Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
Link Enlarge

Jangan Panik, Lakukan Pertolongan Pertama Ini pada Korban Tenggelam

Bali Royal Hospital June 10, 2022 Artikel 0

Tenggelam merupakan salah satu kecelakaan yang berisiko besar menyebabkan kematian. Pasalnya, korban tenggelam umumnya kesulitan untuk meminta pertolongan sehingga kurang menarik perhatian orang di sekitar. Sementara saat tidak segera memperoleh bantuan, korban bisa semakin kesulitan bernapas di dalam air. Oleh karena itu, penting bagi Anda mewaspadai dan cepat tanggap melakukan pertolongan pertama pada korban tenggelam.

Pertolongan Pertama pada Korban Tenggelam

Melakukan olahraga air seperti berenang, berselancar, menyelam, atau snorkeling memang menyenangkan. Akan tetapi, siapa pun bisa berisiko tenggelam saat melakukan aktivitas di air. Orang yang bisa berenang pun bisa tenggelam apabila teknik berenang yang dilakukannya kurang tepat. Tenggelam bisa membahayakan nyawa karena air bisa masuk dari hidung dan mulut ke dalam paru-paru sehingga menghalangi jalan pernapasan.

Saat air memenuhi saluran napas, besar kemungkinan untuk korban mengalami gagal napas hingga kehilangan kesadaran. Jika pertolongan terlambat, tentunya bisa berdampak fatal. Namun, Anda juga perlu berhati-hati dalam menolong orang yang tenggelam. Ketika menolong orang yang tenggelam, pertolongan pertama juga harus tetap memerhatikan keselamatan diri Anda sendiri.

Agar aman, ikutilah langkah pertolongan pertama pada korban tenggelam seperti berikut ini.

1. Mencari bantuan

Jika Anda mengetahui ada orang yang tenggelam, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah berteriak untuk menarik perhatian orang-orang di sekitar
Sekalipun Anda bisa berenang, sebaiknya Anda tidak langsung masuk ke air untuk melakukan pertolongan pertama pada korban tenggelam.

Selama menunggu bantuan dan keadaan cukup aman, cobalah untuk menarik korban ke darat menggunakan tongkat panjang, tali, ban renang, atau benda terdekat.

Anda juga bisa berusaha meraih korban dengan tangan apabila memang memungkinkan. Selama mencoba menarik korban ke luar dari air, berusahalah untuk tidak panik dan tenangkanlah korban.

2. Mengangkat korban keluar dari air

Menurut International Federation of Red Cross, cara menolong orang yang tenggelam dengan berenang sebenarnya hanya aman dilakukan oleh tenaga terlatih atau orang dengan kemampuan berenang yang sangat baik.

Jika keadaan mengharuskan Anda untuk berenang mendekat, pastikan Anda benar-benar bisa berenang dan memiliki tenaga yang cukup kuat mengangkat korban kembali ke daratan. Satu hal yang juga penting, Anda sebaiknya juga membawa perlengkapan berenang yang memadai seperti pelampung atau tali.

Pastikan juga ada orang lain yang siap membantu Anda membawa korban ke darat. Saat berenang untuk menolong orang tenggelam, dekati korban dari sisi belakang dengan tenang. Pegang kuat tubuhnya dengan menyangga bagian bawah leher korban agar berada di atas permukaan air selama Anda menariknya ke darat.

Ketika menarik korban keluar dari air, tetap sangga leher dan kepalanya untuk mewaspadai adanya cedera leher dan kepala.

3. Cek pernapasan korban

Saat berhasil menolong korban tenggelam keluar dari air, segera baringkan korban di tempat aman dan datar dalam posisi telentang. Lepas pakaian basah dan sesegera mungkin tutupi korban dengan baju, handuk, atau selimut hangat.

Setelah itu, angkat sedikit kepalanya ke atas. Namun, jika Anda mencurigai adanya cedera leher atau kepala, hindari untuk mengangkat kepalanya, tetapi buka sedikit rahangnya.

Coba cek pernapasannya dengan mendekatkan telinga Anda ke mulut dan hidung korban untuk merasakan adanya embusan udara. Perhatikan pula apakah dadanya bergerak naik turun untuk menandakan korban masih bernapas. Jika korban tidak bernapas, cek nadinya selama 10 detik.

Berikan korban tenggelam 5 kali napas buatan dengan cara di bawah ini.

  • Jepit hidung orang tersebut dan tempatkan bibir Anda yang dalam posisi terkatup di atas mulutnya.
  • Ambil napas seperti biasa dan tiupkan udara secara perlahan (1-2 detik tiap kalinya) ke dalam mulutnya.
  • Jika mengatasi korban anak di bawah satu tahun, cukup katupkan bibir dan hembuskan napas buatan tanpa perlu menjepit hidungnya.

