Bali Royal Hospital
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English
  • Layanan
    • Layanan Medis
      • Layanan 24 Jam
      • Layanan Penunjang Medis
      • Layanan Rawat Jalan
      • Fasilitas Penunjang
      • Layanan Rawat Inap
    • Layanan Unggulan
      • Royal Sport Therapy
    • Layanan Khusus
      • Royal Orthopaedi Services
      • Royal Beauty Clinic
      • Laser Urology & ESWL
      • Hemodialisa
      • Dry Needling
    • International Services
  • Royal Wellness ✨
  • Dokter Spesialis
  • Tarif Kamar Rawat Inap
  • MCU
  • Info
    • Profil RS
    • BROS Mobile
    • Artikel
    • Video
    • Kegiatan & Berita
    • Karir
    • Asuransi Mitra
  • Language: Indonesia
    • Indonesia Indonesia
    • English English

Rehabilitasi Cedera ACL: Proses dan Harapan

Bali Royal Hospital November 27, 2024 Artikel 0

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah salah satu cedera lutut yang cukup sering terjadi, terutama pada atlet. Ligamen ACL berfungsi untuk menstabilkan lutut, dan ketika robek, dapat menyebabkan ketidakstabilan yang signifikan. Rehabilitasi setelah cedera ACL sangat penting untuk mengembalikan fungsi lutut dan memungkinkan individu untuk kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Proses Rehabilitasi Cedera ACL

Proses rehabilitasi cedera ACL umumnya melalui beberapa tahap, dan durasi setiap tahap dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera, usia, dan kondisi fisik individu. Berikut adalah gambaran umum tahapan rehabilitasi:

  1. Tahap Akut:

    • Tujuan: Mengurangi rasa sakit, bengkak, dan peradangan.
    • Terapi: Istirahat, kompres dingin, elevasi kaki (R.I.C.E.), dan penggunaan penyangga lutut.
  2. Tahap Restorasi:

    • Tujuan: Meningkatkan rentang gerak lutut dan memperkuat otot-otot di sekitar lutut.
    • Terapi: Latihan peregangan, latihan gerak aktif assisted, dan latihan penguatan otot quadriceps dan hamstring.
  3. Tahap Penguatan:

    • Tujuan: Meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot-otot lutut.
    • Terapi: Latihan beban, latihan plyometric, dan latihan keseimbangan.
  4. Tahap Kembali ke Aktivitas:

    • Tujuan: Mempersiapkan individu untuk kembali berpartisipasi dalam aktivitas olahraga atau sehari-hari.
    • Terapi: Latihan olahraga spesifik, simulasi pertandingan, dan evaluasi kesiapan.

Harapan dan Hasil Rehabilitasi

Dengan menjalani program rehabilitasi yang tepat dan konsisten, sebagian besar individu yang mengalami cedera ACL dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Namun, hasil rehabilitasi dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Usia: Individu yang lebih muda umumnya memiliki proses penyembuhan yang lebih cepat.
  • Tingkat aktivitas: Atlet profesional mungkin memerlukan waktu yang lebih lama untuk kembali ke level kompetisi tertinggi.
  • Kepatuhan terhadap program rehabilitasi: Ketaatan pada program latihan yang diberikan oleh terapis sangat penting untuk keberhasilan rehabilitasi.

Penting untuk diingat bahwa rehabilitasi cedera ACL membutuhkan waktu dan kesabaran. Tidak semua individu akan pulih sepenuhnya, dan beberapa mungkin mengalami keterbatasan dalam aktivitas tertentu.

Tips untuk Sukses dalam Rehabilitasi

  • Kerja sama dengan terapis fisik: Terapis fisik akan memberikan program latihan yang disesuaikan dengan kondisi Anda.
  • Konsisten: Lakukan latihan secara teratur dan sesuai dengan instruksi terapis.
  • Sabar: Proses rehabilitasi membutuhkan waktu. Jangan terburu-buru untuk kembali beraktivitas sebelum waktunya.
  • Perhatikan tanda-tanda peringatan: Jika Anda merasakan nyeri yang hebat atau ketidakstabilan, segera konsultasikan dengan terapis fisik atau dokter.

