan tulang

Apakah Anda termasuk pekerja yang kesehariannya menghabiskan waktu di depan komputer atau laptop? Rutinitas ini tentu membuat Anda jadi kurang aktif bergerak. Selain olahraga, meningkatkan aktivitas fisik juga bisa dilakukan dengan berlibur. Selama liburan, Anda perlu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal ini memungkinkan Anda untuk berjalan lebih banyak dari biasanya.

6. Menurunkan risiko penyakit jantung

Perlu Anda ketahui bahwa stres berpengaruh pada kesehatan jantung. Berdasarkan situs American Heart Association, stres dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi, yang bisa menyebabkan aritmia atau memperburuk kondisi tersebut, dan membuatnya lebih sulit untuk dikelola.

Dengan mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan aktivitas fisik, risiko penyakit jantung dapat menurun. Ditambah dengan pola makan sehat yang tetap Anda terapkan selama berlibur, kesehatan jantung akan terkendali.

7. Meningkatkan kualitas hubungan

Padahal menghabiskan waktu lebih banyak dengan mereka, bisa mempererat hubungan satu sama lain. Nah, Anda bisa memanfaatkan liburan untuk meningkatkan komunikasi dengan mereka. Jika Anda lebih terkoneksi dengan orang-orang di sekitar, tentu Anda jadi merasa lebih baik.

Sumber: hellosehat.com

Share This

Bagaimana Cara Rabies Menyerang Manusia?

Bali Royal Hospital January 18, 2024 Artikel 0

Rabies merupakan penyakit yang dikenal dengan istilah lain yaitu anjing gila. Penyakit rabies memang bisa ditularkan dari anjing melalui gigitan, cakaran atau paparan langsung air liur anjing yang mengalami penyakit rabies. Meskipun dikenal sebagai penyakit anjing gila, nyatanya penyakit rabies dapat ditularkan oleh hewan lain seperti kucing, kera, musang, dan bahkan kelinci.

Pada manusia, virus rabies menyerang bagian otak dan sistem saraf. Virus rabies terdapat pada air liur hewan yang mengalami penyakit rabies. Penularannya bukan melalui kulit. Virus rabies tidak dapat masuk melalui kulit yang sehat. Manusia dapat tertular virus rabies ketika luka yang ada pada tubuh mengalami kontak langsung dengan air liur hewan yang alami rabies.

Tidak hanya luka yang terbuka, gigitan hewan atau cakaran hewan yang terkontaminasi dengan virus rabies juga menjadi cara penularan virus rabies dari hewan pada manusia. Virus rabies yang masuk dalam tubuh manusia, dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Virus rabies yang mencapai otak berkembang dengan pesat sehingga menyebabkan peradangan pada otak. Parahnya, penyebaran virus rabies lebih cepat ketika seseorang mengalami gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi rabies pada bagian leher atau kepala.

Ketahui Gejala Rabies pada Manusia

Seseorang yang mengalami rabies tidak langsung mengalami gejala-gejala penyakit rabies. Virus rabies bereaksi pada tubuh sekitar 4-12 minggu seseorang terpapar virus rabies. Namun, setelah masa inkubasi selesai, gejala lain yang mungkin dialami oleh seseorang yang terpapar virus rabies, seperti demam, lemas, mengalami kesemutan di beberapa bagian tubuh, sakit kepala, mengalami nyeri dan sakit yang cukup parah pada area bekas gigitan serta meningkatkan perasaan cemas.

Gejala awal dari penyakit rabies hampir mirip dengan penyakit flu. Jika kamu sudah mengalami gejala seperti kram otot, gangguan tidur, halusinasi, produksi air liur secara berlebihan, sesak napas, kesulitan menelan, dan hiperaktif, sebaiknya segera ditangani. Gejala ini menjadi tanda bahwa virus rabies sudah menyerang cukup parah. Kamu bisa melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat

Lakukan Pencegahan untuk Penularan Rabies

Penularan virus rabies dapat dicegah dengan beberapa cara, salah satunya adalah menjaga kesehatan hewan peliharaan kamu. Sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin pada hewan peliharaan dan lakukan vaksinasi pada hewan peliharaan agar hewan tidak mengalami penyakit rabies. Tidak hanya itu, kamu perlu menerima vaksin rabies sebelum melakukan kegiatan bersama hewan yang dapat meningkatkan risiko tertular rabies.

Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan yang menularkan penyakit rabies pada manusia. Tidak ada salahnya untuk ketahui tanda-tanda hewan yang mengalami kondisi rabies, seperti mulut yang selalu berbusa, mudah menyerang orang, terlihat takut, dan tidak nafsu makan agar dapat mencegah kontak langsung dengan hewan tersebut.

Share This
Link Enlarge

5 Tanda Janin Tidak Berkembang Dalam Kandungan

Bali Royal Hospital January 15, 2024 Artikel 0

Meski janin tidak berkembang dalam rahim, wanita yang mengalami blighted ovum akan merasakan tanda-tanda kehamilan umumnya. Ini termasuk tidak menstruasi atau haid yang terlambat dan bahkan memiliki hasil tes kehamilan yang positif.
Pasalnya, meski tak berkembang, cikal bakal embrio yang semula ada dalam rahim mengeluarkan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG).

Hormon kehamilan ini diproduksi sampai embrio akhirnya berhenti berkembang. Bukan cuma itu, gejala-gejala pada awal kehamilan juga mungkin akan dirasakan oleh wanita yang mengalami hamil kosong ini. Misalnya, payudara yang membengkak dan terasa lembut hingga mual dan muntah atau yang umum disebut dengan morning sickness.

Meski begitu, ada tanda-tanda lainnya yang umum muncul bila janin tidak berkembang di dalam kandungan. Tanda-tanda ini umumnya menyerupai dengan gejala yang dialami saat keguguran. Berikut adalah beberapa tanda dari janin yang tidak berkembang.

1. Kram perut

Kram perut saat hamil mungkin normal terjadi. Namun, kram perut pada awal kehamilan juga bisa menjadi tanda dari blighted ovum. Biasanya, rasa kram terjadi di area perut bagian bawah atau punggung bawah (pinggul). Rasa kramnya bisa bervariasi dari ringan, sedang, atau bahkan parah.

Beberapa wanita mungkin hanya merasakan kram atau nyeri seperti saat menstruasi atau bahkan sangat kuat seperti kontraksi persalinan.

2. Perdarahan atau bercak darah vagina

Janin yang tidak berkembang juga bisa menyebabkan perdarahan dari vagina, seperti halnya yang dialami wanita keguguran.
Darah yang keluar dari vagina bisa bervariasi. Beberapa di antara wanita mungkin hanya mengalami bercak darah coklat kemerahan dari vagina. Namun, beberapa wanita lainnya bisa mengalami perdarahan berat atau seperti ada gumpalan darah atau jaringan yang keluar dari vagina.

3. Kadar HCG menurun

Sejak diproduksi saat hamil, kadar hormon hCG meningkat dengan cepat hingga mencapai puncaknya pada sekitar usia 8—10 minggu kehamilan. Namun, ketika janin tidak berkembang, kadar hCG akan menurun atau tidak meningkat secara cepat seperti seharusnya. Nah, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa janin Anda tidak berkembang atau mungkin Anda sudah mengalami keguguran.

Baca Juga: Cara Mencegah Dehidrasi Saat Cuaca Panas Dan Aktivitas Padat

4. Tidak ada detak jantung bayi

Baby center menyebut, detak jantung bayi umumnya dapat dideteksi dengan USG transvaginal pada 3-4 minggu setelah pembuahan atau 5-6 minggu setelah hari pertama menstruasi Anda. Anda pun bisa mulai mendengar detak jantung bayi dengan menggunakan USG doppler mulai usia 12 minggu kehamilan. Namun, bila tak ada detak jantung bayi yang terdeteksi atau terdengar pada usia-usia di atas, ini bisa menjadi tanda bahwa janin Anda tidak berkembang.

5. Tidak ada embrio pada hasil USG

Tanda paling utama dari blighted ovum bisa terlihat pada hasil ultrasound atau USG kehamilan Anda. Pada hasil USG kehamilan yang normal, Anda dapat melihat kantung kehamilan atau kantung ketuban berisi embrio di dalamnya. Namun, bila janin tidak berkembang, hasil USG akan menunjukkan gambar kantung ketuban yang kosong tanpa embrio di dalamnya.

Sumber: alodokter.com

Share This
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top