Sebelum mulai memberikan napas buatan selanjutnya, perhatikan apakah dada korban naik-turun. Jika korban muntah, miringkan kepalanya untuk mencegah ia tidak tersedak.

4. Lakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan tangan

Jika saat diangkat ke daratan, orang tersebut sudah tidak responsif dan tidak bernapas, segera mulai tindakan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau resusitasi jantung paru. Pemberian CPR sebenarnya bisa dilakukan dengan langsung memberikan tekanan pada dada tanpa terlebih dahulu memberikan napas buatan.

Melansir Saint John Ambulance, ini adalah cara CPR untuk menolong orang tenggelam berusia dewasa dan anak-anak di atas 1 tahun.

  • Tempatkan bagian bawah pergelangan salah satu tangan Anda di tengah dada korban, dan tempatkan tangan satu lagi di atasnya.
  • Tekan tangan ke bawah sekitar 5 cm. Pastikan untuk tidak menekan tulang rusuk.
  • Lakukan 30 kali kompresi dada, dengan laju 100 kali kompresi per menit atau lebih.
  • Biarkan dada untuk naik sepenuhnya sebelum kembali memberikan tekanan.
  • Periksa apakah korban mulai bereaksi atau bernapas.

Sementara itu, berikut ini adalah cara CPR untuk menolong orang tenggelam berusia anak-anak di bawah 1 tahun.

  • Tempatkan dua jari pada tulang dada.
  • Tekan ke bawah sedalam 1 – 2 sentimeter (cm). Pastikan untuk tidak menekan ujung tulang dada.
  • Lakukan 30 kali kompresi dada dengan laju 100 kali kompresi per menit atau lebih.
  • Biarkan dada untuk naik seutuhnya di antara tekanan.
  • Periksa apakah korban mulai bernapas.

Jika korban masih tidak bernapas, lakukan dua kali napas buatan pendek dan dilanjutkan dengan 30 kali kompresi dada.

Ulangi terus siklus ini sampai orang tersebut mulai bernapas atau bantuan medis datang.

Setelah mendapatkan CPR, korban harus secepatnya mendapatkan bantuan medis lanjutan untuk memeriksa adanya komplikasi atau kerusakan organ.

Catatan: instruksi di atas tidak dimaksudkan sebagai pengganti pelatihan CPR. Pelatihan CPR resmi bisa Anda dapatkan melalui Palang Merah Indonesia atau institusi pelayanan kesehatan lain.

5. Hangatkan tubuh korban

Saat korban sadar dan kondisi memungkinkan, angkat tubuhnya ke tempat kering dan hangat untuk beristirahat.

Namun, jangan langsung membasuh korban dengan air hangat atau memijat kaki jika ia menggigil.

Cukup jaga tubuhnya tetap hangat dan kering dengan menambahkan selimut atau baju hangat.

Selalu temani dan periksa tanda-tanda vital seperti denyut nadi serta pernapasan dan seberapa baik respons korban tenggelam sampai bantuan medis datang Hal yang terpenting saat melakukan pertolongan pertama pada korban tenggelam adalah menjaga diri agar tetap tenang. Jangan sampai Anda juga ikut celaka saat menolong korban tenggelam.

Dengan begitu, Anda bisa berpikir jernih mencari bantuan di sekeliling Anda, baik menggunakan alat bantu atau meminta bantuan petugas yang terlatih.

Share This
Link Enlarge

Tips untuk mengendalikan ngidam yang tidak sehat

Bali Royal Hospital June 8, 2022 Artikel 0

Keinginan untuk makan makanan dan minuman tertentu saat hamil memang tidak bisa diprediksi dan direncanakan.

Meski begitu, Anda tetap dapat mengendalikan ngidam yang muncul dengan berbagai cara berikut ini:

  • Makan makanan yang diperbolehkan untuk ibu hamil di waktu dan porsi yang tepat guna mencegah timbulnya rasa lapar tiba-tiba.
  • Hindari belanja atau membeli makanan saat sedang lapar.
  • Simpan persediaan camilan sehat atau camilan yang diperbolehkan untuk ibu hamil.
  • Ibu hamil bisa pilih makanan dengan indeks glikemik rendah agar merasa kenyang lebih lama, contohnya roti gandum, kacang panggang, buah untuk ibu hamil, dan lain sebagainya.
  • Ibu hamil memang perlu memenuhi kebutuhan gizi hariannya dengan mengonsumsi aneka makanan dan minuman.