Dengan pendekatan yang tepat, rehabilitasi cedera ACL dapat membantu Anda kembali ke gaya hidup aktif.

Share This
Link Enlarge

Daya Tubuh Menurun, Ini Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan!

Bali Royal Hospital May 22, 2024 Artikel 0

Sakit dapat dialami seseorang kapan saja. Akan tetapi, saat perubahan musim, lingkungan cenderung lembap menyebabkan bakteri dan virus penyebab penyakit berkembang lebih cepat. Oleh karena itu, perubahan kondisi cuaca dapat mempengaruhi tubuh menjadi lebih rentan sakit. Berikut adalah beberapa alasan badan mudah sakit saat perubahan musim.

1.Daya tahan atau imun tubuh melemah

Tingginya aktivitas sehari-hari disertai dengan perubahan suhu dapat berpengaruh pada daya tahan tubuh (imunitas) seseorang. Suhu dingin dapat melemahkan sistem imun, sehingga membuat tubuh rentan sakit.

2. Perubahan suhu ekstrem

Tubuh selalu beradaptasi terhadap perubahan suhu. Akan tetapi, perubahan suhu yang cenderung ekstrem bisa membuat Anda rentan sakit bila tidak diikuti dengan daya tahan tubuh (imunitas) yang kuat.

3. Paparan orang disekitar

Udara dingin juga membuat orang biasanya lebih sering berada di ruangan bersama dengan keluarga atau lebih banyak orang.
Saat kondisi Anda tidak fit akibat daya tahan tubuh yang lemah, dapat memberi ruang bagi virus, kuman, dan bakteri leluasa untuk menular lebih cepat dalam jarak dekat.

Masalah kesehatan umumnya terjadi saat perubahan musim

Ada beberapa penyakit saat musim hujan yang sering menyerang, seperti flu, batuk, demam, diare, tipes, demam berdarah (DBD), hingga malaria. Kondisi tersebut bisa terjadi dan mudah dialami seseorang dengan daya tahan tubuh (imunitas) yang lemah. Kondisi tersebut lebih mengkhawatirkan karena gejala penyakit musim hujan, tidak jauh beda dengan tanda terkena Covid-19. Saat ini, tren Covid-19 sedang menunjukkan tren yang meningkat. Oleh karenanya, memiliki daya tahan tubuh yang kuat selama perubahan musim sangat dianjurkan agar terhindar dari ancaman virus dan penyakit.

Tips menjaga kesehatan di musim hujan

Berikut ini beberapa tips menjaga kesehatan di musim hujan yang bisa dicoba.

1.Tetap aktif bergerak

Olahraga termasuk salah satu cara sederhana untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Mencoba yoga di rumah atau latihan kardio di tempat gym selama 30 menit setiap hari, sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap fit selama musim hujan.

2. Menjaga kebersihan

Lakukan dengan langkah sederhana yang dimulai dari mencuci tangan yang benar. Gosok tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik, kemudian bilas secara menyeluruh dan keringkan tangan menggunakan handuk atau tisu. Jika tidak bisa mencuci tangan dengan sabun dan air, pilihlah cairan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen larutan alkohol untuk mematikan virus, bakteri, atau kuman.

3. Istirahat yang cukup

Tak hanya menghilangkan rasa kantuk, mencukupi waktu istirahat dan tidur dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur malam selama 7-9 jam setiap harinya. Kurang tidur bisa membuat tubuh terasa lelah dan sulit konsentrasi dan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh rentan terserang penyakit.

Sumber: hellosehat.com | Image: istockphoto.com

Share This
Apakah-pasien-DBD-harus-diopname-atau-boleh-dirawat-di-rumah
Link Enlarge

Apakah pasien DBD harus diopname atau boleh dirawat di rumah?