Namun, tetap pastikan apa yang Anda makan memberi manfaat yang baik untuk diri sendiri maupun bayi yang sedang tumbuh di dalam kandungan.

Sumber:

https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/kapan-ngidam-saat-hamil-terjadi/

Share This
Link Enlarge

Kenapa Ibu Hamil Bisa Ngidam?

Bali Royal Hospital June 6, 2022 Artikel 0

Hampir semua ibu merasakan ngidam saat hamil. Ngidam bisa dimulai dari ingin makan buah masam sampai makanan yang bahkan sebelumnya kurang begitu disukai. Fenomena ini pasti membuat para calon ibu jadi manja pada suami karena keinginannya makan makanan tertentu harus dituruti.

Apa itu ngidam?

Kata “ngidam” banyak dipakai untuk menggambarkan keinginan seseorang mengenai sesuatu hal, entah makanan, benda, kegiatan, dan lainnya.

Namun, ngidam biasanya lebih diperuntukkan bagi para ibu yang sedang hamil. Ini karena di masa kehamilan umumnya keinginan para ibu hamil seperti harus dituruti.

Umumnya, ibu yang sedang hamil sering dilanda rasa ingin yang besar untuk makan makanan tertentu atau biasa disebut dengan food craving.

Jadi, ngidam adalah istilah untuk menggambarkan kondisi ibu hamil yang menginginkan makanan atau minuman tertentu.

Kadang kala, ibu hamil bisa ingin sekali makan makanan manis seperti kue, cokelat, dan buah-buahan yang rasanya manis.

Akan tetapi, di lain waktu juga muncul keinginan ibu hamil untuk makan makanan asam seperti mangga muda.

Bahkan, Anda juga mungkin merasa ingin sekali makan kombinasi makanan yang tidak biasa maupun makanan yang sebenarnya kurang begitu Anda sukai.

Jika keinginan ibu hamil tidak dituruti katanya bisa membuat bayi sering ngeces setelah lahir. Padahal, mitos ngidam tersebut tidak terbukti kebenarannya.

Apa penyebab ngidam pada ibu hamil?

Alasan kenapa ibu hamil suka ngidam tidak diketahui secara pasti. Meski begitu, ada beberapa hal yang diduga jadi penyebab ngidam saat hamil, yakni:

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan diyakini sebagai salah satu faktor penyebab ngidam pada ibu hamil. Perubahan hormon tersebut kemudian memengaruhi reseptor lidah sehingga memicu timbulnya keinginan ibu hamil untuk makan makanan tertentu.

Kadar hormon yang berubah ini juga menjadi penyebab mengapa ibu hamil tiba-tiba bisa menginginkan makanan tertentu padahal sebelumnya tidak begitu suka. Sebaliknya, ibu hamil juga bisa tidak ingin makan, mencium aroma, bahkan melihat makanan tertentu meski sebelumnya tidak ada masalah dengan makanan tersebut.

2. Indra perasa lebih peka

Selain perubahan hormonal, tubuh ibu hamil juga bekerja ekstra untuk memproduksi lebih banyak darah sehingga kemungkinan juga berpengaruh pada ngidam saat hamil. Indra perasa yang lebih peka juga menjadi alasan lain kenapa ibu hamil suka ngidam. Hal ini membuat ibu hamil berpikir ada jenis makanan tertentu yang lebih enak disantap ketimbang makanan lainnya.

3. Kekurangan nutrisi tertentu

Menariknya, munculnya keinginan untuk makan jenis makanan yang tidak biasa dapat menandakan bahwa tubuh Anda kekurangan nutrisi tertentu saat hamil. Ya, keinginan ibu hamil untuk makan sesuatu yang rasanya asam, manis, asin, dan pahit kemungkinan menandakan tubuh membutuhkan tambahan kalori, vitamin, natrium, dan nutrisi lainnya dalam makanan.

Fenomena ini mungkin pernah Anda lihat atau bahkan rasakan sendiri, misalnya saat ibu hamil sangat ingin makan buah-buahan yang rasanya asam. Dalam kondisi lainnya, keinginan ibu hamil yang tidak biasa ini diduga ada kaitannya dengan kekurangan zat besi, vitamin C, kalsium untuk ibu hamil, dan lainnya.

Itu sebabnya, ngidam adalah upaya tubuh ibu hamil untuk mendapatkan asupan vitamin maupun mineral yang hilang melalui mengonsumsi makanan ataupun minuman apapun.

Kapan ngidam saat hamil ini terjadi?