Bali Royal Hospital May 20, 2024 Artikel 0

Demam berdarah ringan hanya akan memicu demam dan gejala-gejala lain yang menyerupai flu. Akan tetapi, demam berdarah dengue atau dengue hemorrhagic fever (DHF) yang parah bisa menyebabkan perdarahan serius hingga kematian.

Hingga saat ini, tidak ada satu jenis obat pasti untuk menyembuhkan penyakit akibat virus dengue ini. Pengobatan hanya diberikan untuk mengendalikan gejala hingga pasien pulih kembali. Oleh sebab itu, pasien DBD bisa diperbolehkan dirawat di rumah bila gejalanya ringan. Namun, dokter pasti meminta Anda untuk diopname bila mengalami demam berdarah serius.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), opname alias rawat inap sangat diperlukan bagi pasien demam berdarah serius. Dalam kondisi ini, pasien akan melewati beberapa fase DBD, termasuk fase kritis selama 24 hingga 48 jam lamanya.

Baca Juga: Kapan cek darah untuk DBD perlu dilakukan?

Masa-masa tersebut akan menentukan peluang pasien untuk bertahan hidup. Apabila penanganan pasien DBD tidak tepat, akibatnya bisa fatal dan bahkan berujung pada kematian.

Segera cari bantuan medis bila Anda mengalami gejala demam berdarah serius, meliputi:

  • sakit perut yang parah,
  • muntah terus-menerus,
  • napas memburu,
  • perdarahan pada gusi,
  • tubuh sangat lemas,
  • muntah darah, dan
  • suhu tubuh tidak stabil (demam naik-turun).

Selama opname, pasien DBD bisa memperoleh cairan infus yang mengandung elektrolit untuk mencegah dehidrasi, pemantauan tekanan darah, hingga transfusi darah bila mengalami perdarahan. Dokter dan perawat juga selalu siap sedia di rumah sakit untuk memantau sekaligus membantu meningkatkan kondisi pasien demam berdarah.

Share This

Bagaimana cara mengatasi mata lelah akibat layar komputer?

Bali Royal Hospital May 20, 2024 Artikel 0

Mata lelah berkepanjangan bisa merusak penglihatan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain senam mata, berikut adalah beberapa tips mudah yang Anda dapat lakukan untuk mengatasi mata merah dan berbagai keluhan fisik lainnya akibat seharian di depan komputer.

1. Rutin cek mata

Rutin cek mata di dokter mata adalah langkah pertama untuk mencegah dan mengatasi mata merah akibat seharian nongkrong di depan layar komputer. Menurut National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH), orang-orang seharusnya lebih dulu menjalani pemeriksaan mata sebelum mulai bekerja dengan komputer, dan kemudian rutin setahun sekali setelahnya.

2. Atur pencahayaan yang sesuai

Mata lelah sering disebabkan oleh cahaya yang terlalu terang, baik dari sinar matahari di luar ruangan yang masuk melalui jendela ataupun pencahayaan ruang kantor yang berlebihan. Akibatnya, Anda harus selalu menyipitkan mata selama bekerja. Jika memungkinkan, cat dinding ruangan Anda dengan warna yang lebih gelap dengan hasil akhir matte.

3. Atur terang-gelap kontras sinar laptop

Pantulan pada dinding dan layar komputer Anda juga dapat menyebabkan mata lelah. Dikutip dari Mayo Clinic, Anda disarankan menyesuaikan kecerahan layar sehingga kira-kira sama dengan kecerahan di sekitar tempat kerja Anda. Pertimbangkan untuk memasang layar anti-glare pada monitor Anda.