Melansir dari laman Intermountain Healthcare, rata-rata ibu hamil mulai merasakan ingin mengonsumsi makanan dan minuman tidak biasa yakni sejak awal trimester pertama. Ya, biasanya ngidam muncul saat Ibu sedang hamil muda. Fantasi terhadap makanan tertentu ini dapat memuncak ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua.

Untungnya, kondisi ini akan mulai membaik setelah kehamilan memasuki trimester ketiga. Akan tetapi, pada intinya, ngidam bisa terjadi kapan saja selama masa kehamilan. Jadi, ibu hamil tidak perlu khawatir karena kondisi ini hanya akan terjadi selama masa kehamilan saja.

Apakah ngidam harus selalu dituruti?

Meski hamil membuat kebutuhan nutrisi meningkat, bukan berarti ibu hamil dapat makan apa saja tanpa aturan. Sebaliknya, ibu hamil justru harus ekstra hati-hati untuk mengelola nafsu makan dan membatasi porsi makanan tertentu. Pasalnya, mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan tentu tidak baik bagi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Berat badan dan tekanan darah bisa naik jika ibu hamil menuruti keinginan untuk makan makanan manis atau asin tanpa aturan. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes gestasional dan juga hipertensi dalam kehamilan.

Pregnancy Birth and Baby memperbolehkan menurutui keinginan makan ibu hamil ini selama ibu tetap makan makanan yang dianjurkan untuk ibu hamil. Bahkan, lebih baik lagi bila menuruti keinginan makan buah, sayur, dan makanan sehat lainnya karena dapat membantu memenuhi nutrisi ibu hamil. Ibu juga bisa makan makanan penghilang muat saat hamil, makanan ibu hamil agar bayi cerdas, hingga makanan pengganti nasi untuk ibu hamil.

Namun, khusus untuk produk susu, ibu hamil bisa memilih susu yang dipasteurisasi untuk mencegah terjadinya keracunan. Perhatikan agar sebaiknya ibu hamil menghindari makan makanan yang dilarang untuk ibu hamil, seperti sushi, ikan mentah, daging setengah matang, telur setengah matang, dan lainnya. Sementara untuk cokelat, es krim, atau kentang goreng boleh saja dikonsumsi tetapi porsinya harus dibatasi.

Adakah ngidam yang tidak boleh dituruti saat hamil?

Bila keinginan ngidam ibu yang sedang hamil muda hingga hamil tua ini masih masuk akal, sebenarnya tidak masalah untuk menurutinya. Hanya saja, yang perlu diwaspadai adalah saat ibu hamil ngidam sesuatu yang bukan makanan ataupun minuman. Kondisi ini disebut juga dengan pica craving yakni keinginan untuk makan hal-hal yang tidak wajar seperti sabun, pasta gigi, alkohol, obat-obatan tertentu, dan lainnya.

Ini tentu dilarang karena selain tidak mengandung zat gizi, hal-hal tersebut berpotensi menyebabkan keracunan dan menimbulkan bahaya lain bagi ibu hamil maupun bayinya.

Bila kondisi ini terjadi pada Anda maupun orang terdekat, sebaiknya segera periksa lebih lanjut ke dokter.

Share This
Hal yang Wajib Anda Tahu Sebelum Melahirkan Pertama Kali
Link Enlarge

5 Hal yang Wajib Anda Tahu Sebelum Melahirkan Pertama Kali

Bali Royal Hospital June 4, 2022 Artikel 0

Setelah sembilan bulan kehamilan, kini Anda tinggal selangkah lagi untuk akhirnya dapat bertemu dengan malaikat kecil Anda. Terlebih lagi jika Anda saat ini sedang hamil dengan anak pertama, Anda mungkin merasa gugup tentang persalinan dan melahirkan pertama kali.

Kami telah membuat daftar pertanyaan yang Anda miliki tentang persalinan, dan memberikan jawaban yang akan memudahkan kekhawatiran Anda.

Apakah saya akan sadar saat air ketuban saya pecah?

Anda mungkin tidak akan sadar bahwa air ketuban Anda sudah pecah dan terbangun kaget menemukan bekas ompolan di seprai Anda, jika ini terjadi di malam hari. Jika pecah di siang hari, Anda mungkin mengira Anda baru saja kencing di celana — kebocoran urin di penghujung kehamilan termasuk normal akibat kepala bayi yang menindih kandung kemih Anda — tapi kebanyakan wanita akan bisa cepat menyadari bahwa itu bukan urin. Sensasi dan bau air ketuban berbeda dari urin. Kadang, air ketuban bisa sedikit menyembur, yang membuat Anda harus cepat-cepat ganti pakaian, tapi kemudian bisa tidak keluar lagi akibat posisi kepala bayi yang memblokir bukaan rahim sehingga cairan hanya akan keluar lagi jika anda berganti posisi. Kadang, air ketuban pecah hanya menetes pelan.

Air ketuban pecah menandakan Anda siap melahirkan, namun Anda tidak perlu panik terburu-buru ke rumah sakit. Pada umumnya, ketuban akan pecah selama persalinan, bukan di awal. Yang harus Anda lakukan jika air ketuban pecah duluan adalah menelepon dokter Anda. Ini artinya Anda akan siap melahirkan dalam 1-2 hari ke depan. Jika air ketuban Anda pecah sebelum kontraksi dimulai, bahwa kebanyakan wanita akan mulai melahirkan dalam 24 jam.

Apa tandanya kalau ini sudah waktunya melahirkan?

Banyak tanda-tanda yang memberi Anda isyarat bahwa persalinan sudah dekat, seperti keluarnya lendir-darah (mucous plug), bayi turun atau “merosot jatuh”, dan perasaan kram yang disertai gejala umum flu; tapi pada umumnya Anda akan bertumpu pada durasi kontraksi yang menjadi lebih lama, lebih kuat, dan lebih dekat dalam satu waktu. Kontraksi adalah pengetatan otot rahim dan dapat berlangsung dari sekitar 45-90 detik di akhir persalinan. Perut Anda menjadi sangat keras selama kontraksi dan kemudian melembut lagi. Pada awalnya kontraksi tidak terasa sakit tapi akan jadi sangat kuat seiring kemajuan persalinan.

Banyak wanita mendapatkan kontraksi “palsu”. Kontraksi palsu ini tidak membuka leher rahim dan tidak membuat Anda segera melahirkan. Perbedaan antara kontraksi palsu, alias kontraksi Braxton-Hicks, dan kontraksi tanda persalinan nyata adalah bahwa kontraksi persalinan tidak akan menghilang ketika Anda mengubah posisi atau minum air, dan durasinya menjadi lebih lama, lebih kuat, dan lebih sering. Sering kali wanita mulai menyadari sebenarnya waktu persalinan telah dimulai ketika kontraksi berada di sekitar 5 atau 6 menit terpisah dan terasa cukup menyakitkan sehingga Anda harus menghentikan apa yang sedang Anda lakukan saat itu.

Wanita diberikan isyarat yang cukup banyak untuk membantu mereka menyadari bahwa mereka akan bersalin dalam waktu dekat. Bicarakan dengan bidan atau dokter tentang tanda-tanda persalinan dan situasi apa saja yang mengharuskan Anda menelepon atau segera pergi ke rumah sakit.

Kapan harus segera ke rumah sakit?

Untuk Anda yang akan melahirkan pertama kalinya, dan dengan ketiadaan asistensi petugas medis, disarankan untuk segera ke rumah sakit saat jarak antar kontraksi sekitar 3-4 menit, selama 1 menit setiap kalinya, dan polanya menetap selama satu jam (4-1-1).

Anda akan berhubungan dengan dokter atau bidan sebelum waktu itu sehingga Anda tidak akan melakukan hal apapun yang sembrono untuk membiarkan Anda melahirkan di rumah. Jika Anda lebih memilih untuk meminimalisir intervensi, tetap di rumah selama tahap persalinan awal sangat bermanfaat. Dokter dan staf rumah sakit hanya akan mengutus Anda dan pasangan kembali ke rumah untuk menunggu jika datang terlalu cepat. Banyak pasangan yang khawatir apakah mereka akan sampai ke rumah sakit tepat waktu, tapi Anda tidak perlu cemas jika Anda mengikuti panduan 4-1-1 di atas.

Persalinan pertama rata-rata terjadi dalam waktu 24 jam — bayi yang lahir di taksi jarang terjadi pada ibu yang baru melahirkan pertama kali. Bicaralah dengan dokter atau bidan tentang kapan harus berangkat dan apa yang bisa dilakukan di rumah sebelum Anda benar-benar pergi sehingga Anda tidak perlu lagi terlalu cemas.

Apakah tidak lebih baik untuk melahirkan di rumah saja?

Ibu yang memilih untuk melahirkan pertama kalinya di rumah membawa risiko bayi lahir mati (stillbirth) atau bayi mati mendadak (SIDS) yang lebih tinggi daripada yang memilih untuk melahirkan di rumah sakit/klinik persalinan, dilansir dari The Guardian. Lebih lanjut, 45% persalinan di rumah yang direncanakan berakhir dengan intervensi medis yang mengharuskan ibu dipindahkan ke rumah sakit selama persalinan.