Jika Anda masih memakai monitor komputer berbentuk tabung (disebut juga cathode ray tube atau CRT), Anda perlu menggantinya dengan liquid crystal display (LCD), seperti pada layar laptop. Layar LCD lebih aman pada mata dan biasanya memiliki permukaan anti-reflektif, sedangkan layar CRT lebih mudah menyebabkan mata lelah.

Sesuaikan juga kontras ukuran dan warna teks untuk kenyamanan mata Anda, terutama saat membaca atau menyusun dokumen yang panjang. Biasanya, teks hitam dengan latar belakang putih merupakan kombinasi terbaik. Anda disarankan menyesuaikan kecerahan layar sehingga kira-kira sama dengan kecerahan di sekitar tempat kerja Anda. Pertimbangkan untuk memasang layar anti-glare pada monitor Anda.

Jika Anda masih memakai monitor komputer berbentuk tabung (disebut juga cathode ray tube atau CRT), Anda perlu menggantinya dengan liquid crystal display (LCD), seperti pada layar laptop. Layar LCD lebih aman pada mata dan biasanya memiliki permukaan anti-reflektif, sedangkan layar CRT lebih mudah menyebabkan mata lelah.

Sesuaikan juga kontras ukuran dan warna teks untuk kenyamanan mata Anda, terutama saat membaca atau menyusun dokumen yang panjang. Biasanya, teks hitam dengan latar belakang putih merupakan kombinasi terbaik.

4. Berkedip lebih sering

Selain melakukan senam mata, berkedip sangat penting saat Anda bekerja di depan komputer. Berkedip membantu membasahi mata agar tidak kering dan menyebabkan iritasi. Menurut penelitian, orang yang bekerja di komputer berkedip lebih jarang (sekitar sepertiga dari biasanya), hal ini membuat Anda berisiko mengalami mata kering.

Untuk mengurangi risiko tersebut, cobalah untuk berlatih senam mata berikut: setiap 20 menit, berkedip 10 kali dengan menutup mata sangat lambat.

Baca Juga: Berbagai Gerakan Senam Mata untuk Mengatasi Mata Lelah

5. Pejamkan mata sesaat

Menurut satu studi terbitan NIOS, salah satu cara ampuh untuk mengatasi mata lelah adalah dengan memejamkan mata barang sebentar saja. Anda juga boleh melanjutkannya dengan peregangan otot sederhana sebanyak 4 kali selama 5 menit sepanjang hari kerja.

Berdiri dan jalan-jalanlah sejenak, lemaskan dan putar-putar tungkai lengan dan kaki dengan berdiri, putar-putar bahu dan punggung untuk mengurangi ketegangan dan kelelahan otot. Jika lama waktu istirahat makan siang memungkinkan, curi-curi waktu untuk tidur siang sejenak.

6. Modifikasi tempat kerja Anda

Jika Anda perlu melihat bolak-balik antara kertas dan layar komputer Anda, tempatkan halaman tertulis pada tempat bersebelahan dengan monitor. Jika Anda ingin menggunakan lampu meja, pastikan arah sinar tidak ke mata Anda ataupun ke layar komputer Anda.

Selain itu, Anda perlu mengatur tempat kerja dan kursi Anda dengan ketinggian yang seusai untuk menjaga postur tubuh selama Anda bekerja di depan komputer. Pilihlah perabotan ergonomis sehingga Anda dapat memposisikan layar komputer Anda 50-60 cm dari mata Anda, bagian tengah layar Anda harus sekitar 10-15 derajat di bawah mata Anda untuk posisi nyaman kepala dan leher Anda.

7. Pertimbangkan memakai kacamata komputer

Jika Anda memakai kacamata, pilihlah lensa kacamata yang dapat melindungi mata Anda. Pertimbangkan kacamata dengan pelapis anti-reflective (AR).

Lapisan AR mengurangi silau dengan meminimalkan jumlah cahaya yang memantul dari permukaan depan dan belakang lensa kacamata Anda. Ini dapat menjadi langkah mengatasi mata lelah yang tak kalah penting.

Sumber : hellosehat.com

Share This
Pola-Makan-dan-Menu-Diet-Penderita-Diabetes-dengan-Hipertensi
Link Enlarge

Pola Makan dan Menu Diet Penderita Diabetes dengan Hipertensi

Bali Royal Hospital May 13, 2024 Artikel 0

Jika Anda mengidap diabetes sekaligus hipertensi, perawatannya tidak hanya minum obat saja.

Kedua penyakit ini sangat berkaitan erat dengan gaya hidup, misalnya konsumsi makanan tinggi gula atau makanan tinggi garam. Kebiasaan ini bisa memicu gejala diabetes maupun gejala hipertensi kambuh.

Itulah sebabnya, Anda perlu mengubah gaya hidup jadi lebih sehat dan sesuai dengan kondisi yang Anda miliki.

Perbanyak asupan serat

Pola makan diabetes dan hipertensi haruslah diperkaya dengan menu makanan berserat tinggi. Serat tidak mudah dicerna tubuh sehingga melancarkan sistem pencernaan tanpa menyebabkan kadar gula darah tinggi. Inilah mengapa makanan tinggi serat umumnya dapat membantu mengontrol gula darah tetap stabil, mencegah sembelit, menurunkan kolesterol, serta mengatasi berbagai masalah gangguan pencernaan.

Serat banyak ditemukan pada makanan nabati seperti buah, sayur, dan bijian-bijian. Itu sebabnya, jangan lupa selalu tambahkan asupan serat ke dalam makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Untuk biji-bijian, target Anda adalah untuk makan tiga sampai lima porsi biji-bijian setiap hari, dan setidaknya setengah dari porsi biji-bijian tersebut adalah gandum utuh.

Untuk menu diet untuk penderita diabetes dan hipertensi, Anda bisa menyiapkan menu makanan berikut ini.

  • Setengah gelas nasi merah.
  • Setengah gelas sayur matang.
  • Dua potong ukuran kecil daging ayam tanpa kulit.
  • Lengkapi juga dengan satu buah pisang untuk cuci mulut.

Mengatur isi piring

Untuk mengatur isi pring, penderita diabetes dan hipertensi bisa meniru konsep makan model T. Coba Anda perhatikan gambar di atas, garis pembatas jenis makanannya membentuk huruf T.

Isilah setengah piring Anda dengan pisang dan sayur tumis brokoli. Kemudian, seperempat bagian diisi dengan protein tanpa lemak seperti ikan panggang, kacang, atau ayam. Lalu, seperempat sisanya diisi dengan nasi merah atau makanan pengganti nasi lainnya. Menu makanan untuk penderita diabetes dan hipertensi bisa Anda kreasikan sesuai selera agar Anda tidak bosan. Jangan hanya mengandalkan menu makan yang itu-itu saja karena zat gizi yang didapat jadi tidak bervariasi.

Di lain sisi, Anda juga akan bosan dan dikhawatirkan malah melampiaskan diri makan makanan yang tidak sehat.

Menggunakan bumbu yang baik

Selanjutnya, yang perlu Anda perhatikan adalah penggunaan garam dalam makanan karena penyakit tekanan darah tinggi yang dimiliki.

Anda tidak boleh mendapatkan lebih dari 1.500 miligram natrium per hari, yaitu kurang dari satu sendok teh garam untuk seluruh makanan yang Anda konsumsi dalam sehari.

Ketimbang menggunakan garam, bumbui masakan Anda dengan jeruk nipis, bawang putih, jahe, cabai, oregano, atau jinten untuk memperkaya rasanya.

Nah, kalori ini tidak hanya didapat dari gula saja, tapi juga makanan lain, seperti daging, buah, dan sayur. Jika ditambah dengan tambahan gula dikhawatirkan bisa melebihi asupan gula untuk diabetes yang disarankan.