Apakah saya bisa pakai obat bius selama melahirkan?

Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa melahirkan itu sangat menyakitkan, dan setiap ibu berbeda dalam bagaimana dia mengalami hal itu. Alih-alih diteror rasa sakit, pikirkan kemungkinan pilihan Anda untuk mengatasinya. Beberapa ibu langsung tahu bahwa mereka akan memilih epidural atau jenis lain dari obat penghilang rasa sakit. Beberapa memilih menunggu dan mengambil tindakan begitu diperlukan, sementara yang lain ingin mengalami melahirkan alami tanpa obat nyeri.

Profesional kesehatan menyatakan keberatan akan penggunaan epidural (suntikan ke dura mater sumsum tulang belakang, memberikan sensasi kebas seluruhnya di bawah pinggang), karena melahirkan normal yang ideal menurut mereka adalah persalinan tanpa intervensi. Intervensi medis lebih mungkin terjadi begitu Anda sudah di bangsal persalinan. Banyak dokter kandungan dan wanita akan berpendapat bahwa cara beradaptasi terhadap nyeri adalah pilihan pribadi, dan bahkan jika pilihan itu meningkatkan risiko jenis lain dari intervensi medis, keputusan itu tidak akan disesali (jika alternatifnya adalah penderitaan).

Pada akhirnya, keputusan bagaimana Anda memilih untuk mengatasi nyeri persalinan sepenuhnya di tangan Anda sebagai orang yang menjalani semua proses tersebut.

Kapan saya harus mulai mengejan?

Menurut Journal of Midwifery & Women’s Health, dilansir dari Health Line, begitu leher rahim Anda terbuka lebar (sekitar 10 cm) dokter atau bidan akan mulai menginstruksikan Anda untuk mengejan. Jika Anda belum/tidak menerima obat penahan nyeri, keinginan untuk mengejan akan terasa sangat kuat. Bagi kebanyakan wanita, rasanya lebih baik untuk mengejan daripada menundanya. Mengejan dilakukan secara naluriah dan sekeras yang Anda rasa perlu.

Jika Anda mendapatkan epidural, Anda tidak akan mengalami rasa sakit, namun Anda akan merasakan tekanan. Koordinasi otot Anda akan jadi sedikit lebih sulit diajak kerja sama untuk mengejan secara efektif sehingga mungkin Anda harus mengandalkan panduan perawat, bidan, atau dokter untuk mulai mendorong. Kebanyakan wanita dengan epidural bisa mengejan dengan sangat efektif dan tidak akan memerlukan bantuan forceps atau vacuum extractor untuk melahirkan bayinya. Jika Anda sangat mati rasa, kadang-kadang perawat atau dokter akan menyarankan Anda untuk beristirahat sejenak sementara rahim terus mengejan bayi ke bawah. Setelah beberapa saat, efek epidural akan berkurang, Anda akan merasa lebih mampu untuk mengejan, bayi akan merosot lebih ke bawah menuju jalan lahir, dan persalinan dapat melanjutkan.

Untuk mengejan secara efektif, Anda akan perlu untuk mengambil napas dalam-dalam dan menahannya di paru-paru, menempatkan dagu pada dada Anda, dan tarik kaki Anda ke arah dada Anda saat mengejan. Petunjuk yang sama berlaku jika Anda melahirkan dengan posisi jongkok. Anda menggunakan otot yang sama untuk mendorong bayi keluar seperti untuk mengejan buang air besar. Otot-otot tertentu yang sangat kuat dan efektif dalam membantu melahirkan bayi. Jika otot ini tidak digunakan, proses persalinan dapat berjalan jauh lebih lama dari biasanya. Cek di sini untuk memahami lebih jelasnya mengenai tahapan persalinan normal.

Bagaimana jika saya buang air besar selama bersalin?

Wajar jika Anda tidak sengaja buang air besar selama bersalin. Tidak perlu malu, karena dokter dan staf kebidanan sudah terbiasa dengan ini — dan juga menjadi bagian dari tugas mereka untuk membersihkannya selama prosedur.

Ketika Anda mendorong bayi keluar, ada kesempatan besar bahwa hal-hal lain akan keluar mengikuti. Biasanya tidak banyak — ibu hamil sering mengalami kebelet BAB pada akhir kehamilan dan cenderung bolak-balik ke kamar mandi selama persalinan awal. Jika Anda tidak mendapatkan epidural, insting untuk mengejan pertama kali akan sangat mirip dengan perasaan kebelet BAB di saat genting. Beberapa wanita bisa tidak merasakan keinginan untuk mengejan, tetapi jika Anda merasakannya, lakukanlah. Kemungkinan terbesar, perasaan kebelet itu adalah hasrat Anda untuk segera mengeluarkan si jabang bayi — bukan yang lain.

Bagaimana jika saya ingin menjalani operasi caesar?

Secara klinis, hampir semua orang mencoba untuk membujuk ibu menghindari operasi caesar alias C-section karena tingginya risiko dan waktu pemulihan lebih lama. Operasi caesar juga sering dilakukan dalam proses melahirkan jika sang ibu merasa takut, dan tenaga profesional seharusnya mengambil jalan untuk meredakan kecemasan pasiennya daripada memenuhi tuntutannya. Tapi di sisi lain, seseorang sering menginginkan hal tertentu karena alasan tertentu. Hal ini, sekali lagi, adalah pilihan pribadi Anda sebagai orang yang menjalani proses tersebut. Cari tahu apa yang terjadi selama proses melahirkan caesar di sini.

Kapan saya boleh mulai menyusui bayi saya?

Setelah dokter/bidan Anda selesai mengecek status keseluruhan bayi Anda (uji Apgar, memotong ari-ari, mengambil ambil sampel darah) — bisa dilakukan sambil Anda mendekapnya — Anda boleh mulai menyusui sesegera mungkin.

Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa bayi yang sehat agar “ditempatkan dan tetap dalam kontak kulit-ke-kulit dengan ibu mereka segera setelah melahirkan sampai menyusui pertama berhasil dilakukan.” Tidak perlu panik jika bayi Anda tampaknya kesulitan menemukan atau menetap di puting Anda tepat setelah lahir — ia mungkin hanya menjilat puting Anda pada awalnya. Kebanyakan bayi akhirnya akan mulai menyusu dalam kurang lebih satu jam, saat diberi kesempatan.

Jangan malu meminta pengasuh atau perawat untuk membantu Anda memulai menyusui ketika Anda masih di ruangan persalinan (atau kamar pemulihan, jika Anda menjalani caesar). Kemudian, ketika Anda dipindahkan ke unit postpartum, mungkin ada konsultan laktasi yang tersedia untuk pembinaan menyusui. Anda harus terlebih dulu mengetahui sumber daya yang tersedia di fasilitas kesehatan tempat Anda menetap. Pastikan untuk meminta semua bantuan yang Anda butuhkan.

Sumber:

https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/persiapan/pertanyaan-seputar-melahirkan-pertama-kali/

Share This
Link Enlarge

Ingin Menentukan Jenis Kelamin Bayi Anda?

Bali Royal Hospital June 2, 2022 Artikel 0

Memiliki anak merupakan impian dari banyak pasangan suami-istri. Untuk beberapa pasangan, memiliki anak laki-laki atau perempuan bukan menjadi masalah. Namun, ada pula pasangan yang ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu.

Ada berbagai alasan yang menyebabkan orang tua menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu, mulai dari preferensi masing-masing, sosial budaya, hingga masalah finansial (misalnya, anak laki-laki untuk meneruskan usaha keluarga).

Alasan kesehatan, seperti adanya kelainan genetik yang bisa diturunkan orangtua kepada anak dengan jenis kelamin tertentu, juga bisa menjadi alasan serius bagi pasangan untuk bisa menentukan jenis kelamin anak mereka.

Bagaimana jenis kelamin bayi ditentukan?

Jenis kelamin manusia ditentukan berdasarkan komposisi kromosom seks ketika terjadi pembuahan. Manusia memiliki 23 pasang kromosom, di mana satu pasang diantaranya adalah kromosom seks. Kromosom seks pada laki-laki terdiri dari X dan Y, sedangkan pada perempuan terdiri dari X dan X.

Ovum atau sel telur pada wanita selalu memiliki kromosom X, sedangkan sperma pada pria bisa memiliki kromosom X maupun Y. Ketika sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi pembuahan, sperma yang nanti akan menentukan apakah janin memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan.

Sperma dengan kromosom Y akan menghasilkan anak laki-laki, sedangkan sperma dengan kromosom X akan menghasilkan anak perempuan. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk membantu Anda menentukan jenis kelamin janin di dalam rahim. Anda bisa memilih antara cara alami atau dengan teknologi.

Cara alami yang paling sering dilakukan adalah dengan menggunakan metode Shettles. Sementara, dengan teknologi, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan seperti inseminasi buatan atau bayi tabung.

Menentukan jenis kelamin bayi dengan metode Shettles

Melansir dari The Embryo Project Encyclopedia, metode Shettles dikembangkan oleh dr. Landrum B. Shettles yang dituangkannya dalam sebuah buku berjudul Your Baby’s Sex: Now You Can Choose.