Jadi, pastikan menu makanan untuk penderita diabetes dan hipertensi baiknya dibuat sendiri sehingga Anda bisa mengatur banyaknya garam dan gula yang digunakan.

Baca Juga: 5 Tanda Janin Tidak Berkembang Dalam Kandungan

Batasi kopi

Kafein dapat meningkatkan gula darah dan tekanan darah. Oleh karena itu, jika Anda memang penggemar kopi, aturan sehat dalam mengonsumsinya perlu dipahami.

Jika Anda memiliki gula darah atau tekanan darah yang tinggi setelah minum kopi, batasi asupan kafein Anda menjadi 200 miligram, sekitar 2 cangkir kopi per hari.

Hindari cara menyeduh kopi menggunakan french press atau espresso, namun pilihlah kopi yang dibuat dengan kertas filter.

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk beralih ke kopi tanpa kafein karena beberapa penelitian menunjukkan hal itu dapat mengurangi gula darah.

Pentingnya asupan kalium

Tidak cuma gula dan garam yang perlu diperhatikan makanan untuk penderita diabetes dan hipertensi. Salah satunya mineral, yakni kalium juga perlu terpenuhi asupan hariannya.

Kalium dapat mengurangi efek sodium yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah.

Pisang baik untuk penderita diabetes dan menjadi sumber kalium yang menyehatkan penderita hipertensi.

Begitu juga melon, brokoli, wortel mentah, kacang, kentang, roti gandum, dan kacang-kacangan.

Namun, pada penderita yang mengalami komplikasi diabetes, seperti nefropati diabetik, terlalu banyak kalium justru dapat membuat masalah ginjal menjadi lebih buruk.

Tanyakan pada dokter jika perlu untuk membatasi berapa banyak kalium yang Anda perlukan, agar pola makan untuk diabetes dan hipertensi yang Anda terapkan tidak salah.

Kurangi alkohol

Walaupun disebutnya pola makan, sebenarnya tidak cuma makanan yang diperhatikan saja untuk penderita diabetes dan hipertensi.

Bir, wine, dan cocktail juga mengandung gula dan akan menyebabkan kadar gula darah, tekanan darah, serta trigliserida meningkat.

Tidak hanya itu, alkohol juga merangsang nafsu makan dan dapat menyebabkan Anda makan berlebihan.

Untuk itu, membatasi semua jenis minuman tersebut adalah kuncinya.

Bagi pria, Anda harus membatasi diri menjadi maksimal 2 gelas alkohol per hari. Sementara wanita, batasi konsumsi alkohol maksimal 1 gelas per hari.

Hindari makanan tinggi lemak

Hindari lemak trans alias minyak terhidrogenasi parsial yang ditemukan dalam makanan yang digoreng dan dipanggang. Selain itu, jangan lupa batasi asupan lemak jenuh, yang sebagian besar ditemukan di potongan lemak daging dan produk susu lemak. Ini karena keduanya dapat meningkatkan kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung.

Sesekali, Anda boleh saja mengonsumsi makan tak sehat. Hanya saja, pastikan Anda mengontrol porsinya. Jika Anda ingin makan es krim, Anda bisa memesan yang ukuran kecil. Ingin makan kue? Bagi dualah dengan pasangan atau teman Anda. Bagaimana saat makan di restoran fast food? Jangan pesan kentang goreng dan gantilah dengan salad.

Share This
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7

Layanan Unggulan

  • Royal Sport Therapy

Layanan Khusus

  • Royal Orthopaedi Services
  • Royal Beauty Clinic
  • Laser Urology & ESWL
  • Hemodialisa
  • Dry Needling

Informasi

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan

Hubungi Kami

Address: Jl. Tantular No. 6 Renon, Denpasar - Bali
Phone: (+62361) 222 588
Mobile: +6281 33 755 0 555
Fax: +62361 226 051
Email: info@baliroyalhospital.co.id
Website: www,baliroyalhospital.co.id

Powered by: Bali Royal Hospital

Top