Berikut ini adalah cara yang dapat diterapkan dalam metode Shettles untuk masing-masing jenis kelamin.

1. Jenis kelamin laki-laki

Sperma pembawa kromosom laki-laki ukurannya lebih kecil, pergerakannya lebih cepat, tetapi memiliki usia yang lebih singkat dibanding sperma pembawa kromosom perempuan.

Berkat sifat tersebut, Shettles berpendapat bahwa waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual jika ingin memiliki anak laki-laki adalah ketika sudah tiba waktu pelepasan sel telur (ovulasi) hingga 2-3 hari setelahnya. Dengan begitu, sperma laki-laki akan lebih cepat membuahi sel telur, dibandingkan sperma perempuan.

2. Jenis kelamin perempuan

Berbeda dari sperma laki-laki, sperma perempuan memiliki usia yang lebih panjang dibandingkan dengan sperma laki-laki, tetapi pergerakannya lebih lambat.

Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual adalah beberapa hari sebelum dan setelah terjadinya ovulasi. Artinya, Anda bisa langsung melakukan hubungan seksual setelah periode menstruasi selesai. Tujuannya agar hanya sperma perempuan yang berusia lebih panjang yang akan membuah sel telur.

Dilaporkan bahwa metode Shettles memiliki efektivitas hingga 75%. Jadi, perlu diingat bahwa masih ada 25% kemungkinan bahwa jenis kelamin anak Anda akan berbeda dengan yang Anda inginkan. Selain itu, ada juga beberapa penelitian lain yang membantah metode Shettles. Meski begitu, tidak ada salahnya jika Anda ingin mencoba metode ini membantu memengaruhi jenis kelamin janin yang akan dikandung.

Menentukan jenis kelamin bayi dengan inseminasi buatan dan bayi tabung

Inseminasi buatan dan bayi tabung merupakan metode yang paling akurat untuk membantu Anda menentukan jenis kelamin anak. Namun, perlu diingat bahwa keduanya memerlukan biaya yang cukup besar dan mengharuskan Anda untuk mengonsumsi obat tertentu. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya.

1. Inseminasi buatan

Untuk melakukan inseminasi buatan, sperma akan ditempatkan lebih dekat dengan lokasi tempat terjadinya pembuahan (pertemuan antara sperma dengan ovum).

Metode inseminasi buatan yang sering dilakukan adalah inseminasi intrauterin. Dengan menggunakan alat khusus berbentuk tabung kecil, dokter akan memasukkan sperma langsung ke dalam rahim.

2. Bayi tabung

Berbeda dengan inseminasi buatan, pembuahan pada metode bayi tabung terjadi di luar rahim. Dokter akan meminta Anda untuk mengonsumsi obat pemicu kesuburan agar Anda menghasilkan lebih dari satu sel telur. Sel telur yang dihasilkan akan diambil dan dipertemukan dengan sperma di dalam sebuah cawan petri.

Setelah 3-5 hari, hasil pembuahan yang sekarang telah menjadi embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Biasanya, jika usia Anda di bawah 35 tahun dan dalam kondisi sehat, jumlah embrio yang akan ditanam tidak lebih dari dua.

Kedua metode tersebut terlihat berbeda, tetapi ada satu tahapan yang sama, yaitu memilih jenis kelamin sperma yang diinginkan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah metode swim up.

Dengan metode ini, sperma laki-laki akan diambil, diletakkan dalam sebuah tabung yang berisi nutrisi untuk sperma, dan kemudian disentrifuse. Setelah itu, akan terjadi pemisahan antara cairan semen, yaitu sperma yang abnormal dan mati dengan sperma yang normal dan sehat.

Dari lapisan sperma yang normal, sperma laki-laki akan lebih cepat berenang ke arah permukaan dibandingkan dengan sperma perempuan. Maka dari itu, jika Anda menginginkan anak laki-laki, sperma inilah yang akan diambil untuk dibuahi dengan sel telur.

Jika Anda tertarik untuk melakukan metode bayi tabung atau inseminasi buatan, Anda bisa menghubungi dokter spesialis kandungan, terutama yang bergerak di bidang fertilitas. Jika Anda sedang merencanakan kehamilan, para ahli menyarankan untuk berhubungan seks setiap hari hingga beberapa hari sekali, terutama di sekitar waktu ovulasi.

Konsultasikan dengan dokter Anda jika upaya Anda belum berhasil setelah satu tahun atau lebih cepat jika Anda berusia di atas 35 tahun.

Sumber: 

https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/program-hamil/menentukan-jenis-kelamin-anak-bayi/

Share This
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top